Resensi Buku : Tamasya Hiperealitas – Umberto Eco

Tamasya Hiper-realitas merupakan buku Eco yang paling banyak di kutip oleh peminat studi budaya. Dalam buku ini Eco membahas banyak hal secara divergen seakan memamerkan pengetahuan bak ensiklopedia , dibalut dengan keindahan ironi dan satir.  Berfokus pada fenomena simulakrum, copy , replika , imitasi terhadap produk – produk atau inventory abad pertengahan atau bahkan jauh lebih lampau lagi dengan skala 1:1 , detil mati-matian.  Atau berlipat ganda sehingga lebih nyata dari realitas yang ada sehingga melampaui realitas dan kehilangan konteks. Khususnya Eco menyorot hal ini terhadap kultur Amerika yang sepenuhnya pragmatis.

Bab Tamasya Hiperrealitas, Eco secara khusus menempatkan dirinya sebagai penonton “VIP” dan memandang hingar bingar kebudayaan Amerika dengan pandangan mengernyit. Museum-museum Amerika tak ubahnya seperti benteng kesunyian superman ( fortress of solitude). Begitu perkasa tapi menyendiri. Bangsa Amerika memang begitu pragmatis , dengan cara demikian mereka hidup dan justru menjadi penguasa. Seperti manusia yang hendak mengelus seekor semut , dan semut itu mati. Bangsa Amerika membuat sesuatu tampak nyata sehingga perlu membuat kepalsuan yang nyata. Membuat realitas sehingga melampaui realitas itu sendiri. Jika museum-museum itu lahir dari apa yang pernah ada , hanya saja di palsukan dengan ketelitian seukuran atom, dan begitu kacau sehingga orang-orang suci di pamerkan bersamaan dengan dinosaurus , selebritis seperti monroe , elvis dan campur aduk sehingga akhirnya seperti tempat sampah. Sementara dunia Disney dibangun dari yang tidak ada sama sekali. Dimana mahluk2 seperti Donald , Mickey dan lain – lain bukan melalui proses evolusi Darwin melainkan ada secara sekejap. Lagi – lagi merupakan contoh hiper-realitas.

Dan selanjutnya essay Eco mencakup bahasan multidimensi mulai dengan tamasya hiperealitas , teori eksposisi, piala dunia , sekte pemujaan sesat, dan seterusnya. Semua di kupas dalam sudut pandang Eco , dengan gaya khasnya yg bak ensiklopedia berjalan , kekuatan kata-kata yang satir dan jenaka.

Eco membicarakan dunia dengan sistem tanda (sign), dimana dunia di gambarkan , dimana kita penghuni dunia berkomunikasi.

Sebuah buku yang kaya akan pemikiran.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s