Resensi Film : The Exorcist Of Emily Rose

200px-the_exorcism_of_emily_rose_film.jpg

Film ini mengisahkan kisah nyata seorang gadis muda yang tiba-tiba dirasuki enam roh jahat saat dia kuliah. Kasus ini lantas bergulir kemasalah hukum, Father More yang bertanggungjawab atas gadis itu didakwa dengan tuduhan mencegah larangan medis yang dinilai dapat menyelamatkan nyawa anak itu. Pertanyaannya adalah: Kenapa gadis yang taat beribadah bisa dirasuki roh-roh jahat seperti LEGION –yang menurut pengakuan roh jahat itu sendiri telah merasuki pula Kain (Anak Adam yang membunuh adiknya sendiri Habel) dalam kitab GENESIS, Yudas Iskariot yang menghianati gurunya dan juga NERO kaisar ROMA gila yang karena hobi dalam kegiatan seksual dan hobby membakar, lantas namanya diabadikan dalam salah satu program ‘dapur rekaman” paling populer saat ini, yaitu NERO.

Yang menarik, pengacara wanita yang membela Father More ini justru berpandangan agnostic—yang tentu saja tidak percaya akan eksistensi roh-roh jahat. Setelah bergumul dalam kasus ini, pengacara wanita ini akhirnya mengalami sendiri sebuah EKSISTENSI –apa yang semula tidak ia yakini. Dan singkat saja – dalam sidang pengadilan ternyata terungkap, sebuah dialog saat proses “exorcism” of Emily Rose, dialog antara roh jahat dengan father More dalam bahasa Latin, Father More yang bersikeras ingin mengetahui jati diri/ nama roh2 jahat tersebut, menjadi benang merah utama dalam film ini , si roh jahat akhirnya menyebut : one, two, three, four, five, six ……….i’m the one who dwelling with (cmiiw) CAIN (Kain) , Yudas dan Nero.

Esensi utama dari film ini adalah sebuah skema besar yang kasat mata (rancangan Tuhan) yang dengan kehendakNya membiarkan gadis yang beriman kepada-Nya dirasuki roh2 jahat, tujuannya adalah untuk orang-orang yang telah menganggap Tuhan telah mati (karena gaya hidup modern sekarang yang lebih mengandalkan pikiran dan ilmu pengetahuan dan mulai melupakan Tuhan) dengan cara menunjukkan eksistensi lainnya yaitu kekuatan jahat.

Pertanyaan berikutnya: Kenapa Tuhan ingin menunjukkan diri-nya dengan malah menunjukkan keberadaan Iblis?

Saya hanya berusaha menyajikan sudut pandang lain terhadap film ini.

Salah satu yang cukup relevan adalah pemikiran dari Philo dari Alexandria (abad 1-circa abad 2 AD) : menurut filsuf yang satu ini, kisah penciptaan penuh dengan makna2 abstract , salah satunya Hawa melambangkan panca indera dan Adam melambangkan akal budi, sementara Ular melambangkan ‘nafsu berahi’ . Philo banyak dipengaruhi oleh filsafat Plato , Philo menyadari bahwa esensi Tuhan diluar jangkauan pikiran manusia, maka Philo mengemukakan suatu ide yang menarik , yaitu VIA NEGATIVA ,atau jalan negative. Menurut dia manusia bisa mencapai pada hakikat Tuhan dengan memerinci apapun yang bukan Tuhan.

http://www.chasingthefrog.com/reelfaces/emilyrose.php

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s