Tambora – The Pompeii Of The East | Letusan Terbesar dalam peradaban Manusia Modern ada di pulau Sumbawa

Bentara.Asia | Letusan gunung di Indonesia berada pada jajaran tiga besar dunia. Yang terbesar adalah Letusan Toba di masa sekitar 60-70 ribu tahun SM , dan yang kedua terbesar adalah letusan Tambora. Tetapi letusan Toba terjadi pada masa purbakala, sehingga kalau dihitung sejak peradaban manusia modern , maka Letusan Tambora adalah yang terbesar di dunia.

Image hosting by IMGBoot.com

Tambora meletus di bulan April 1815 , menyebabkan kematian seketika 10 ribu penduduk lokal dan 100 ribu kematian oleh dampak letusan yang menyusul kemudian.Professor Haraldur Sigurdsson kepada BBC menyebutkan peristiwa Tambora sebagai “The Pompeii of The East”.  Pompeii adalah kota di jaman keemasan Romawi Kuno yang terkubur dalam sekejab oleh letusan Vesuvius. Yang mengubur peradaban atau kerajaan lokal yang di katakan cukup makmur dan memiliki keterkaitan dengan Vietnam dan Kamboja.

“There’s potential that Tambora could be the Pompeii of the East, and it could be of great cultural interest,” said Professor Haraldur Sigurdsson, of the University of Rhode Island, US, who has been researching the area for 20 years. – BBC

Profesor bersama timnya dan instansi terkait pemerintah Indonesia melakukan riset penggalian di situs lokasi dan berhasil menemukan bukti adanya peradaban yang terkubur oleh abu vulkanik sedalam tiga meter. Mereka menemukan tulang belulang dan berberapa perabotan rumah tangga. Bahasa yang digunakan diperkirakan serumpun dengan Mon-Khmer yang berkaitan dengan Kamboja dan Vietnam.

Peradaban mereka tidak tercatat dalam sejarah Indonesia karena pemerintah kolonial Belanda tidak berhasil menanamkan pengaruh politik terhadap daerah itu. Itu dikatakan Peter Lape , seorang ahli anthropology dari Universitas Washington terhadap National Geographic.

“[The Dutch] were trying to regulate shipping [in the East Indies], but they hadn’t made much impact on the local political structure,” he said. “So for places like Sumbawa, there’s not much historical record.” – Peter Lape , National Geographic.

Letusan Tambora merupakan yang terkuat sejak peradaban manusia modern dengan indeks VEI 7.  Dan letusan kedua terbesar setelah Letusan Toba yang memiliki indeks VEI 8 dalam sejarah yang tercatat. Diperkirakan empat kali kekuatan letusan Krakatau yang lebih populer.  Letusan Tambora mengeluarkan dampak gelombang suara kencang yang  terdengar sampai ke Makassar yang berjarak 330 km dari Tambora, bahkan sampai ke Batavia yang berjarak 1260 km. Dan terdengar seperti letusan meriam bagi penduduk Sumatera yang berjarak 2600 km dari Tambora. Melepaskan material abu sebesar 100 km kubik dan 400 juta ton gas sulfur ke atmoster.

Setelah letusan , Ketinggian puncak Tambora berkurang drastis dari 4300 menjadi 2800 meter dari permukaan laut. Menyebabkan Tsunami “kecil” sekalipun letusan tidak berada di dasar laut. Musnahnya kehidupan baik manusia dan mahluk hidup lain termasuk tumbuhan. 10 ribu jiwa tewas seketika oleh letusan Tambora , dan 30 ribu penduduk lokal tewas oleh bencana kelaparan yang menyusul kemudian.Area terdekat seperti Lombok terkena dampak yang menyebabkan wabah penyakit dan bencana kelaparan , dan juga Bali.

Dampak globalnya adalah menurunnya temperatur dunia sampai 0.4-0.7 derajat celcius. Menyebabkan berbagai keganjilan fenomena alam di belahan bumi utara. Di Inggris di laporkan warna langit yang cenderung berwarna kemerahan seperti terbakar saat menjelang senja. Kegagalan panen juga dialami negara-negara belahan utara . Fenomena itu dijuluki “A Year Without Summer”.

Di Prancis , yang sedang berlangsung perang kontra Napoleon terjadi kekurangan stok makanan. Di Amerika terjadi kerusuhan karena kekurangan cadangan makanan. Di Indonesia saat Letusan Tambora , Inggris sedang melakukan intervensi di wilayah koloni Belanda. Sir Thomas Raffles sempat bertinggal di Buitenzorg (Bogor) kemudian menjadi Gubernur Jendral Bengkulu. Saat letusan itu terjadi , Raffles dalam memoirnya , bahwa dentuman terjadi setiap 15 menit sekali dan berlangsung terus di hari berikutnya . Sehingga satu detasemen prajurit di persiapkan dari Jogjakarta untuk mengantisipasi kemungkinan serangan. Raffles juga mengirim perwira untuk meneliti keadaan di Flores , yang kemudian hasil laporan menyebutkan bahwa Flores berada dalam kondisi yang mengenaskan , mayat-mayat bergelimpangan , rumah-rumah roboh dan terbenam , banyak kuda yang mati , air terkontaminasi racun vulkanik.

The first explosions were heard on this Island in the evening of 5 April, they were noticed in every quarter, and continued at intervals until the following day. The noise was, in the first instance, almost universally attributed to distant cannon; so much so, that a detachment of troops were marched from Djocjocarta, in the expectation that a neighbouring post was attacked, and along the coast boats were in two instances dispatched in quest of a supposed ship in distress. —Sir Thomas Raffles’ memoir.

Bentara.Asia | shinmen takezo – april 2010

Bentara Pustaka :

1. Memoir Raffles , National Library Singapore

2 “Lost Kingdom” Discovered on Volcanic Island in Indonesia [online] National Geographic Online

3. BBC – ‘Pompeii of the East’ discovered , [online] BBC Online

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s