Hayao Miyazaki | Genius Anime Yang Mengandalkan Gadis (Shojo), Sebagai Pahlawannya

Image hosting by IMGBoot.com
Bentara.Asia | Hayao Miyazaki adalah sutradara film animasi paling terkenal di Jepang. Miyazaki juga berperan penting dalam menghidupkan ‘shojo’ dalam animasi.  Sementara antagonis dalam filmnya seringkali di gambarkan memiliki sifat ambigue antara baik dan jahat. Karya Miyazaki sangat khas dengan dunia fantasi dan dunia “cewe” (shojo). Karakter utamanya adalah wanita atau gadis kecil dan backgroundnya adalah shojo .  Karakter shojo khas Miyazaki adalah gadis yang tegas , independen , keingintahuan yang tinggi dan menyukai resiko.

Miyazaki dalam setiap kreasinya selalu memberi warna dalam miniatur dunianya , mengisinya dengan mahluk supernatural yang tidak pernah kita lihat sebelumnya. Juga wahana-wahana transportasi yang di luar imajinasi seperti kereta api dalam film Totoro dan pesawat terbangnya yang terlalu childish dalam La Puta. Miyazaki seperti Tuhan dalam dunianya.

Dia juga memiliki agenda pribadi untuk mengkolaborasikan etika dan estetika dan juga realisme dan fantasi , seraya  dengan hati-hati menciptakan mahluk-mahluk dan karakter dapat di terima di dunia yang lebih besar dari dunia ciptaannya , yaitu dunia manusia. Dari sini langkah ekspansif Miyazaki untuk mendapatkan reputasi kelas dunia bermula. Keanekaragaman mahluk dalam Spirited Away dilengkapi dengan detail-detail arsitektural merupakan masterpiece dari Miyazaki yang menghantarkannya ke penghargaan Academy Award.

Miyazaki membangun dunia animasi lengkap dengan kisah genesis, hagiografi hingga visi apokaliptik dan juga dunia supranatural.  Dan untuk semua itu dia mengerahkan para heroine nya maju ke garis depan , mengutus sentuhan feminin untuk membongkar rahasia semesta. Nausicaa adalah salah satu karya shojo apokaliptiknya. Dalam Totoro , Miyazaki mengutus gadis kecil bersentuhan dengan mahluk mahluk asing .  Dan dalam “Spirited Away” Miyazaki mengutus gadis kecil untuk masuk ke alam metafisika yang penuh dengan mahluk khayalan.

Miyazaki juga menaruh berbagai setting dari “medieval” seperti dalam Kiki’s Delivery Services dan Porco Rosso dan “futuristik” seperti dalam Princes Mononoke dan Laputa. Miyazaki memberi sentuhan lain dalam film Kiki’s Delivery Services dengan kerjasamanya dengan Disney , sehingga karya Miyazaki benar-benar berbeda dari jajaran film Disney.

Miyazaki menjungkirbalikkan realitas dengan menaruh heroine (pahlawan wanita) ke medan perang dan duduk dalam wahananya- entah itu sapu terbang , pesawat terbang- selangkah lebih dekat menyentuh langit. Dalam Nausicaa , La Puta dan Kiki , semua itu begitu jelas terlihat. Dengan kelemahan fisik wanita , Miyazaki menjadikan mereka seperti Joan Of Arc , dan dia sendiri sebagai Tuhannya.

Miyazaki membuat dunia shojo begitu berbeda dari pahlawan-pahlawan wanita seperti Sailor Moon . Kumpulan sailor yang menunjukkan keseksian bergaya superhero khas Amerika yang melengkapi kekuatan super dengan fashion. Shojo-nya Miyazaki menunjukkan kesederhanaan , wanita-wanita dengan busana yang tidak berlebihan , tampak tidak begitu berbahaya. Disisi lain pahlawan wanita Miyazaki seperti yang disebut diatas memiliki kemandirian , keingintahuan yang tinggi , kekuatan yang tersembunyi.

shinmen takezo , april 2010

Bentara.Asia

One thought on “Hayao Miyazaki | Genius Anime Yang Mengandalkan Gadis (Shojo), Sebagai Pahlawannya

  1. Pingback: 20 Film Animasi Terbaik Sepanjang Masa | Bentara | Asia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s