The Last Shogun – Tokugawa Iehiro

Bentara.Asia | Shogunate Tokugawa didirikan oleh Tokugawa Ieyasu dan menjadikan klan itu penguasa de facto Jepang selama dua setengah abad (1600-1868). Kebijakan Tokugawa adalah kebijakan xenophobia dengan menutup rapat-rapat Jepang dari interaksi dengan dunia. Semenjak di tumbangkan oleh Restorasi Meiji , Klan Tokugawa terkucil dari kekuasaan. Tsunenori memiliki anak, Tokugawa Iehiro

Pemimpin “house of Tokugawa” sekarang adalah Tokugawa Tsunenori.Tokugawa Tsunenori masih aktif di bisnis shipping , Nippon Yussen dan juga mendirikan yayasan Tokugawa (Tokugawa Foundation) di tahun 2002. Di tahun 2007 , Tsunenori menerbitkan buku berjudul Edo no idenshi 江戸 (の 遺伝子), dirilis dalam bahasa Inggris pada tahun 2009 sebagai ” Edo Inheritance,” . Misi Tsunenori adalah menangkis pendapat umum yang menyebut masa shogunate Tokugawa atau Edo Period sebagai “dark ages”.

Tokugawa Iehiro , generasi terakhir atau ke 19 Tokugawa dalam wawancaranya dengan Japan Times menyebutkan bahwa kakek buyutnya , Tokugawa Yoshinobu berusaha keras mereformasi sistem shogun yang sudah usang tapi beliau gagal. Lantas pensiun dan hidup sebagai rakyat biasa dengan aktivitas memancing dan fotografi sampai tahun 1913.

He explains that the last and 15th shogun, Yoshinobu Tokugawa tried hard to reform the outdated shogunate regime but proved unsuccessful. After offering his resignation to the emperor in 1867, he went into retirement and lived until 1913 out of the public eye, taking photographs and fishing.”Yoshinobu was a very interesting man. Bright. Sensitive. But unpredictable, as intelligent people often are. He had a tendency to flip flop. Do I flip flop?” After a smile chases across his face he replies dead pan: “No, I’m more on the dim side.” To which everyone in the room falls about laughing. – Tokugawa Iehiro From The Japan Times Online

Tokugawa Iehiro berprofesi sebagai penerjemah dan menikah dengan seorang wanita Vietnam. Iehiro sedari kecil sudah pindah ke Amerika Serikat dan menyelesaikan studi ekonomi di Universitas Keio , kemudian mengambil master di  Universitas Michigan. Kemudian sebagai ekonom PBB di divisi pertanian (FAO)  yang membuat Iehiro sempat berdiam cukup lama di Roma , kemudian di Vietnam dimana dia menemukan jodohnya , menikah dengan wanita Vietnam .

Pernikahan dengan non-Yamato , membuat Iehiro terkucil dari keluarga besarnya yang memiliki darah “biru” sebagai bekas penguasa Jepang. Padahal Iehiro diharapkan sebagai penerus dari kepala Klan Tokugawa , pemimpin ke 19. Istri Iehiro , merupakan warga Vietnam bertubuh kecil dan mungil dan kontras dengan postur Iehiro yang memiliki tinggi 174 dengan berat obesitas 100kg. Istrinya berusia lebih muda 11 tahun.

Silsilah Tokugawa

1. Tokugawa Ieyasu, ruled 1603–1605

2. Tokugawa Hidetada, r. 1605–1623

3. Tokugawa Iemitsu, r. 1623–1651

4. Tokugawa Ietsuna, r. 1651–1680

5. Tokugawa Tsunayoshi, r. 1680–1709

6. Tokugawa Ienobu, r. 1709–1712

7. Tokugawa Ietsugu, r. 1713–1716

8. Tokugawa Yoshimune, r. 1716–1745

9. Tokugawa Ieshige, r. 1745–1760

10. Tokugawa Ieharu, r. 1760–1786

11. Tokugawa Ienari, r. 1787–1837

12. Tokugawa Ieyoshi, r. 1837–1853

13. Tokugawa Iesada, r. 1853–1858

14. Tokugawa Iemochi, r. 1858–1866

15. Tokugawa Yoshinobu, r. 1867–1868 (Restorasi Meiji)

16. Tokugawa Iesato ,  (1868-1940)

17.Tokugawa Iemasa, (1940-1963)

18. Tokugawa Tsunenori (1963-sekarang)

19. Tokugawa Iehiro.

[kembali ke artikel utama : The House Of Tokugawa ]

Bentara.Asia | Shinmen Takezo | April 2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s