Pius II | Seorang Paus Yang Menulis Novel Erotis Yang Populer di Masa Renaissance

Image hosting by IMGBoot.com

Pius II - Fresco

Bentara.Asia | Paus Pius II , terlahir dengan nama Enea Silvio Piccolomini. Nama Latin adalah Aeneas Sylvius pada tanggal 18 Oktober 1405 dan wafat pada tanggal 14 Agustus 1464. Santo Malachy jauh sebelumnya telah meramalkan kehadiran Pius II dengan frasa De Capra & Albergo , Senenfis qui fuit Secretis Cardinalibus Capranico & Albergato (A Sienese , who was secretary to Cardinals Capranicus and Albergatus). Dan benar , Pius II menjadi sekretaris dari Kardinal Domenico Capranica dan Cardinal Albergatti sebelum terpilih sebagai Paus. Dia juga seorang Sienese ( Orang Sienna) , lahir di Corsignano di wilayah Sienna.

Pius II memiliki keahlian sebagai penyair , diplomat , ilmuwan dan sekaligus seorang penulis. Paus ini juga menjadi salah satu Paus yang membuat otobiografi. Semasa menjabat , Pius II juga mengecam aksi perbudakan dan menyebutnya sebagai perbuatan kriminal.

Buku Erotis Karangan Pius II

Pius II, sempat menulis buku populer. Sebuah novel erotis yang berjudul Historia de Duobus Amantibus. Sebuah novel yang diyakini paling banyak dibaca dalam sejarah Renaissance. Suatu kisah hubungan gelap Euralius, seorang pejabat tinggi di Jerman di masa Kaisar Sigismund dan menikahi seorang lady dari Siena (Italia). Novel ini mungkin di tulis di tahun 1444 , sebelum Pius II terpilih sebagai Paus di tahun 1468. Novel ini dicetak dalam 37 edisi selama satu abad. Dalam novel ini penuh narasi yang menggambarkan adegan-adegan erotis. Beberapa kutipannya adalah sebagai berikut.

‘My darling, do I hold you, or is it a dream? Is all this pleasure true, or am I mad to think so? No, it is no dream, it is the very truth. Dear kisses, soft embraces, bites sweet as honey! No one was ever happier than I, no one more fortunate! ‘But woe is me! how swift the hours. Jealous night, why do you fly? Stay, Apollo, tarry a little longer among the dead. Why in such a hurry to yoke your steeds? Let them still graze. Give me such a night as you gave Alcmenus. And you, Aurora, why in such haste to leave Tithonus’ bed? If you were half as dear to him as Lucretia is to me, he’d never let you rise so early. Never have I known a night so short as this, although I have been in Britain and the land of the Dacians.’ – Diterjemahkan oleh Flora Gierson (1929)
LUCRETIA was wearing a light robe which clung to her body without a wrinkle, concealing neither her breasts nor her hips, and displayed her limbs exactly as they were. Her throat was snowy white, her eyes shone with the radiance of the sun; her glance was happy, her face animated, and her cheeks like lilies mixed with crimson roses. Laughter that was sweet and modest filled her mouth. She was deep-bosomed, and her breasts swelled out on either side like two pomegranates, so that one longed to touch them. – Diterjemahkan oleh Flora Gierson (1929)

Karakter

Karakter yang di gunakan oleh Pius II berputar pada legenda Romawi dan Yunani . Dan kebetulan legenda itu berhubungan dengan kekerasan seksual. Baik dalam lingkup penguasa atau jagad dewa-dewi.

You are my Ganymede, my Hippolytus, my Diomedes,’ said Lucretia.‘And you my Polyxena,’ he replied, ‘my Aemilia, Venus herself.’ And now he praised her mouth, now her cheeks, and now her eyes. And sometimes, raising the blanket, he gazed at those secret parts he had not seen before, and cried: ‘I find more than I had expected. Thus must Diana have appeared to Actaeon, when she bathed in the spring. Could anything be lovelier or whiter than your body? Now I am rewarded for all perils. What would I not suffer for your sake? Oh lovely bosom, most glorious breasts! Can it be that I touch you, possess you, hold you in my hands? Smooth limbs, sweet-scented body, are you really mine? Now it were well to die, with such a joy still fresh, before any misfortune could befall. – Diterjemahkan oleh Flora Gierson (1929)
Image hosting by IMGBoot.com

Lucretia - Courtesy Of Rembrandt

Lucretia sendiri adalah tokoh legendaris dalam sejarah Roma . Menurut sejarahwan Yunani , Dionysius , dan sejarahwan Roma , Livy , yang hidup di Roma pada masa Kaisar Agustus , pemerkosaan yang di alami Lucretia oleh anak raja berujung pada tindakan bunuh diri yang berdampak pada revolusi yang menggulingkan Monarki dan berdirilah Republik Romawi.

Euryalus adalah karakter dalam Odyssey , seorang pemuda Phaeacian. Homer menggambarkan Euryalus sebagai salah satu pemuda paling tampan di daerah Phaeacian (sekarang Mediterania), juga merupakan salah satu pegulat terbaik. Dia meyakinkan Laodamus untuk menantang Odysseus , dan memarahi Laodamus setelah menolaknya.

Karakter lain yang di gunakan dalam novel merujuk pada :

1. Ganymede – seorang pangeran yang berwajah rupawan seperti seorang putri , mendorong Zeus menculik dan memperkosanya dalam wujud burung Elang.

2. Hippolytus – seorang anak Theseus. Ibu tirinya Phaedra jatuh cinta dengan dia , tetapi Hippolytus menolak . Phaedra kemudian mengadu pada Theseus , dan memfitnah kalau Hyppolytus memperkosanya. Theseus percaya dan mengutuk anaknya , Hippolytus. Hippolytus kemudian bunuh diri.

Image hosting by IMGBoot.com

Hippolytus terseret oleh kuda yang ketakutan oleh Poseidon - courtesy of sir Lawrence alma Tadema

3. Polyxena – seorang putri tercantik dari Troy

4. Diomedes – seorang pahlawan dalam perang Troy

5. Diana -seorang dewi pemburu dalam mitologi romawi . Dikatakan memiliki peran yang sama dengan dewi Artemis dari Yunani. Diana menjadi bagian dari agama Romawi Kuno , sebagai salah satu dewi yang paling banyak disembah.

Image hosting by IMGBoot.com

Diana & Actaeon - Courtesy Of Titian

6. Actaeon – anak dari Aristaeus dan Autonoe in Boeotia , dan merupakan pahlawan Theban dalam mitologi Yunani. Mitosnya sering dikaitkan dengan Diana , dewi Romawi

Bentara Pustaka :

1. Piccolomini , Aeneas Sylvius , The Tale Of Two Lovers , translated by Flora Grierson , London , 1929

2. Wikipedia

3. Forum Romanum , Perpustakaan Buku Latin ,

Bentara.Asia | Shinmen Takezo | April 2010


var gaJsHost = ((“https:” == document.location.protocol) ? “https://ssl.” : “http://www.”);
document.write(unescape(“%3Cscript src='” + gaJsHost + “google-analytics.com/ga.js’ type=’text/javascript’%3E%3C/script%3E”));

try {
var pageTracker = _gat._getTracker(“UA-15439819-1”);
pageTracker._trackPageview();
} catch(err) {}

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s