Parfum Dan Kentut

Dalam norma – norma sekunder , seorang wanita yang berani kentut akan di hakimi masa. Apalagi ketika melangsungkan perjamuan kudus di malam valentine. Wanita di tuntut perilaku yang gemulai dan melambai . Ketika seorang wanita kentut , kecantikannya akan terkubur 7 inchi di bawah tanah . Oleh karena itu siapa wanita yang sudi mendeflasi dirinya ? . Kalau perlu , peredam suara buatan PT Pindad pun akan di beli . Tergantung kaliber kentut yang bersangkutan.

Kenapa tidak memandang dalam paralax yang lain , bahwa kentut adalah inner beauty . Sesuatu yang keluar dari dalam . Tetapi nyatanya sulit . Dulu kolega saya , sebut saja Fenny , dia lancang kentut di ruang tengah kantor . Bunyinya kencang sekali , entah berapa dB.  Maka para pria berduyun duyun melakukan self – evacuation . “Demi Rasputin yang agung , nenek sihir itu makan apa gerangan tadi pagi ? “

Padahal konon sudah dari sananya tubuh wanita itu harum . Itulah alasan utama tidak ada satupun pria yang berani melamar sebagai cheerleaders. Pretext lainnya adalah , pria menghidupi keluarga dengan keringat . Halah . Tetapi tuntutan masyarakat tidak boleh di bantah . Parfum menjadi suatu kebutuhan bagi wanita , sebagai salah satu inventori yang paling penting dalam setiap kampanye . Derivat2nya sebenarnya sudah umum di gunakan seperti kemenyan dalam berbagai upacara , baik untuk mengusir bau bangkai di penguburan , maupun mepertegas keagungan tuhan dalam ibadah , sebagai negasi atas narasi neraka yang berbau sulfur.

Parfum sepertinya masih belum di garap oleh jeratan fatwa ,  walaupun ada celah untuk mengharamkannya , karena mengandung alkohol yang memabukkan . Ditengah kontradiksi atas fatwa yang siap menanti dan trend yang berlaku.

Adalah hak setiap wanita untuk mengekspos dirinya mengatur atmosfernya , mengatur ritme gas buangnya . Tetapi adalah sebuah tantangan untuk menjadi diri sendirinya .

Be Rite Back

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s