Invasi Italia ke Yunani 1940 | Blunder Mussolini

Hitler always faces me with a fait accompli. This time I am going to pay him back in his own coin. He will find out from the papers that I have occupied Greece. Benito Mussolini speaking to Count Ciano

Bentara.Asia | Pada tanggal 28 Oktober 1940 , Italia bersama negara satelitnya , Albania , menyerang negara lemah Yunani dengan 500 ribu pasukan. Mussolini dengan percaya diri menganggap enteng kekuatan Yunani dan bermimpi berusaha meniru kemenangan-kemenangan cepat yang di raih sekutunya, Jerman di berbagai front Eropa. Yang terjadi Italia malah babak belur di pukul mundur Yunani , bahkan Yunani balik menyerang dan menguasai beberapa wilayah Albania.

Ultimatum Italia

Pada tanggal 28 Oktober 1940 , Mussolini melalui Duta Besar Italia di Athena , Emmanuele Grazi , menyampaikan ultimatum terhadap Perdana Mentri Yunani, Metaxas agar memberi akses-akses bagi Italia  terhadap wilayah penting Yunani. Padahal Yunani berhubungan baik dengan Jerman-Nazi dalam hubungan saling menguntungkan. Metaxas lantas menolak ultimatum ini dan memutuskan berperang dengan Italia. Metaxas mengobarkan semangat nasionalisme rakyat Yunani dan segera memobilisasi kekuatan yang segera disambut ratusan relawan yang bergabung sebagai bagian dari militer Yunani.

Ambisi Mussolini

Mussolini adalah senior diantara tokoh-tokoh fasis dunia. Mussolini sudah populer di bidang politik disaat Hitler masih “bau kencur”. Dari segi senioritas , Mussolini merasa terhina kalau Italia tidak bisa melakukan prestasi sedemikian gemilang seperti Jepang dan Jerman. Di tahun 1940 , Jerman sudah mempunyai teritorial yang luas dari Polandia , Balkan hingga Prancis. Semua itu diraih melalui kemenangan yang cepat dan mudah, bahkan tanpa pembicaraan terlebih dahulu dengan Italia , sebagai sekutu utama. Angkatan Darat Jerman sangat superior di masa puncaknya. Sementara Italia , untuk menundukkan Abesinia (Ethiopia) yang lemah saja membutuhkan waktu empat tahun (1935-1939).

Mussolini demikian cemburu terhadap kesuksesan Hitler dan berkata kepada menantunya , Galeazzo Ciano , bahwa dia akan membalas Hitler dengan cara yang sama . Hitler akan mengetahui dari surat kabar , kalau dia telah menduduki Yunani. Dengan demikian keseimbangan politik bisa terjadi. Mussolini gelap mata dengan tidak memperhitungkan apapun lantas menyerbu Yunani , walau menurut Marsekal Badoglio , kekuatan Italia di Albania tidak cukup untuk menguasai Yunani dalam waktu singkat.

Italia Vs Yunani

Italia menyerbu Yunani melalui wilayah Albania. Sasaran utama Italia adalah menguasai terlebih dahulu Pindus , dekat kota Ioanina. Italia kemudian melintasi sungai Thyamis. Kondisi geografis Yunani adalah pegunungan , sehingga keunggulan tank Italia tidak signifikan (Yunani tidak memiliki tank). Pasukan Yunani yang lebih menguasai medan pegunungan dengan cepat menghantam balik pasukan Italia hingga keluar perbatasan dan bahkan Yunani malah balik merebut beberapa wilayah Albania. Sejumlah kota Albania Selatan jatuh ke tangan Yunani. Dalam waktu tiga minggu pasukan Italia mirip pasukan dagelan di kejar-kejar calon mangsanya.Mussolini kemudian mencoba melancarkan serangan balasan besar-besaran pada bulan Maret 1941 dan berhasil merebut kembali Albania. Kedudukan kembali seperti semula , tetapi Yunani telah meraih kemenangan taktis.

Blunder Mussolini

Mussolini dan pasukan Italia memang merupakan titik lemah diantara tiga sekutu utama kubu Axis. Dan blunder Mussolini akan mempengaruhi laju Jerman berikutnya.

1. Dengan cara Mussolini membuka front Yunani , maka Inggris memiliki dalih untuk terlibat disana. Padahal sebelumnya , Yunani memiliki hubungan baik dengan Jerman.

2. Dengan demikian Inggris bisa mengarahkan tujuan di Yunani yang selangkah lebih dekat ke ladang minyak Jerman di Rumania , Ploesti , di kemudian hari.

3. Dengan invasi Italia yang gagal total ini , terpaksa Hitler harus menunda rencana serangan ke Uni Soviet (Operasi Barbarossa). Penundaan yang kelak menjadi fatal , karena Jerman akan berhadapan dengan “general winter” , kondisi iklim Soviet yang tidak bersahabat. Dan Jerman tidak punya cukup tenaga untuk menguasai wilayah Soviet -Eropa yang demikian luas.

4. Jerman memang berhasil membungkam Yunani dan Inggris , tapi pembukaan front baru menjadi sangat tidak menguntungkan , dan Jerman harus memecah kekuatannya.

Bentara.Asia | Shinmen Takezo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s