Memoirs of A Geisha

geisha_033.jpg

Memoirs of A Geisha

Chiyo (bakal Nitta Sayuri—Zhang Zhi Yi) adalah gadis kecil berusia sembilan tahun yang tinggal di kota kecil Yoroido di pinggir pantai yang penduduknya kebanyakan adalah nelayan. Wajahnya yang cantik dan matanya yang unik dan berwarna biru kelabu membuat dirinya menarik perhatian Tuan Tanaka. Dan akhirnya membuat Chiyo dan dan Satsu, kakaknya dibawa ke Kyoto , ke sebuah Okiya dikawasan Gion. Jika Chiyo dianggap layak menjadi bakal geisha, maka kakaknya langsung dipisahkan dan dijual ke rumah pelacuran. Di Okiya itu , Chiyo sebagai yang paling junior sering ditugaskan melakukan pekerjaan2 rumah seperti layaknya pembantu rumah tangga walaupun Chiyo mulai masuk sekolah bersama teman kecilnya yang dijuluki “Labu”. Hatsumomo (Gong Li)—geisha seniornya dan salah satu geisha yang tercantik di Kyoto pada masa itu—sering memperlakukannya dengan kejam dan memfitnahnya. Bahkan Hatsumomo dengan liciknya menyuruh Chiyo untuk merusak kimono saingannya, Mameha (Michelle Yeoh). Hutang Chiyo terus bertambah. Dan suatu ketika upaya Chiyo untuk kabur bersama kakaknya mengalami kegagalan. Nyonya Nitta (pengurus Okiya) menghukumnya menjadi pelayan seumur hidup dan tidak akan dijadikan sebagai geisha, akibatnya Chiyo mungkin akan berkerja seumur hidupnya untuk membayar hutangnya sebagai pelayan. Tetapi surat dari Tuan Tanaka yang menjelaskan bahwa kedua orang tua Chiyo sudah meninggal dan kakaknya telah kabur membuat Chiyo mulai memikirkan masa depannya sendiri karena tidak bisa mengandalkan siapa2 lagi. Pertemuannya dengan Tuan Iwamura Ken (Ken Watanabe) menjadi titik balik dalam kehidupannya, Chiyo merasakan bahwa dunia ini masih menyisakan sedikit kebaikan bagi dirinya, dia terpesona kehangatan dengan pria yang jauh lebih tua, dan sejak saat itu Chiyo memutuskan untuk menjadi Geisha. Harapannya ini terwujud saat Mameha mendatangi nyonya Nitta dan menawarkan diri menjadi kakak angkatnya, suatu tawaran yang sulit ditolak oleh nyonya Nitta, mengingat reputasi Mameha sebagai geisha nomor satu di Gion. Dan daya tarik utama dari kisah ini adalah intrik-intrik diantara kedua geisha papan atas ini untuk saling menjatuhkan.

Film ini menyajikan kehidupan geisha secara artistic sekaligus kelam tetapi cukup merubah pemahaman banyak orang bahwa geisha bukanlah seorang pelacur. Adaptasi dari novel aslinya cukup banyak menghadirkan pemenggalan, perubahan kronologis, dan perubahan disana-sini. Walau film ini cukup artistic, tapi tidak sedalam novelnya tentang mengupas pemahaman mengenai dunia geisha ini. Dan tampaknya scenario dipaksakan untuk disesuaikan pada ketiga artis internasional China ini, bukan sebaliknya. Banyak deskripsi yang tidak terwakili dalam film ini , yang tampaknya demi alasan komersial.

6 thoughts on “Memoirs of A Geisha

  1. Pingback: Geisha « Writing And Being

  2. Pingback: Geisha : My Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s