Proyek A119; Amerika – Soviet dan Nuklir Di Bulan

Bentara.Asia |  Amerika Serikat (AS) dan Uni Soviet (USSR) pernah mempertimbangkan dengan serius meledakan nuklir di Bulan. Akhir tahun 1950-an Perang Dingin (Cold War) mencapai puncaknya. Seorang pejabat AS mendapatkan ide untuk membom nuklir Bulan pada tahun 1958. Angkatan Udara AS mempelopori proyek dengan kode A119. Idenya adalah unjuk kekuatan terhadap Uni Soviet tentang hebatnya kekuatan nuklir AS. Hasil dari ledakan itu diharapkan terlihat oleh seluruh warga dunia dengan mata telanjang.

Pemimpin proyek ini adalah Leonard Reiffel . Seorang reporter dari Reuters pernah bertanya tentang Proyek A119. Reiffel menjawab , “”After the final report in early- to mid-1959, it simply went away, as things sometimes do in the world of classified activities.”

Seorang jurnalis science , Keay Davidson mengungkapkan bahwa “pada tahun 1956, WW Kellogg dari RAND Corporation mempertimbangkan kemungkinan peluncuran bom atom ke Bulan “Pada tahun 1957., NASA Jet Propulsion Laboratory diajukan Proyek Merah Socks, proposal serius pertama untuk mengirim pesawat ruang angkasa untuk Bulan. Salah satu saran yang lebih kecil adalah untuk nuke Bulan untuk mengirim batuan Bulan meluncur kembali ke Bumi, di mana mereka dapat dikumpulkan dan dipelajari. Tahun berikutnya,  astronom Amerika Serikat terkemuka saat itu, Gerard Kuiper, tentang keuntungan ilmiah yang didapat dari proyek nuklir di bulan ini.  Pencipta bom hidrogen, fisikawan Edward Teller, juga berniat untuk mempelajari gelombang seismik yang di timbulkan jika proyek ini jadi di jalankan.
Image hosting by IMGBoot.com
Dilain pihak , Uni Soviet juga berpikir di langkah yang sama, juga di akhir tahun 1950an. Proyek E-4 bertujuan untuk meledakkan bom nuklir di Bulan . Tetapi proyek itu di batalkan karena takut wahana yang di gunakan bisa gagal ke angkasa dan balik menghantam bumi. Sebaliknya , Uni Soviet meledakkan bom ujicoba dengan julukan Tsar Bomba di tahun 1961. Tsar Bomba adalah bom hidrogen dengan daya ledak senjata nuklir 50 megaton (Mt).  Hal ini setara dengan 1.400 kali kekuatan gabungan dari dua bahan peledak nuklir yang digunakan dalam Perang Dunia II: Little Boy (13-18 kiloton) dan Fat Man (21 kiloton), bom yang menghancurkan Hiroshima dan Nagasaki.

Bentara.Asia | Shinmen Takezo | April 2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s