Komunis Anti Agama?

180px-stalin_church_1939.jpg

Dengan segala hormat saya mengatakan bahwa orang Tiongkok cenderung seperti pasir di lautan , begitu banyak akan tetapi sulit bersatu , terlihat dari maraknya perang saudara di sepanjang era dari dinasti hingga republik. Chiang Kai Sek bahkan meniadakan ancaman Jepang , dan lebih mengutamakan konfrontasi dengan Mao Ze Dong. “Jepang adalah penyakit kulit sedangkan Komunis adalah penyakit jantung”. Jadi dengan konflik internal seperti itu , Jepang lebih mudah menguasai sebagian wilayah Tiongkok. Chiang Kai Sek sampai harus di culik jendralnya baru mau bersedia bergabung dengan Mao melawan Jepang. Jepang pun tidak bisa dikatakan kalah dari Tiongkok ,sedangkan Sovyet hanya menjumpai mitos divisi elite Jepang di Manchuria ternyata cuman mitos. Jepang bukan dikalahkan baik oleh Sovyet ataupun Tiongkok , tetapi oleh USA. Dan lantas? Pasca Perang Dunia II , Tiongkok kembali dilanda perang saudara jilid II antara Nasionalis versus Komunis. Kemenangan Komunis pun bukan anugrah dari langit , karena kita tahu Mao Ze Dong terlibat persaingan dengan Komunis Soviet , Stalin juga masih terikat dengan aliansi Sekutu (Nasionalis Tiongkok) , Sementara Barat jelas-jelas ada dibelakang Chiang . Jadi PKT benar-benar terkucil.
Lantas darimana datangnya kemenangan komunis tersebut? Yah dari kebobrokan kubu Nasionalisme + Feodalisme yang masih ada. Kemenangan senantiasa datang dari kelengahan diri sendiri. Rakyat kecil teraniaya oleh kaum feodal , dan Negara dalam keadaan kacau , kesenjangan sosial, moral aparat pemerintah dan militer yang bobrok , inflasi ekonomi dan seterusnya. Dan rejim Chiang Kai Sek setelah kekalahannya , mendirikan pemerintahan diktator pula di Taiwan. Dan baru-baru ini terdengar kabar keterlibatan Chiang Kai Sek dalam tragedy kekerasan di negri itu di masa lalu.
Dan saya setuju bahwa Tiongkok sudah mengalami kerugian sepanjang ratusan tahun. Bukan saja dari berkobarnya perang saudara yang berkepanjangan , yang tidak perlu saya sebutkan satu persatu disini , akan tetapi juga diaspora dan terlebih korban perang menghilangkan juga sumber daya manusia Tiongkok yang kini menetap di negara-negara lain dan
telah menjadi warga negara di negara yang bersangkutan, kerusakan situs budaya , korban jiwa yang tidak sedikit. Setelah sedemikian kerugian material yang sangat besar.
Setelah komunis memenangkan perang saudara dan mendirikan RRT. Tiongkok menghadapi masalah baru. Sudah pasti pembangunan membutuhkan kestabilan dalam negri.Sementara kestabilan dalam negri mendapat tantangan dari kebijakan pengurungan Tiongkok oleh USA dan Barat dari segala penjuru , Semenanjung Korea , Jepang , Taiwan. Konfrontasi Mao dengan Kruschev (pasca Stalin) , Konflik perbatasan dengan India, Suasana perang dingin , perlombaan senjata dan seterusnya. Disini kita membicarakan Tiongkok sebagai Mahluk Raksasa yang sedang terjepit , antara hak untuk bertahan hidup entah dengan caranya sendiri yang tentu di mata orang luar tidak lumrah akan tetapi tidak terhindarkan bagi negri itu.
Revolusi Kebudayaan adalah dampak dari persaingan internal . Disini yang menjadi korban bukan saja , umat beragama , situs kebudayaan , akan tetapi juga anggota partai komunis itu sendiri. Jadi tidak semata-mata penyebabnya adalah ideology komunis itu sendiri. Tentu akan menjadi panjang lebar membicarakan segala kelebihan dan kekurangan Mao. Yang pasti kondisi awal bayi RRT itu membutuhkan kestabilan dan tidak menyediakan ruang bagi konflik-konflik baru , seperti yang dikatakan Maria , yang bisa menyebabkan perpecahan baru dan Tiongkok selamanya akan menjadi negara miskin.
Bicara Jepang tentu akan berkaitan satu sama lain sama seperti bantuan Amerika terhadap negara-negara Eropa Barat. Amerika sudah menduga bahwa setelah usai Perang dunia II , Sovyet akan menjadi musuh berikutnya. (Stalindengan manuvernya telah mencaplok Eropa Timur) ….Untuk membendung komunis, tidak bisa tidak USA memberi kebijakan yang berbeda kepada Jepang. Sementara di medan lainnya , semenanjung Korea , terlibat pertarungan sengit antara Korut dukungan RRT – dan Korsel dengan dan PBB(USA). Yah seperti ibarat permainan catur , masing2 kekuatan dunia bersiap memantapkan posisi untuk menghadapi konflik baru(cold war)……Milestone pencapaian Jepang adalah : Oda Clan – Toyotomi Clan – Tokugawa Shogunate – Restorasi Meiji hingga WW II dan pencapaiannya sekarang.
Yangmembedakan dengan Tiongkok , Jepang sudah dipersatukan oleh Oda , Toyotomi , Tokugawa , praktis tidak mengalami perang saudara berarti , kecuali letupan2 kecil agama , hingga restorasi Meiji. Sementara disaat yang bersamaan Tiongkok sudah mengalami berbagai perang saudara di masa Qing hingga Republik………maka benarlah jika dikatakan kerugian Tiongkok
sepanjang beberapa abad terakhir adalah tidak terhingga , sementara itu harus menghidupi rakyatnya yang jumlahnya terbesar didunia……..
Sementara Deng , sendiri adalah pesaing utama Mao pada masa itu akan tetapi Deng dibiarkan hidup (nasibnya berbeda dengan presiden Liu) , Karena Mao punya perhitungan sendiri bahwa Tiongkok akan membutuhkan Deng di masa mendatang. Dan komunis , memang hanya kulitnya saja , tetapi dibiarkan sebagai perekat keutuhan bangsa , sementara system ekonominya sudah lebih mirip “kapitalis” …..
Lagipula Jika Tiongkok langsung loncat ke tahapan demokrasi dimana kondisi negara tidak memungkinkan hanya akan menambah permasalahan baru danperpecahan baru. Mao membakar ladang hingga tuntas , dan Deng yang menanaminya kembali. Saya yakin pada masanya nanti Tiongkok akan merubah kebijakannya menjadi lebih moderat.
Sementara itu , Barat ……..seperti biasanya bermuka dua , Aktivitas pemberitaan berbanding lurus dengan laju investasinya , secara kiasan saya gambarkan sebagai kolaborasi arus masuk kapital dan leviathan media , CNN – Wall Mart , BBC – Reuter – Manchester United… (maaf hanya kiasan saja)
Terlepas dari kelebihan dan kekurangan Mao , Deng dan pemimpin komunis lainnya , dampak kekerasan (yang juga terjadi di pihak Barat sendiri) , pencapaian Tiongkok sekarang ini patut dicermati dengan objektif , yang buruk dibuang , yang baik diambil sebagai pembelajaran bagi bangsa lain yang sedang berkembang…….

3 thoughts on “Komunis Anti Agama?

  1. komunis itu tidak anti agama ,hanya berpandangan agama itu adalah hak personal.
    dan manusia tidak boleh jatuh pada persoalan hidup hanya mempermasalahkan agama.

    karl marx berbicara bahwa itu agama itu candu adalah pandangan nya secara personal bukan .meletakan bahwa komunis itu anti agama. karena dalam literatur ideologinya tidak ada bahwa dengan kamu menjadi komunis kamu harus anti agama atau relefansinya bahwa komunis itu anti agama

    jadi harus dibedakan antara pandangan PERSONAL DAN IDEOLOGI
    OK !!!

    masalah komunis DIANGGAP sebagai anti agama itu HANYA PROPAGANDA.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s