Resensi Buku : Imre Kertesz – Fateless

fateless1.jpg

Novel ini menceritakan kisah perjuangan seorang remaja Yahudi bernama George Koves, yang berusia belasan tahun di era Perang Dunia II dan terpaksa harus memasuki kamp kerja paksa, dan berpindah dari satu kamp ke kamp lainnya , dari Buchenwald, Auschwitz, Zeitz. Menarik untuk disimak tentang bagaimana dalam sudut pandang remaja dalam menyikapi pembantaian massal, pelecehan terhadap HAM, proses genocide terhadap bangsanya. Dalam usia belia George Koves memaknai penderitaan dan kekejaman dalam dunia kamp sebagai dunia “yang normal” bahkan lucu. Kamp yang seharusnya menjijikan, berbau anyir, kelam karena hawa kematian digambarkan sebagaimana adanya orang normal yang sedang tinggal dalam rumahnya sendiri yang nyaman.

Penulis novel ini, Imre mendapat hadiah nobel di tahun 2002. Dalam pengalaman nyatanya, dia juga mengalami masa-masa di kamp konsentrasi Buchenwald atau Auschwitz. Dengan kata lain novel ini merupakan cerminan dari pengalaman pribadinya.

Novel ini hampir setara dengan film La Vita e Bella (Life is Beautiful) tentang bagaimana seseorang melihat penderitaan dirinya, penderitaan orang lain , dan rentetan kekejaman yang tidak terlukiskan sebagai dunia yang normal yang harus disikapi dengan gembira.

4 thoughts on “Resensi Buku : Imre Kertesz – Fateless

  1. Pingback: Imre Kertesz – Fateless | My Blog

  2. Pingback: Imre Kertesz – Fateless « Personal Library

  3. Pingback: Imre Kertesz – Fateless | My Blog

  4. Pingback: Shinmen Takezo » Archive » Imre Kertesz – Fateless | Nobel Sastra

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s