Parodi Demokrasi Untuk Teokrasi Tibet

Segera setelah aksi kerusuhan di Tibet yang di lancarkan orang-orang Tibet sehingga orang-orang Han sebagai pendatang menjadi korban. Barat melihat insiden ini sebagai mangsa empuk yang tidak boleh dilewatkan untuk menggoyang Tiongkok. Apalagi Tiongkok sebentar lagi akan menyelenggarakan event olahraga terakbar abad ini sebagai tuan rumah olimpiade. Event ini sangat penting bagi Tiongkok untuk menunjukkan kepada dunia sebagai expo keberhasilan mereka. Hal ini sangat tabu bagi pesaingnya , yaitu negara-negara kuat Eropa dan USA. Apalagi sudah terlanjur ditanamkan kepada dunia , betapa terbelakangnya Tiongkok dengan komunismenya. Nyatanya apa yang ditanamkan melalui agen-agen media barat kepada dunia ini tidak terbukti , dan Tiongkok terus melesat sebagai kekuatan ekonomi ataupun kekuatan regional.

Insiden Tibet memberikan harapan baru kepada barat untuk menggoyang kembali Tiongkok seperti yang senantiasa di lakukan sejak era perang dingin , china containment , insiden Tian An Men , Isue Ham , Isue penindasan kristen , issue Darfur – Sudan. Kesuksesan barat dan medianya berhasil membangkitkan gelombang demonstrasi. Seketika orang-orang berdemonstrasi bagaikan sapi di cocok hidungnya. Seolah memperjuangkan HAM dan Kemanusiaan tanpa tahu apa yang terjadi. Mereka berdemonstrasi bagaikan model yang sedang melenggang kangkung diatas catwalk jalan raya. Ironisnya gelandangan , sesama mereka , ada di sekitar mereka luput dari perhatian. Luput dari apa yang semestinya di perjuangkan. Semut di seberang lautan , Gajah di pelupuk mata tidak kelihatan. Sungguh Ironis.

Anehnya. Demokrasi dijadikan senjata andalan untuk mendukung teokrasi Tibet. Padahal sejarah Eropa yang muram di era medieval adalah hasil dari kekuasaan teokrasi yang absolute, dimana ilmu pengetahuan menjadi terpinggirkan, masyarakat menjadi terbelakang. Rohaniwan merangkap sebagai penguasa , berkerja sama dengan sistem monarki dan system feodal menciptakan badai inkuisisi bagi para cendikiawan , ilmuwan , alkemis , dan bahkan orang-orang suci yang tertuduh bida’ah seperti yang dialami Joan of Arc di tiang bakar.

Sekarang demokrasi hendak diangkat kepermukaan oleh para demonstran untuk mendukung teokrasi Tibet. Ini adalah contoh kesuksesan dan betapa penting peran media sebagai alat untuk menyetir jiwa muda dengan tenaga yang berlebihan tapi terlalu banyak waktu senggang. Jadilah demonstran sebagai alat untuk menunjukkan jati diri secara instant. Media barat dianggap selalu benar , dan media RRT dianggap sebagai corong pemerintah. Demonstrasi yang subjektif dan hanya sebagai fashion.

Dan untuk kesekian kalinya RRT terkepung sendirian oleh opini dunia yang diboncengi media barat. Tatkala Tiongkok terbelakang dan terkepung di perang dingin, dunia menertawakan kemiskinan mereka. Tatkala Tiongkok mencapai kemajuan , dunia menuduh bahwa kesuksesan mereka disertai dengan penindasan HAM. Masih banyak orang yang bersikukuh bahwa demokrasi adalah harga mati yang harus di cangkokkan ke semua negara dunia. Padahal Tiongkok mempunyai permasalahan yang khas , yang sepanjang ribuan tahun akrab dengan perang saudara yang menghabiskan begitu banyak korban jiwa . Sampai berdirinya RRT yang berhasil mendepak nasionalis ke seberang lautan dan menjadi penguasa tunggal. Jelas sudah bahwa kharakteristik bangsa Tiongkok memang membutuhkan sistem pemerintahan yang kuat dengan kontrol yang kuat termasuk kontrol terhadap media massa untuk mencegah terulangnya kembali potensi perang saudara. Perang saudara yang kalau terjadi akan membawa dampak bagi permasalahan dunia, seperti arus diaspora jilid baru. Dan kini RRT berhasil mencapai kemajuan sebagai negara yang sukses di segala bidang dengan cara yang berbeda dengan barat. Tentu negara apapun bukan surga dan tidak terlepas dari kesalahan termasuk negara yang konon menjunjung HAM tapi gemar berperang seperti USA.

Jadi masih relevankah demonstrasi untuk Free Tibet?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s