Gereja Raksasa Kemayoran dan Pluralisme

Bangunan gereja raksasa ini terlihat kokoh dengan repetisi pilar Ionic yang seolah menopang kubah , nuansa klasiknya kentara walau tidak berat seperti basilika santo petrus di vatican. Berdiri megah di wilayah yang penuh dengan apartemen hingga rumah susun. Pemandangan yang begitu langka sebuah gereja di negara yang bermayoritas muslim , bahkan seolah lebih megah dari datum Katedral dan masjid Istiqlal. Lantas terpampang deretan “five solas” (lima element atau unsur) di bangunan tersebut sebagai simbol Reformasi Protestan. Sola Scriptura ( scripture / bible – kitab suci ) , Sola Fide (faith – kesetiaan) , Sola Gratia (grace) , Solus Christos (kristus) , Soli Deo Gloria ( memuliakan tuhan) . Secara keseluruhan bangunan tampak indah dan agung , walau menurut saya pribadi hanya simulacrum , copy , paste gaya klasik Barat yang di paksa duduk manis di negara Indonesia yang memiliki budaya dan kondisi yang berbeda.

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan membangun gereja di Indonesia. Konon negeri ini adalah negeri yang menjunjung tinggi toleransi antar umat beragama. Secara proporsional jumlah umat Protestan sangat signifikan walau tetap minor. Bukan bermaksud membela umat Protestan , mereka berhak membangun rumah ibadah sesuai kebutuhan jumlah umat mereka. Dengan berhasilnya gereja ini didirikan maka secara tidak langsung menepis isu sulitnya mendirikan gereja di negara yang bermayoritas muslim.

Gereja ini bisa menjadi landmark bagi cover album pluralisme nan utopis di negara ini. Sementara gereja kaki lima , gereja rukan , gereja kantor , gereja nomaden , gereja mall masih sibuk bergerilya. Kemegahan gereja ini juga merupakan wujud dari teologi kemakmuran yang menjadi salah satu pondasi dari reformasi protestan itu sendiri (John Calvin). Maka tidak heran ada bagian gedung tersendiri yang di namai Calvin. Teologi ini begitu kontradiktif dengan “kemiskinan” Yesus . Konsep Calvin lantas berkembang di Inggris dan USA. Konsep lain dari Calvin adalah konsep predestinasi (takdir versi kristen) , bahwa orang sudah di tentukan siapa saja yang masuk surga dan siapa yang masuk neraka. Penekanan materi pada doktrin Calvin mengundang komentar dari Gandhi sendiri .

I like your Christ, I do not like your Christians.(Mahatma Gandhi)

***

Pluralisme masih menjadi tantangan yang harus di pecahkan dalam republik ini. Jika lebih sering terjadi friksi daripada kerukunan hal ini seperti rem yang menghambat laju roda kendaraan. Dan pada gilirannya bisa melaju roda pembangunan.  Kehidupan sekular harus di kedepankan karena permasalahan agama adalah masalah pribadi terhadap yang di tuju , daripada menjadi identitas kelompok yang berujung pada praktek “perang agama”. Ada pihak yang merasa terancam , ada pihak yang merasa mayoritas sehingga berhak mendikte si minor , ada pihak yang merasa minor sehingga harus mencari umat untuk meningkatkan benteng pertahanan alami.

Jika perilaku ini yang terjadi maka kehidupan umat beragama lebih mirip kaum machiavellian. Sang pemimpin umat tereduksi sebagai panglima perang , pengusaha besar , penguasa absolute . Golden rule tereduksi menjadi fatwa . Umat beragama tereduksi menjadi serdadu. Ayat ayat tereduksi menjadi siasat perang . Tempat ibadah tereduksi menjadi tempat hiburan. Tuhan tereduksi menjadi wanita cantik. Pada gilirannya surga akan tereduksi menjadi neraka.

Mudah-mudahan ini tidak terjadi . Konflik antar umat beragama adalah hal yang nyata . Tetapi di tempat- tempat lain masih ada kerukunan antar umat beragama. Masih ada harapan.

3 thoughts on “Gereja Raksasa Kemayoran dan Pluralisme

  1. Pingback: basilika minor

  2. just a comment, menurut saya membangun gedung gereja yg besar maupun kecil tidak berhubungan dengan teologi apa pun. Lebih baik membangun 6000 seats dalam satu lahan, sehingga pada satu saat yg bersamaan “pesan mimbar” dapat disampaikan pada 6000 pasang telinga (mencegah pembiasan berita), ketimbang membuka 60 cabang dengan masing2 100 seats.

    Menurut saya, Teologi Yesus tidak mengajarkan kemiskinan. Jika kemiskinan yg dimaksud adalah dengan menyederhanakan bentuk atau tampilan sebuah rumah ibadah, mengecilkan kapasitasnya, membuatnya “semiskin mungkin” dalam artian penghematan/anti keborosan, u may check: Gedung Katedral Mesias dengan kapasitas total 10.000 seats (6000 kapasitas di Hall utama dan 4000 kapasitas di Aula John calvin lt.1) adalah gedung berkapasitas paling besar DI LAHAN PALING TERBATAS, dengan biaya desain, bahan, konstruksi, maintenance fee, lighting, yg paling EFISIEN.

    Ada sesuatu yg perlu ditelusuri dengan clear sebelum kita tergesa menyimpulkan sesuatu sesuai kecurigaan dan kesan yg nampak dari luar. Banyak orang yg gegabah menyimpulkan dan membuat sensasi, tapi marilah kita datang dan mempelajari sendiri.

  3. bang abdi yb

    Ajaran Apapun yang diajarkan , oleh tokoh besar , melahirkan multi interpretasi , karena itu sudah terjadi beberapa kali perpecahan (bahkan dalam satu agama pun) …….karena itu agama sekaligus bertujuan damai , sekaligus pula menimbulkan perang sepanjang masa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s