Resensi Film : Cinderella Man

200px-cinderella_man_poster.jpg

Setting waktu dari film ini adalah “Great Depression” yang melanda USA di era pemerintahan presiden Franklin Delano Roosevelt , menyusul kejatuhan bursa saham nasionalnya. Akibatnya angka pengangguran dan kelaparan melanda negri ini. Dan pada masa sulit-sulit seperti itu, tinju adalah salah satu dari jalan pintas untuk mendapatkan ketenaran dan kemakmuran. Dalam masa inilah James Braddock hidup bersama istri dan anak-anaknya dalam suasana memprihatinkan. Russel Crowe yang memerankan tokoh James Braddock dengan sangat baik, digambarkan sebagai ayah yang sangat bertanggung jawab terhadap keluarganya, melakukan apa saja demi keluarganya, mulai dari berkerja serabutan, mengemis-ngemis, hingga rela dibayar 50 dollar untuk pertandingan come back-nya. Dan perut yang berbunyi tanda kelaparan dalam pertandingan come-back pertamanya. Dan dari letih dan lesu seusai bertanding dengan “riang” dia memberikan uang “kecil” itu buat keluarganya. Hiks,

Julukan Cinderella Man berasal dari kebangkitan James Braddock yang begitu cepatnya sejak melakukan come-back ke dunia tinju. Dalam keterangan di akhir film ini juga petinju legendaries lainnya, Joe Louis berpendapat bahwa James Braddock adalah salah satu petinju paling berani dan teguh yang pernah dihadapinya.

Film ini begitu dramatis seperti umumnya kisah nyata yang diangkat ke layar lebar. Membuat penonton pun menikmati nilai2 moral dari dialog2 dan kisahnya itu sendiri, dan saya sebagai penonton film ini juga serasa ikut berdebar cemas saat James Braddock bertanding melawan Max Baer, seperti para pemirsa para pendukung James Braddock yang ada di gereja (dalam film itu) , seperti anak-anak James yang dalam kebeliaannya mendengarkan siaran langsung radio yang meliput pertandingan ayahnya, atau seperti istri James itu sendiri. Banyak nilai2 moral yang bisa dipetik dari film ini, kelaparan dan kemiskinan bisa menjadi energi yang positive dan membuat seseorang menjadi termotivasi dan sebaliknya bisa membuat seseorang “jatuh” dan menjadi criminal kelas teri. Dan sebagai kepala keluarga, James, memberikan teladan bagaimana menjadi seorang ayah yang bertanggung jawab bagi keluarganya, kesetiaannya, dan peran keluarga sebagai salah satu pemicu semangatnya setiap dia berkerja dan bertanding.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s