Perang dan Agama

addis-religion-war-cartoon.jpg

Perang salib dikatakan perang antar umat islam lawan umat nasrani ? Perang salib lebih menyerupai pertempuran dua hegemoni kawasan, yang kebetulan dalam hal ini rakyatnya beragama homogen. …., apalagi yang digunakan untuk mempersatukan kalau bukan kesamaan agama. Diluar carut marut perang, Paus , Baldwin the Lepreux , Salahuddin. Ada kisah lain yang luput untuk dicermati. Balian dari Ibelin bertahan di kota suci tiga agama , dengan senjata seadanya , dengan dukungan warga kota yang berasal (kalau mau dicatat AGAMA nya) , islam , yahudi , nasrani. Luar Biasa!!

Sayangnya sejarah perang salib sering dijadikan landasan teori bagi orang yang sok tahu dengan mengatakan bahwa umat agama tertentu gemar berperang………ck ck ck ck ……coba pahami konteks bahwa sejarah medieval memang haus peperangan, itu terjadi dimanapun termasuk di wilayah asia timur , eropa , timur tengah . Lantas apa mau ditarik ke wilayah agama?

Ada juga yang lebih konyol lagi. Perang Dunia II juga mau dikaitkan dengan agamanya. Padahal Prancis dan Italia biarpun rakyatnya beragama mayoritas sama , mereka berbeda kubu. Dan begitu pula Tiongkok dan Jepang.

200 tahun sesudah perang salib usai. Perang 100 tahun belum lagi berakhir antara Inggris dan Prancis. Begitu tertekannya sang Dauphine (raja prancis yang belum resmi) sampai mempercayakan seluruh kekuatan militer prancis pada seorang wanita belasan tahun yang bernama st. joan of arc. Kedua kubu bertempur dengan berkat pendeta. Inikah perang salib yang sesungguhnya? Salib melawan Salib? Mau di tarik ke wilayah agama lagi? Nasrani haus darah?

Menjauh dari wilayah Eropa , kita ke Asia Timur. Akhir abad 16 , Nobunaga membantai biksu di bukit Hiei , dan kemudian suksesornya , Hideyoshi dan Tokugawa menumpas kaum nasrani. umat manakah yang haus darah? 200 tahun sebelumnya. Laksamana Cheng Ho sampai harus ikut campur dalam pertempuran abadi di Srilanka, antara Sinhala yang homogen beragama X dan Tamil yang beragama Y? Inikah perang agama ? Umat beragama manakah yang haus darah?

Kembali ke Jepang. Hideyoshi membumihanguskan dinasti Joseon Korea, tetapi dipukul mundur oleh bantuan dinasti Ming. Tak pelak lagi kedua kubu itu beragama X. Umat beragama X haus darahkah? Disini Angkatan Laut Jepang mengalami kekalahan dari pihak Korea untuk pertama kalinya sebelum di hajar AL USA dalam perang dunia II 5 abad kemudian. Lantas siapa rohaniwan disana yang bertugas memberkati pasukan Jepang yang beringas?Pasukan Jepang tentu saja beragama X.

Kita ke Asia Selatan. Abad 20 , India Raya berpisah. Pakistan beragama X dan India beragama Y. Dapatkah disimpulkan ini menjadi perang X vs Y?.Didalam negara India juga ada minoritas Sikh , kebetulan salah satunya adalah pembunuh Indira Gandhi. Apakah agama Z itu haus darah?.

Tak jauh dari masa kita sekarang. Thailand beragama X berhadapan dengan minoritas beragama Y, Filipina beragama A berhadapan dengan minoritas beragama B. Indonesia beragama C berhadapan dengan minoritas beragama C (hahahaha) di ujung barat dan minoritas beragama D di ujung timur. dan di Maluku dan Poso terjadi pertempuran umat B vs Umat C. Kita harus mempertimbangkan juga suasana politik yang terjadi di belakangnya. Maluku meledak pada saat era pemerintahan Gus Dur. Dan bisa pula dikaitkan sebagai usaha segelintir orang untuk menggoyang Gus Dur.

Dalam menyikapi peperangan adalah:
1. Perang membutuhkan alasan. Pernahkah mendengar perang kedua negara terjadi karena pertandingan sepakbola. Ini terjadi kalau tidak salah di dua negara kecil di amerika tengah.
2. Perang membutuhkan musuh bersama atau sekaligus simbol pemersatu.(bisa etnis , agama , ideologi , tergantung mana dulu yang memenuhi syarat) Ini terjadi pada perang salib , dan konflik separatis dimanapun. (Tibet Buddha , Chechnya Muslim, Papua Katolik, Mindanao, Irlandia Katolik). Musuh bersama juga digunakan junta militer argentina dalam membangkitkan nasionalisme
Argentina dalam perang Falkland/Malvinas melawan Inggris. Nepal beragama X juga menghadapi gejolak “umat” berideologi Mao.

3. dalam diri seseorang dia akan beragama X, beretnis Y , berkebangsaan Z , dan berideologi W. Tidak selamanya orang akan berada pada satu daerah konflik sementara begitu banyak agregasi yang ada pada dirinya untuk X,Y,Z,W sembarang. Jadi jika tetap ngotot mengaitkan sebuah konflik beragama X ,jangan dilupakan bahwa etnis Y , bangza Z dan ideologinya bisa saja berbeda. Mengadili suatu umat beragama X ,a akan menyeret etnis sembarang yang kebetulan beragama X. Mengadili suatu etnis Y , akan menyeret sembarang agama yang kebetulan beretnis sama. Analisis yang dihasilkan akan menyerupai
usaha Sisyphus yang mengangkat batu berulang – berulang …..perjalanan yang sia-sia saja seperti hamster.

Sengaja saya tidak menyinggung tentang Tiongkok. Yang sejarah ribuan tahunnya dengan kebudayaan tinggi juga tidak jauh dari bau anyir peperangan. Apa penyebab peperangan dari rakyat yang berbudaya tinggi dan juga menganut kearifan agama timur?
Ada yang tahu apa penyebabnya?

3 thoughts on “Perang dan Agama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s