<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Indonesian-Chinese History Study Group</title>
	<atom:link href="http://parahyangan.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://parahyangan.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sat, 21 Jan 2012 23:12:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='parahyangan.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Indonesian-Chinese History Study Group</title>
		<link>http://parahyangan.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://parahyangan.wordpress.com/osd.xml" title="Indonesian-Chinese History Study Group" />
	<atom:link rel='hub' href='http://parahyangan.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Film : The Road Home [1999] – Debut Zhang Zhiyi , Masterpiece Zhang Yimou</title>
		<link>http://parahyangan.wordpress.com/2011/12/18/film-the-road-home-1999-debut-zhang-zhiyi-masterpiece-zhang-yimou-2/</link>
		<comments>http://parahyangan.wordpress.com/2011/12/18/film-the-road-home-1999-debut-zhang-zhiyi-masterpiece-zhang-yimou-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Dec 2011 23:46:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>parahyangan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni & Literature]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[zhang yimou]]></category>
		<category><![CDATA[zhang zhiyi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parahyangan.wordpress.com/?p=1797</guid>
		<description><![CDATA[Author // Yan Widjaya &#38; Rinto Jiang Budaya-Tionghoa.Net &#124; Film The Road Home [1999] diangkat dari novel “Remembrance” yang ditulis oleh Bao Shi yang mempunyai judul lain “Wo De Fu Qin Mu Qin” yang artinya “Ayah dan Ibuku”. Setting sejarah novel ini adalah menjelang masa Revolusi Kebudayaan Mao di tahun 1966. Dalam novelnya , penulis [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parahyangan.wordpress.com&amp;blog=1759200&amp;post=1797&amp;subd=parahyangan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Author // Yan Widjaya &amp; Rinto Jiang</strong></p>
<p><strong>Budaya-Tionghoa.Net |</strong> Film The Road Home [1999] diangkat dari novel “Remembrance” yang ditulis oleh Bao Shi yang mempunyai judul lain “Wo De Fu Qin Mu Qin” yang artinya “Ayah dan Ibuku”. Setting sejarah novel ini adalah menjelang masa Revolusi Kebudayaan Mao di tahun 1966. Dalam novelnya , penulis terlihat ingin menyorot segi lain menjelang revolusi , masa dimana tiada hari tanpa revolusi dengan mengupas kisah romantis ringan yang kontras dengan beban-beban revolusi yang berat.</p>
<p>Inti cerita bersetting medio tahun 1960an menjelang Revolusi Kebudayaan. Tokoh utamanya adalah pemuda bernama Luo Yusheng , seorang pengusaha dari kota yang pulang kampung halamannya di Tiongkok utara untuk melayat pemakaman ayahandanya. Mendiang ayahnya , Luo Changyu adalah seorang guru yang sangat dihormati oleh penduduk setempat.</p>
<p>Ibunda Yusheng menghendaki upacara tradisional dalam pemakaman . Sang anak demi menghormati keinginan ibunya , kemudian menyetujui kehendak ibunya kendati jaman dibawah rejim komunis telah berubah. Ternyata pada hari pemakaman , lebih dari seratus pria , para mantan murid Luo Changyu , secara bergantian memberikan penghormatan untuk menggotong peti mati gurunya tanpa mau menerima bayaran sedikitpun uang yang disediakan Yusheng. Demi menghormati ayahnya , Yusheng mengajar di sekolah desa selama sehari. Ternyata pengalaman sehari itu sangat membekas dalam hatinya. Apakah Yusheng akan meninggalkan desa untuk melanjutkan bhakti kepada mendiang ayahnya dengan menjadi guru desa ? Film drama bermutu tinggi ini diproduksi oleh Guang Xi Film Studio bekerja sama dengan Beijing New Pictures. Untuk distribusi global ditangani oleh Columbia Pictures Film Production Asia. Sayangnya film ini tidak beredar di bioskop-bioskop Indonesia tetapi masih bisa dinikmati karena terdistribusi dalam bentuk disc film.</p>
<div><img src="https://lh3.googleusercontent.com/-XBqCsFyxk3I/TuLCHXfvhSI/AAAAAAAACOA/2rBoQKy6dQw/s800/The%252520Road%252520Home%252520-%252520Zhang%252520Zhiyi.jpg" alt="" width="720" border="0" /></div>
<p><strong>NILAI BUDAYA</strong></p>
<p>Zhang Yimou adalah seorang sineas besar dari kelompok sutradara yang kerap disebut sutradara generasi kelima. Zhang sering dituduh oleh pemerintahnya sendiri sebagai pembangkang sehingga filmnya sulit beredar di negaranya sendiri. Sejak film debutnya dalam “Red Sorghum” [1998] disusul “Ju Dou” , “Raise the Red Lantern” , “Not One Less” , <a href="http://web.budaya-tionghoa.net/seni-dan-hobby/sinematografi/1361-film-the-story-of-qiu-ju-seberapa-tionghua-sebuah-film-bagi-masyarakat-amerika">“Story of Qiu Ju</a>” , sampai film “Hero” dan “House of Flying Dagger”, secara lihai dia menyusupkan kekhasan budaya Tionghua. ||| <a href="http://web.budaya-tionghoa.net/seni-dan-hobby/sinematografi/1310-film-the-road-home-1999-debut-zhang-zhiyi-" target="_blank"><strong>READ MORE</strong></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/parahyangan.wordpress.com/1797/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/parahyangan.wordpress.com/1797/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/parahyangan.wordpress.com/1797/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/parahyangan.wordpress.com/1797/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/parahyangan.wordpress.com/1797/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/parahyangan.wordpress.com/1797/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/parahyangan.wordpress.com/1797/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/parahyangan.wordpress.com/1797/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/parahyangan.wordpress.com/1797/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/parahyangan.wordpress.com/1797/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/parahyangan.wordpress.com/1797/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/parahyangan.wordpress.com/1797/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/parahyangan.wordpress.com/1797/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/parahyangan.wordpress.com/1797/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parahyangan.wordpress.com&amp;blog=1759200&amp;post=1797&amp;subd=parahyangan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parahyangan.wordpress.com/2011/12/18/film-the-road-home-1999-debut-zhang-zhiyi-masterpiece-zhang-yimou-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8109209dab6aa452a3c9e7259c2b27e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">shinmen takezo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://lh3.googleusercontent.com/-XBqCsFyxk3I/TuLCHXfvhSI/AAAAAAAACOA/2rBoQKy6dQw/s800/The%252520Road%252520Home%252520-%252520Zhang%252520Zhiyi.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Seni Sebagai Seorang Guru</title>
		<link>http://parahyangan.wordpress.com/2011/12/18/seni-sebagai-seorang-guru/</link>
		<comments>http://parahyangan.wordpress.com/2011/12/18/seni-sebagai-seorang-guru/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Dec 2011 23:43:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>parahyangan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah & Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[confucius]]></category>
		<category><![CDATA[kisah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parahyangan.wordpress.com/?p=1795</guid>
		<description><![CDATA[Xie Zheng Ming  &#124; Guru adalah sebuah profesi yang mulia. Tanpa guru kita semua tidak akan memiliki hari ini. Sebagai seorang guru, beliau memiliki dua tugas utama yaitu: mengajar dan mendidik. Dianta ra dua  tugas ini, tugas mendidiklah yang paling berat. Mengajar hanyalah sebatas pada materi pelajaran, sedangkan mendidik menyangkut akhlak dan moralitas. Mengajar hasilnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parahyangan.wordpress.com&amp;blog=1759200&amp;post=1795&amp;subd=parahyangan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Xie Zheng Ming  |</strong> Guru adalah sebuah profesi yang mulia. Tanpa guru kita semua tidak akan memiliki hari ini. Sebagai seorang guru, beliau memiliki dua tugas utama yaitu: mengajar dan mendidik. Dianta ra dua  tugas ini, tugas mendidiklah yang paling berat. Mengajar hanyalah sebatas pada materi pelajaran, sedangkan mendidik menyangkut akhlak dan moralitas. Mengajar hasilnya bisa dirasakan dalam waktu singkat, sebaliknya hasil didikan seorang guru baru bisa dirasakan ketika siswa tersebut memasuki kehidupan dalam bermasyarakat. Untuk dapat mendidik seorang siswa dengan baik,seorang guru harus benar-benar memahami karakter setiap muridnya. Untuk memberitahukan satu hal yang sama seorang guru harus menyiapkan banyak cara.</p>
<p>Kisah berikut menceritakan bagaimana cara Confucius dalam mendidik setiap siswanya. Confucius memiliki banyak sekali murid,diantaranya adalah Zi Lu dan Zai Qiu.Suatu hari Zi Lu bertanya kepada sang guru: “Guru jika kita mendengar ada sebuah hal yang harus segera dikerjakan, bolehkah kita langsung mengerjakannya? Confucius menjawab: “Tidak boleh.Kita harus mendengarkan pendapat orang yang lebih tua terlebih dahulu. Jika masih memiliki orang tua, mintalah mereka untuk memberikan pendapatnya terhadap hal tersebut.Sesudahnya barulah kita boleh bertindak.”</p>
<p>Pada kesempatan lain Zai Qiu menanyakan hal yang sama kepada sang guru. Kali ini Confucius memberikan jawaban lain: “Segera laksanakanlah.” ||| <strong><a href="http://web.budaya-tionghoa.net/religi-filosofi/konghucu-confucian/1251-seni-sebagai-seorang-guru-">READ MORE</a></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/parahyangan.wordpress.com/1795/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/parahyangan.wordpress.com/1795/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/parahyangan.wordpress.com/1795/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/parahyangan.wordpress.com/1795/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/parahyangan.wordpress.com/1795/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/parahyangan.wordpress.com/1795/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/parahyangan.wordpress.com/1795/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/parahyangan.wordpress.com/1795/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/parahyangan.wordpress.com/1795/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/parahyangan.wordpress.com/1795/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/parahyangan.wordpress.com/1795/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/parahyangan.wordpress.com/1795/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/parahyangan.wordpress.com/1795/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/parahyangan.wordpress.com/1795/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parahyangan.wordpress.com&amp;blog=1759200&amp;post=1795&amp;subd=parahyangan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parahyangan.wordpress.com/2011/12/18/seni-sebagai-seorang-guru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8109209dab6aa452a3c9e7259c2b27e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">shinmen takezo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Film : The Joy Luck Club [1993] – Film Spesial Untuk Wanita Tionghoa</title>
		<link>http://parahyangan.wordpress.com/2011/12/18/film-the-joy-luck-club-1993-film-spesial-untuk-wanita-tionghoa/</link>
		<comments>http://parahyangan.wordpress.com/2011/12/18/film-the-joy-luck-club-1993-film-spesial-untuk-wanita-tionghoa/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Dec 2011 23:41:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>parahyangan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ragam & Peristiwa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parahyangan.wordpress.com/?p=1793</guid>
		<description><![CDATA[Yan Widjaya &#124; Film drama “The Joy Luck Club” (1993) ini bukanlah karya Oliver Stone . Oliver Stone disini hanya menjabat sebagai produser eksekutif bersama Amy Tan, sang novelis yang karya novelnya diadaptasi menjadi film ini. Filmnya dibintangi Wen Ming Na , Kieu Chinh, Tsai Chin, France Nuyen, Lisa Lu, Tamlyn Tomita, Rosalind Chao, Andrew [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parahyangan.wordpress.com&amp;blog=1759200&amp;post=1793&amp;subd=parahyangan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><strong>Yan Widjaya | </strong>Film drama “The Joy Luck Club” (1993) ini bukanlah karya Oliver Stone . Oliver Stone disini hanya menjabat sebagai produser eksekutif bersama Amy Tan, sang novelis yang karya novelnya diadaptasi menjadi film ini. Filmnya dibintangi Wen Ming Na , Kieu Chinh, Tsai Chin, France Nuyen, Lisa Lu, Tamlyn Tomita, Rosalind Chao, Andrew McCarthy, dll.</p>
<p><img class="alignleft" style="border:8px solid black;margin:8px;" src="https://lh3.googleusercontent.com/-MwDNJKut81Y/TuQFthfEUGI/AAAAAAAACOg/wcmPUZ8X_Wo/s327/The_Joy_Luck_Club_%252528film%252529.jpg" alt="" width="220" height="327" border="0" />Sutradaranya adalah, Wayne Wang <big>王颖</big>, seorang sutradara Tionghua asal Amerika. Sebelumnya Wang telah membuat film-film mengenai imigran Tionghua di Amerika seperti “Dim Sum: A Little of Bit Heart” (1985) , “Dimsum Take Out” (1998) dan “Eat a Bowl of Tea” (1989) dan sempat mengarahkan Jennifer Lopez dalam “Maid in Manhattan” (2002).</p>
<div>Ada pun “The Joy Luck Club” dibuat tahun 1993 yang diadaptasi berdasarkan novel laris karangan Amy Tan. Filmnya tak pernah ditayangkan di bioskop-bioskop Indonesia. Namun laser disc dan vcd originalnya pernah beredar kira-kira sepuluh tahun lalu. Bukunya pun sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia, diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama, kira-kira pada tahun 1995.</div>
<div>Diceritakan June (diperani Wen Ming-Na ), seorang wanita muda Tionghua -Amerika, yang menggantikan kedudukan ibunya yang baru meninggal, dalam permainan kartu mahjong. Permainan tersebut selalu dimainkan empat orang. Tiga wanita tua yang sudah puluhan tahun memainkannya bareng mendiang ibu June, semuanya berasal dari China Daratan. Mereka kelahiran era feodal sebelum berdirinya Republik Rakyat Tiongkok tahun 1949 ||| <strong><a href="http://web.budaya-tionghoa.net/seni-dan-hobby/sinematografi/1205-film-the-joy-luck-club-1993-film-spesial-untuk-wanita-tionghoa" target="_blank">READ MORE</a></strong></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/parahyangan.wordpress.com/1793/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/parahyangan.wordpress.com/1793/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/parahyangan.wordpress.com/1793/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/parahyangan.wordpress.com/1793/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/parahyangan.wordpress.com/1793/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/parahyangan.wordpress.com/1793/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/parahyangan.wordpress.com/1793/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/parahyangan.wordpress.com/1793/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/parahyangan.wordpress.com/1793/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/parahyangan.wordpress.com/1793/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/parahyangan.wordpress.com/1793/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/parahyangan.wordpress.com/1793/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/parahyangan.wordpress.com/1793/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/parahyangan.wordpress.com/1793/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parahyangan.wordpress.com&amp;blog=1759200&amp;post=1793&amp;subd=parahyangan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parahyangan.wordpress.com/2011/12/18/film-the-joy-luck-club-1993-film-spesial-untuk-wanita-tionghoa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8109209dab6aa452a3c9e7259c2b27e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">shinmen takezo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://lh3.googleusercontent.com/-MwDNJKut81Y/TuQFthfEUGI/AAAAAAAACOg/wcmPUZ8X_Wo/s327/The_Joy_Luck_Club_%252528film%252529.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Dinasti Sui (581 &#8211; 618 M) : Re-unifikasi</title>
		<link>http://parahyangan.wordpress.com/2011/12/18/dinasti-sui-581-618-m-re-unifikasi/</link>
		<comments>http://parahyangan.wordpress.com/2011/12/18/dinasti-sui-581-618-m-re-unifikasi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Dec 2011 23:27:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>parahyangan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dinasti Sui]]></category>
		<category><![CDATA[seri sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[sui wendi]]></category>
		<category><![CDATA[sui yangdi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parahyangan.wordpress.com/?p=1791</guid>
		<description><![CDATA[Budaya-Tionghoa.Net &#124; Tiongkok baru dapat bersatu kembali di bawah pemerintahan Dinasti Sui (581-618) yang didirikan oleh Yang Jian dengan gelarnya Sui Wendi (581-604). Beliau merupakan seorang raja berkemampuan tinggi, yang sanggup memulihkan perdamaian setelah masa kacau selama ratusan tahun. Untuk membantunya dalam memerintah ia juga menunjuk menteri-menteri yang pandai serta berusaha untuk meningkatkan pertanian. Artikel [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parahyangan.wordpress.com&amp;blog=1759200&amp;post=1791&amp;subd=parahyangan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a><strong>Budaya-Tionghoa.Net </strong></a>| Tiongkok baru dapat bersatu kembali di bawah pemerintahan Dinasti Sui (581-618) yang didirikan oleh Yang Jian dengan gelarnya Sui Wendi (581-604). Beliau merupakan seorang raja berkemampuan tinggi, yang sanggup memulihkan perdamaian setelah masa kacau selama ratusan tahun. Untuk membantunya dalam memerintah ia juga menunjuk menteri-menteri yang pandai serta berusaha untuk meningkatkan pertanian.<span id="more-1791"></span></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="1" align="left" bgcolor="#f3f3f3">
<tbody>
<tr>
<td>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="1" align="left" bgcolor="#c1cddb">
<tbody>
<tr>
<td width="229">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="5" bgcolor="#fffde8">
<tbody>
<tr>
<td colspan="3"><strong>Artikel Terkait :</strong></p>
<ul>
<li><a href="http://web.budaya-tionghoa.net/the-history-of-china/the-history-of-zhou-dynasty/211-dinasti-zhou-1122-256-sm-dan-lahirnya-para-filosof-besar-ba1"> Dinasti Zhou [1122-256 SM] : Lahirnya Para Filsuf Besar</a></li>
<li><a href="http://web.budaya-tionghoa.net/the-history-of-china/the-history-of-qing-dynasty/267-serial-sejarah-dinasti-qing-1644-1912"> Dinasti Qing (1644 – 1912) : Melampaui &#8220;China Proper&#8221;</a></li>
<li><a href="http://web.budaya-tionghoa.net/the-history-of-china/the-history-of-ming-dynasty/268-serial-sejarah-dinasti-ming-1368-1644-"> Dinasti Ming (1368 &#8211; 1644M ) : Pelayaran Samudera </a></li>
<li><a href="http://web.budaya-tionghoa.net/the-history-of-china/the-history-of-yuan-dynasty/269-serial-sejarah-dinasti-yuan-1279-1368"> Dinasti Yuan (1279 – 1368 M) : Toleransi Agama </a></li>
<li><a href="http://web.budaya-tionghoa.net/the-history-of-china/the-history-of-song-dynasty/270-serial-sejarah-dinasti-song-960-1268"> Dinasti Song (960 – 1268 M) : &#8220;Revolusi Industri dan Lompatan Teknologi&#8221; </a></li>
<li><a href="http://web.budaya-tionghoa.net/the-history-of-china/the-history-of-tang-dynasty/271-serial-sejarah-dinasti-tang-618-906"> Dinasti Tang (618 – 906 M) : Megapolitan Chang&#8217;an </a></li>
<li><a href="http://web.budaya-tionghoa.net/the-history-of-china/the-history-of-han-dynasty/273-serial-sejarah-dinasti-han-206-sm-221m"> Dinasti Han (206 SM – 221M) : Interaksi Timur Dan Barat </a></li>
<li><a href="http://web.budaya-tionghoa.net/the-history-of-china/the-history-of-qin-dynasty/274-serial-sejarah-dinasti-qin-221-206-sm"> Dinasti Qin : (221 – 206 SM) : Unifikasi Dan Pencapaian Yang Singkat</a></li>
<li><a href="http://web.budaya-tionghoa.net/budaya-tionghoa/mythology-of-china/357-erlang-shen"> Erlang Shen</a></li>
</ul>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pengganti Yang Jian, Kaisar Sui Yangdi (604 – 617) sayangnya bukan kaisar yang cakap dan lebih mementingkan bermewah-mewah ketimbang mengurus masalah kenegaraan. Dengan mengabaikan protes para menterinya, Yangdi memerintahkan pembangungan ibu kota kedua, Luoyang. Dua juta pekerja telah diperintahkan untuk membangun istana megah serta danau buatan di kota tersebut lengkap dengan tamannya yang memiliki luas 155 km2.</p>
<p>Kala musim dingin tiba, pada pohon-pohon di taman tersebut digantungkan daun dan bunga-bungaan dari sutra. Kaisar Yangdi melanjutkan pembangunan terusan yang telah dimulai oleh Kaisar Sui Wendi yang menghubungkan utara dan selatan, mulai dari lembah Sungai Yangzi hingga mencapai daerah Beijing sekarang. Terusan sepanjang kurang lebih 2000 km tersebut dapat dikatakan merupakan salah satu mahakarya Bangsa Tionghoa, karena dibangun sekitar 12 abad lebih dahulu dibandingkan dengan pembangungan Terusan Suez oleh bangsa Barat.</p>
<p>Kejatuhan Yangdi dipercepat oleh usahanya yang gagal untuk menaklukkan Korea, dimana hal tersebut sangat menghabiskan sumber daya negara. Pada masa akhir pemerintahannya Sungai Huanghe meluap yang mengakibatkan penderitaan di kalangan rakyat. Kerusuhan terjadi di mana-mana. Li Yuan seorang tokoh militer dari Utara menaklukkan ibu kota Chang’an dan Yangdipun melarikan diri ke selatan, di mana ia dicekik sampai mati oleh putera seorang menteri yang pernah dipermalukannya.</p>
<p>Li Yuan kemudian mengangkat cucu Yangdi sebagai Kaisar Gongdi (617-618) dan ia sendiri menjadi walinya, tetapi setahun kemudian diturunkannya dari tahta dan ia sendiri mengangkat dirinya sebagai kaisar dengan gelar Tang Gaozong (618 – 626). Dengan demikian berakhirlah Dinasti Sui dan masa kekuasaan Dinasti Tangpun mulailah.</p>
<p>***</p>
<p>Tulisan ini adalah bagian dari Serial Sejarah , yang bisa anda ikuti melalui link dibawah ini .</p>
<p>[<a href="http://web.budaya-tionghoa.net/the-history-of-china/san-huang-wu-di-/62-tiga-raja-dan-lima-kaisar">San Huang Wudi</a>] [Xia] [<a href="http://web.budaya-tionghoa.net/the-history-of-china/the-history-of-shang-dynasty">Shang</a>] [<a href="http://web.budaya-tionghoa.net/the-history-of-china/the-history-of-zhou-dynasty/211-dinasti-zhou-1122-256-sm-dan-lahirnya-para-filosof-besar-ba1">Zhou</a>] [<a href="http://web.budaya-tionghoa.net/the-history-of-china/the-history-of-qin-dynasty/274-serial-sejarah-dinasti-qin-221-206-sm">Qin</a>] [<a href="http://web.budaya-tionghoa.net/the-history-of-china/the-history-of-han-dynasty/273-serial-sejarah--dinasti-han-206-sm--221m">Han</a>] [Samkok] [Jin] [<a href="http://web.budaya-tionghoa.net/the-history-of-china/the-history-of-sui-dynasty/272-serial-sejarah--dinasti-sui-581-618">Sui</a>] [<a href="http://web.budaya-tionghoa.net/the-history-of-china/the-history-of-tang-dynasty/271-serial-sejarah--dinasti-tang-618--906">Tang</a>][<a href="http://web.budaya-tionghoa.net/the-history-of-china/the-history-of-song-dynasty/270-serial-sejarah--dinasti-song-960--1268">Song</a>] [<a href="http://web.budaya-tionghoa.net/the-history-of-china/the-history-of-yuan-dynasty/269-serial-sejarah--dinasti-yuan-1279--1368">Yuan</a>] <a href="http://web.budaya-tionghoa.net/the-history-of-china/the-history-of-ming-dynasty">[Ming</a>] [Qing]</p>
<p><a><strong>Budaya-Tionghoa.Net </strong></a>|<strong><a href="http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/message/16127">Mailing-List Budaya Tionghua</a></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/parahyangan.wordpress.com/1791/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/parahyangan.wordpress.com/1791/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/parahyangan.wordpress.com/1791/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/parahyangan.wordpress.com/1791/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/parahyangan.wordpress.com/1791/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/parahyangan.wordpress.com/1791/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/parahyangan.wordpress.com/1791/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/parahyangan.wordpress.com/1791/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/parahyangan.wordpress.com/1791/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/parahyangan.wordpress.com/1791/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/parahyangan.wordpress.com/1791/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/parahyangan.wordpress.com/1791/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/parahyangan.wordpress.com/1791/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/parahyangan.wordpress.com/1791/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parahyangan.wordpress.com&amp;blog=1759200&amp;post=1791&amp;subd=parahyangan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parahyangan.wordpress.com/2011/12/18/dinasti-sui-581-618-m-re-unifikasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8109209dab6aa452a3c9e7259c2b27e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">shinmen takezo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah Zhuangzi : Katak Dibawah Sumur Yang Dangkal</title>
		<link>http://parahyangan.wordpress.com/2011/12/18/kisah-zhuangzi-katak-dibawah-sumur-yang-dangkal/</link>
		<comments>http://parahyangan.wordpress.com/2011/12/18/kisah-zhuangzi-katak-dibawah-sumur-yang-dangkal/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Dec 2011 23:11:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>parahyangan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah & Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[zhuangzi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parahyangan.wordpress.com/?p=1787</guid>
		<description><![CDATA[Budaya-Tionghoa.Net &#124; Pada suatu waktu , hiduplah seekor katak di sumur yang dangkal . Suatu hari , seekor kura-kura yang datang berkelana dari Laut Timur sampai disana dan melihat sang katak. Sang katak dengan bangga berkata kepada tamunya , &#8221; Saya begitu bahagia . Ketika saya pergi , saya melompat pagar sumur. Ketika saya kembali [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parahyangan.wordpress.com&amp;blog=1759200&amp;post=1787&amp;subd=parahyangan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Budaya-Tionghoa.Net | </strong>Pada suatu waktu , hiduplah seekor katak di sumur yang dangkal . Suatu hari , seekor kura-kura yang datang berkelana dari Laut Timur sampai disana dan melihat sang katak.</p>
<p>Sang katak dengan bangga berkata kepada tamunya , &#8221; Saya begitu bahagia . Ketika saya pergi , saya melompat pagar sumur. Ketika saya kembali ke rumah , saya beristirahat di lubang pada tembok sumur yang retak. Ketika saya melompat . Ketika saya berjalan di lumpur , terlindungi oleh kaki saya. Saya melihat sekeliling , cacing , kepiting , jentik dan tidak ada yang sebanding dengan saya. Saya adalah penguasa dua dunia , air dan darat . Kebahagian saya luar biasa , tuan kura-kura kenapa anda tidak turun dan  mampir kerumah saya yang menakjubkan ini.</p>
<p>Sang kura-kura mencoba untuk memaksakan diri turun ke bawah sumur. Tetapi sebelum itu lutut kanannya cidera , dan hendak mengurungkan niatnya. Menyadari betapa kecilnya sumur ini , sang kura-kura mulai menjelaskan Laut Timur kepada si kodok.</p>
<p>&#8220;Ukuran dari Laut Timur diluar imajinasi terliar anda. Bahkan sebuah jarak ribuan mil tidak bisa memberikan anda betapa luasnya lautan. Bahkan gambaran ribuan kaki tidak bisa |||<strong> <a href="http://web.budaya-tionghoa.net/budaya-tionghoa/kisah-renungan/1180-kisah-zhuangzi-katak-dibawah-sumur-yang-dangkal-" target="_blank">READ MORE</a></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/parahyangan.wordpress.com/1787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/parahyangan.wordpress.com/1787/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/parahyangan.wordpress.com/1787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/parahyangan.wordpress.com/1787/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/parahyangan.wordpress.com/1787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/parahyangan.wordpress.com/1787/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/parahyangan.wordpress.com/1787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/parahyangan.wordpress.com/1787/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/parahyangan.wordpress.com/1787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/parahyangan.wordpress.com/1787/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/parahyangan.wordpress.com/1787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/parahyangan.wordpress.com/1787/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/parahyangan.wordpress.com/1787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/parahyangan.wordpress.com/1787/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parahyangan.wordpress.com&amp;blog=1759200&amp;post=1787&amp;subd=parahyangan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parahyangan.wordpress.com/2011/12/18/kisah-zhuangzi-katak-dibawah-sumur-yang-dangkal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8109209dab6aa452a3c9e7259c2b27e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">shinmen takezo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah Qi Huang Gong – Berdekatan Dengan Orang Berakhlak Mulia Adalah Satu Keberuntungan</title>
		<link>http://parahyangan.wordpress.com/2011/12/18/kisah-qi-huang-gong-berdekatan-dengan-orang-berakhlak-mulia-adalah-satu-keberuntungan/</link>
		<comments>http://parahyangan.wordpress.com/2011/12/18/kisah-qi-huang-gong-berdekatan-dengan-orang-berakhlak-mulia-adalah-satu-keberuntungan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Dec 2011 23:07:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>parahyangan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah & Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parahyangan.wordpress.com/?p=1785</guid>
		<description><![CDATA[Xie Zheng Ming  &#124; Qi Huang Gong adalah salah satu dari lima raja yang paling berpengaruh pada jaman Chunqiu. Beliau memiliki seorang pejabat senior yang setia bernama Guan Zhong. Seiring dengan berjalannya waktu,usia Guan Zhong tidaklah muda lagi.Sebagai seorang raja , tentunya Qi Huang Gong ingin mempersiapkan calon pengganti Guan Zhong. Pada waktu itu Qi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parahyangan.wordpress.com&amp;blog=1759200&amp;post=1785&amp;subd=parahyangan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Xie Zheng Ming  | </strong>Qi Huang Gong adalah salah satu dari lima raja yang paling berpengaruh pada jaman Chunqiu. Beliau memiliki seorang pejabat senior yang setia bernama Guan Zhong. Seiring dengan berjalannya waktu,usia Guan Zhong tidaklah muda lagi.Sebagai seorang raja , tentunya Qi Huang Gong ingin mempersiapkan calon pengganti Guan Zhong.</p>
<p>Pada waktu itu Qi Huang Gong memiliki tiga orang pejabat muda kesayangan, mereka adalah Yi Ya, Kai Fang, Shu Diao. Suatu ketika Qi Huang Gong menanyakan kepada Guan Zhong mengenai apa pendapatnya tentang mereka? Kelak, siapa diantara mereka yang layak untuk menggantikan kedudukannya? Apakah Yi Ya/Kai Fang/Shu Diao?</p>
<p>Dalam pandangan Guan Zhong tak satupun diantara mereka yang layak untuk menggantikan kedudukannya kelak. Mereka semua adalah orang rendah budi. Guan Zhong juga menasehati Qi Huan Gong agar kelak tidak memberikan jabatan yang strategis dan vital kepada mereka.</p>
<p>Tak lama setelah itu Guan Zhong telah tiada, Qi Huan Gong dengan begitu cepatnya melupakan nasehat tersebut. Qi Huan Gong memberikan jabatan strategis dan vital kepada Yi Ya, Kai Fang, Shu Diao. Pada akhirnya ketiga orang tersebut berkomplot untuk ||| <a href="http://web.budaya-tionghoa.net/budaya-tionghoa/kisah-renungan/1527-kisah-qi-huang-gong-berdekatan-dengan-orang-berakhlak-mulia-adalah-satu-keberuntungan" target="_blank"><strong>READ MORE</strong></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/parahyangan.wordpress.com/1785/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/parahyangan.wordpress.com/1785/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/parahyangan.wordpress.com/1785/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/parahyangan.wordpress.com/1785/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/parahyangan.wordpress.com/1785/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/parahyangan.wordpress.com/1785/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/parahyangan.wordpress.com/1785/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/parahyangan.wordpress.com/1785/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/parahyangan.wordpress.com/1785/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/parahyangan.wordpress.com/1785/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/parahyangan.wordpress.com/1785/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/parahyangan.wordpress.com/1785/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/parahyangan.wordpress.com/1785/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/parahyangan.wordpress.com/1785/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parahyangan.wordpress.com&amp;blog=1759200&amp;post=1785&amp;subd=parahyangan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parahyangan.wordpress.com/2011/12/18/kisah-qi-huang-gong-berdekatan-dengan-orang-berakhlak-mulia-adalah-satu-keberuntungan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8109209dab6aa452a3c9e7259c2b27e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">shinmen takezo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rong Yiren 荣毅仁 : Sang Kapitalis Merah</title>
		<link>http://parahyangan.wordpress.com/2011/12/18/rong-yiren-%e8%8d%a3%e6%af%85%e4%bb%81-sang-kapitalis-merah/</link>
		<comments>http://parahyangan.wordpress.com/2011/12/18/rong-yiren-%e8%8d%a3%e6%af%85%e4%bb%81-sang-kapitalis-merah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Dec 2011 23:04:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>parahyangan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Figur & Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[prc]]></category>
		<category><![CDATA[taipan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parahyangan.wordpress.com/?p=1777</guid>
		<description><![CDATA[Budaya-Tionghoa.Net&#124; Rong Yiren 荣毅仁 , seorang pengusaha yang dijuluki &#8220;kapitalis merah&#8221; [red capitalist] sebelum fenomena OKB dan konglomerat menjadi umum di Tiongkok seperti sekarang ini . Rong dilahirkan pada tanggal 1 Mei 1916 dan meninggal di usia 89 tahun pada tanggal 26 Oktober 2005.  Dalam satu sejarah pribadi yang penuh intrik antara survival dan pengaruh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parahyangan.wordpress.com&amp;blog=1759200&amp;post=1777&amp;subd=parahyangan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Budaya-Tionghoa.Net| </strong>Rong Yiren 荣毅仁 , seorang pengusaha yang dijuluki &#8220;kapitalis merah&#8221; [red capitalist] sebelum fenomena OKB dan konglomerat menjadi umum di Tiongkok seperti sekarang ini . Rong dilahirkan pada tanggal 1 Mei 1916 dan meninggal di usia 89 tahun pada tanggal 26 Oktober 2005.  Dalam satu sejarah pribadi yang penuh intrik antara survival dan pengaruh , dalam periode peralihan Tiongkok,  Rong memutuskan untuk tetap di Tiongkok disaat pengusaha kaya lainnya memilih kabur ke Hong Kong atau Taiwan.</p>
<p>Rong disambut baik oleh Partai Komunis dan masuk jajaran atas pos pemerintah setelah mengalihkan aset kekayaan keluarganya kepada negara . Rong mengalami persekusi semasa Revolusi Kebudayaan tetapi bangkit dimasa Reformasi Deng Xiaoping  dan menjadi figur utama pemulihan ekonomi yang terus berlanjut sampai sekarang.</p>
<p>Menjadi tanya besar seorang figur kapitalis seperti Rong , yang tidak pernah bergabung dalam partai , berhasil memanage dan bernegosiasi di masa turbulence politik dan membangun kembali peruntungannya, tetap menjadi misteri bagi pihak yang berada diluar jajaran petinggi. Kantor Berita Xinhua melaporkan bahwa Rong meninggal karena sakit tanpa memberikan informasi yang lebih detail.</p>
<p>Rong dilahirkan pada tahun 1916 dikota Wuxi di provinsi Jiangsu. Ayah dan pamannya membangun industri tepung dan katun di awal abad 20. Setelah lulus dari St John University di Shanghai . Rong kemudian berpikir bahwa dirinya akan berguna jika hidup dan berkerja untuk mengatasi kemiskinan di Tiongkok. Di tahun awal setelah revolusi , Rong dan koleganya yang disebut &#8220;kapitalis patriotik&#8221; merasa tenang dengan kebijakan Komunis yang membolehkan mereka untuk tetap menjalankan usaha mereka. <img class="alignright" style="border:8px solid black;margin:8px;" src="https://lh4.googleusercontent.com/-Ff7Zc3N871Q/TumgKRCppiI/AAAAAAAACPI/Px25XkOSf-U/s246/Rong_Yiren.jpg" alt="" width="178" height="246" border="0" /></p>
<p>Ketika perusahaan swasta di nasionalisasi di tahun 1956 , Rong dilaporkan membayar 6 juta USD sebagai kompensasi dan dividen tahunan sampai meletusnya Revolusi Kebudayaan di tahun 1966.</p>
<p>Di tahun 1957 , Rong diangkat menjadi wakil walikota Shanghai dan dua tahun kemudian dipindahkan ke Beijing dimana dia menjadi wakil mentri untuk industri tekstil. Rong juga menjabat berbagai pos penasehat di pemerintahan. Saat meletus Revolusi Kebudayaan , Rong yang beraroma kapitalis tidak lolos dari persekusi. Menurut .||| <a href="http://web.budaya-tionghoa.net/religi-filosofi/konghucu-confucian/1177-rong-yiren---sang-kapitalis-merah" target="_blank">READ MORE</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/parahyangan.wordpress.com/1777/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/parahyangan.wordpress.com/1777/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/parahyangan.wordpress.com/1777/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/parahyangan.wordpress.com/1777/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/parahyangan.wordpress.com/1777/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/parahyangan.wordpress.com/1777/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/parahyangan.wordpress.com/1777/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/parahyangan.wordpress.com/1777/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/parahyangan.wordpress.com/1777/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/parahyangan.wordpress.com/1777/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/parahyangan.wordpress.com/1777/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/parahyangan.wordpress.com/1777/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/parahyangan.wordpress.com/1777/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/parahyangan.wordpress.com/1777/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parahyangan.wordpress.com&amp;blog=1759200&amp;post=1777&amp;subd=parahyangan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parahyangan.wordpress.com/2011/12/18/rong-yiren-%e8%8d%a3%e6%af%85%e4%bb%81-sang-kapitalis-merah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8109209dab6aa452a3c9e7259c2b27e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">shinmen takezo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://lh4.googleusercontent.com/-Ff7Zc3N871Q/TumgKRCppiI/AAAAAAAACPI/Px25XkOSf-U/s246/Rong_Yiren.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Pasukan Kuli Tionghoa Di Perancis : Dibalik Kemenangan Sekutu &amp; Perubahan Di Tiongkok</title>
		<link>http://parahyangan.wordpress.com/2011/12/18/pasukan-kuli-tionghoa-di-perancis-dibalik-kemenangan-sekutu-perubahan-di-tiongkok/</link>
		<comments>http://parahyangan.wordpress.com/2011/12/18/pasukan-kuli-tionghoa-di-perancis-dibalik-kemenangan-sekutu-perubahan-di-tiongkok/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Dec 2011 14:13:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>parahyangan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hubungan Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[deng xiaoping]]></category>
		<category><![CDATA[sino-french]]></category>
		<category><![CDATA[zhou enlai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parahyangan.wordpress.com/?p=1780</guid>
		<description><![CDATA[Huang Dada  &#124; Judul di atas itu mungkin pada awalnya terkesan merendahkan , &#8220;Pasukan Kuli&#8221; . Mereka berasal dari mantan adikuasa yang pemerintahnya tidak lagi berwibawa. Walau diremehkan , pasukan kuli ini turut mendorong perubahan di Tiongkok . Dalam Perang Dunia I [1914-1918] , Tiongkok tidak lagi menjadi fokus utama tekanan Barat , karena medan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parahyangan.wordpress.com&amp;blog=1759200&amp;post=1780&amp;subd=parahyangan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Huang Dada  | </strong>Judul di atas itu mungkin pada awalnya terkesan merendahkan , &#8220;Pasukan Kuli&#8221; . Mereka berasal dari mantan adikuasa yang pemerintahnya tidak lagi berwibawa. Walau diremehkan , pasukan kuli ini turut mendorong perubahan di Tiongkok . Dalam Perang Dunia I [1914-1918] , Tiongkok tidak lagi menjadi fokus utama tekanan Barat , karena medan utama peperangan terjadi di Eropa. <a href="http://web.budaya-tionghoa.net/home/1611-pasukan-kuli-tionghoa-dibalik-kemenangan-sekutu-a-perubahan-di-tiongkok#_ftn1">[1]</a> Di tahun 1916 , kebutuhan tenaga logistik bagi Sekutu di Front Barat dalam Perang Dunia I , sedemikian mendesak. Pertempuran Somme [1 Juli – 14 November 1916] membunuh hampir satu juta personil dari kedua kubu. Perancis dan Inggris sendiri kehilangan sekitar 620 ribu personil dalam pertempuran yang paling mematikan di Perang Dunia I ini. Field Marshall Douglas Haig [1861-1928]  meminta sekitar 21 ribu buruh untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia [SDM].<span id="more-1780"></span></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="1" align="left" bgcolor="#f3f3f3">
<tbody>
<tr>
<td>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="1" align="left" bgcolor="#c1cddb">
<tbody>
<tr>
<td width="229">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="5" bgcolor="#fffde8">
<tbody>
<tr>
<td colspan="3"><strong>Artikel Terkait:<br />
</strong></p>
<ul>
<li><a href="http://web.budaya-tionghoa.net/metafisika-a-mitologi/77-geomancy-fengshui-/59-pragmatism-tiongkok-"> Pragmatism Tiongkok</a></li>
<li><a href="http://web.budaya-tionghoa.net/tokoh-a-diaspora/tokoh-tionghoa/335-kenapa-zhou-en-lai-dihormati-"> Kenapa Zhou En Lai Dihormati ? </a></li>
<li><a href="http://web.budaya-tionghoa.net/ragam-peristiwa/berita/925-wafatnya-jiang-zemin-adalah-murni-rumor"> Rumor Wafatnya Jiang Zemin </a></li>
<li><a href="http://web.budaya-tionghoa.net/tokoh-a-diaspora/tokoh-tionghoa/1056-penilaian-richard-nixon-tentang-zhou-enlai"> Penilaian Richard Nixon tentang Zhou Enlai</a></li>
<li><a href="http://web.budaya-tionghoa.net/tokoh-a-diaspora/tokoh-tionghoa/1177-rong-yiren-sang-kapitalis-merah"> Rong Yiren 荣毅仁 : Sang Kapitalis Merah</a></li>
<li><a href="http://web.budaya-tionghoa.net/the-history-of-china/republik-rakyat-tiongkok-people-republic-of-china/1178-kenapa-qrevolusi-besar-kebudayaan-proletarq--bukan-qrevolusi-kebudayaanq-saja"> Kenapa &#8220;Revolusi Besar Kebudayaan Proletar&#8221; , Bukan &#8220;Revolusi Kebudayaan&#8221; Saja</a></li>
<li><a href="http://web.budaya-tionghoa.net/tokoh-a-diaspora/tokoh-tionghoa/1184-wawancara-dengan-jackson-leung-sze-mau"> Wawancara Dengan Jackson Leung Sze Mau</a></li>
<li><a href="http://web.budaya-tionghoa.net/tokoh-a-diaspora/sosialita/1295-yu-hai-dari-bodyguard-zhou-enlai-menjadi-bintang-laga"> Yu Hai : Dari Bodyguard Zhou Enlai Menjadi Bintang Laga</a></li>
<li><a href="http://web.budaya-tionghoa.net/home/1456-ternyata-deng-xiaoping-dan-li-peng"> Ternyata Deng Xiaoping Dan Li Peng</a></li>
<li><a href="http://web.budaya-tionghoa.net/home/1576-nasib-dua-orang-reformis-besar"> Nasib Dua Orang Reformis Besar</a></li>
</ul>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sebelumnya Perancis telah mendatangkan sekitar 50 ribu Tionghua dari Tianjin. Inggris mencari SDM baru untuk mendukung kekuatan militernya dari wilayah imperiumnya yang terluas didunia pada saat itu baik dari SDM India , Kanada , Australia , Selandia Baru ; baik yang terlatih maupun tidak di Perancis dan Belgia , yang merupakan sekutu Inggris di Perang Dunia I. Inggris juga mengikuti jejak Perancis dengan melirik Tiongkok , selain India dan kawasan persemakmuran Inggris lainnya.</p>
<p>Kawasan Tiongkok dilirik karena posisinya yang masih netral pada awal perang <a href="http://web.budaya-tionghoa.net/home/1611-pasukan-kuli-tionghoa-dibalik-kemenangan-sekutu-a-perubahan-di-tiongkok#_ftn2">[2]</a>, dan juga potensi populasinya yang besar. Salah satu tokoh berpengaruh , Liang Shiyi 梁士詒 [1869-1933] mendorong kebijakan untuk mengirim buruh daripada mengirimkan prajurit Menurut Liang , kontribusi dalam perang akan berpengaruh pada negosiasi pasca perang.</p>
<p>Rencana Liang ini bertemu dengan kebutuhan Inggris untuk membentuk unit militer non-combatant dan menjadi bagian dari pasukan Inggris. Unit ini akan mendukung perbaikan infrastruktur yang rusak seperti jalan , jaringan kereta api , jaringan komunikasi , lapangan udara , depot amunisi sampai mengevakuasi mayat. Yang cukup memiliki keahlian akan difungsikan untuk memperbaiki kendaraan militer.</p>
<p>Rekruitmen di Tiongkok dilakukan oleh publikasi secara umum maupun jaringan misionaris Inggris. Reward yang ditawarkan cukup menggoda bagi ribuan pria miskin Tionghua di Tiongkok yang baru saja mengalami masa peralihan dari Dinasti Qing ke Republik. Mereka umumnya dari petani miskin di kawasan utara Shandong di tambah sebagian kecil dari kawasan lainnya.</p>
<p>Mereka ditawarkan 3-5 tahun kontrak di negara yang selama ini tidak mereka kenal. Upah yang mereka dapatkan sebesar 2 franc dan bisa lebih tergantung skill dari calon pekerja. Berbagai fasilitas dan tunjangan dari makanan , pakaian , rumah , tunjangan medis dan tunjangan keluarga yang akan mereka terima. Sebelum mereka dilatih terlebih dahulu dalam berbagai keahlian.</p>
<p>Kelompok pertama terdiri dari 1088 orang dikirim dari Wei Hai Wei pada tanggal 18 Januari 1917 ke Eropa . Rutenya melalui Vancouver-Kanada , Halifax , kemudian Liverpool dan akhirnya Perancis. Total perjalanan ini bisa memakan waktu 3 bulan. Di akhir tahun 1917 , sekitar 54 ribu Tionghua  dikapalkan oleh Inggris untuk diterjunkan ke Perancis dan Belgia , beberapanya diantaranya disusul dengan tambahan Tionghua-Kanada. Pasukan Kuli ini segera mendapat reputasi sebagai pekerja keras dan cerdas.</p>
<p><img src="https://lh6.googleusercontent.com/-Q7UAhJQWYAM/TuvvPMIa8BI/AAAAAAAACPU/MEwyV4G2RAQ/s480/Pasukan%252520Kuli%25252001.jpg" alt="" width="500" border="0" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Total Pasukan Kuli atau selanjutnya disebut Chinese Labour Corps [CLC] berjumlah 150-200 ribu .<a href="http://web.budaya-tionghoa.net/home/1611-pasukan-kuli-tionghoa-dibalik-kemenangan-sekutu-a-perubahan-di-tiongkok#_ftn3">[3]</a> Sebagian besar dibawah komando Inggris dan sebagian lainnya dibawah komando Perancis. Secara umum , Inggris cenderung memperlakukan CLC dalam disiplin militer, sementara Perancis memperlakukan CLC sebagaimana halnya sipil.<a href="http://web.budaya-tionghoa.net/home/1611-pasukan-kuli-tionghoa-dibalik-kemenangan-sekutu-a-perubahan-di-tiongkok#_ftn4">[4]</a></p>
<p>Walau mereka tidak terjun langsung ke medan perang , tak urung korban berjatuhan karena berbagai insiden perang maupun wabah flu yang melanda Eropa di tahun 1918-1919. Sekitar 2-20  ribu Tionghua gugur di Front Barat ini. Untuk mereka dibangun kawasan pemakaman di Inggris , Belgia dan sebagian besar di Perancis.</p>
<p><img src="https://lh5.googleusercontent.com/-czdI2xm_BvM/Tuvvj1jigYI/AAAAAAAACPg/FTSVMHZR4tA/s576/Pasukan%252520Kuli%25252004.jpg" alt="" width="500" border="0" /></p>
<p><img src="https://lh5.googleusercontent.com/-Z3GIrkzs83k/TuwBO7R92UI/AAAAAAAACPk/l98CZZ190Ac/s600/Pasukan%252520Kuli%25252005.jpg" alt="" width="500" border="0" /></p>
<p>[Foto Ilustrasi :</p>
<p>1.Félix Potuit, "The entrance to the Chinese cemetery at Noyelles-sur-Mer", 23 September 2007 , Public Domain</p>
<p>2.Félix Potuit, "Une tombe du cimetière chinois de Noyelles-sur-Mer (Somme) 楊十月 Yang Shiyue du Shandong",23 September 2007, Public Domain</p>
<p>Di akhir perang mereka yang masih hidup ,  masih harus mengurus reruntuhan bangunan dan kesemerawutan perang. Kemudian mereka dikembalikan secara bertahap ke Tiongkok sampai tahun 1920-1922.<a href="http://web.budaya-tionghoa.net/home/1611-pasukan-kuli-tionghoa-dibalik-kemenangan-sekutu-a-perubahan-di-tiongkok#_ftn5">[5]</a> Demobilisasi CLC ini merupakan tugas yang sulit dan membutuhkan waktu dua-tiga tahun . Sebagian Tionghua tetap menginginkan untuk terus berkerja dan memperpanjang kontrak. Di tahun 1921 , masih ada 17171 mantan CLC di Perancis. Mereka mengorganisasi diri dalam Huagong Hui.  Aktivitas utamanya adalah melindungi hak buruh dan memperpanjang pendidikan mereka dan mendorong sikap moral agar menghindari pelacuran , perjudian , alkoholisme dan candu.</p>
<p>Menurut Judith Blick , waktu bebas mereka juga sering dimanfaatkan untuk mempertaruhkan kelebihan uang mereka. Masalah lain adalah alkoholisme dan prostitusi disertai resiko penyebaran penyakit kelamin ||| <a href="http://web.budaya-tionghoa.net/home/1611-pasukan-kuli-tionghoa-dibalik-kemenangan-sekutu-a-perubahan-di-tiongkok" target="_blank"><strong>READ MORE</strong></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/parahyangan.wordpress.com/1780/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/parahyangan.wordpress.com/1780/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/parahyangan.wordpress.com/1780/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/parahyangan.wordpress.com/1780/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/parahyangan.wordpress.com/1780/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/parahyangan.wordpress.com/1780/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/parahyangan.wordpress.com/1780/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/parahyangan.wordpress.com/1780/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/parahyangan.wordpress.com/1780/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/parahyangan.wordpress.com/1780/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/parahyangan.wordpress.com/1780/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/parahyangan.wordpress.com/1780/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/parahyangan.wordpress.com/1780/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/parahyangan.wordpress.com/1780/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parahyangan.wordpress.com&amp;blog=1759200&amp;post=1780&amp;subd=parahyangan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parahyangan.wordpress.com/2011/12/18/pasukan-kuli-tionghoa-di-perancis-dibalik-kemenangan-sekutu-perubahan-di-tiongkok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8109209dab6aa452a3c9e7259c2b27e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">shinmen takezo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://lh6.googleusercontent.com/-Q7UAhJQWYAM/TuvvPMIa8BI/AAAAAAAACPU/MEwyV4G2RAQ/s480/Pasukan%252520Kuli%25252001.jpg" medium="image" />

		<media:content url="https://lh5.googleusercontent.com/-czdI2xm_BvM/Tuvvj1jigYI/AAAAAAAACPg/FTSVMHZR4tA/s576/Pasukan%252520Kuli%25252004.jpg" medium="image" />

		<media:content url="https://lh5.googleusercontent.com/-Z3GIrkzs83k/TuwBO7R92UI/AAAAAAAACPk/l98CZZ190Ac/s600/Pasukan%252520Kuli%25252005.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Che Yifai (Chen Yonghong) : Sekilas Duel Melawan Petarung Jepang</title>
		<link>http://parahyangan.wordpress.com/2011/12/18/che-yifai-chen-yonghong-sekilas-duel-melawan-petarung-jepang/</link>
		<comments>http://parahyangan.wordpress.com/2011/12/18/che-yifai-chen-yonghong-sekilas-duel-melawan-petarung-jepang/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Dec 2011 13:58:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>parahyangan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Figur & Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[dinasti qing]]></category>
		<category><![CDATA[marga chen]]></category>
		<category><![CDATA[master]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parahyangan.wordpress.com/?p=1778</guid>
		<description><![CDATA[Budaya-Tionghoa.Net &#124; Chen Yizhai atau Chen Yonghong (1833-1914), dilahirkan di Provinsi Shanxi. Disaat muda dia mempelajari Xingyi Quan dari Master Li Luoneng. Che berlatih dengan keras dan menarik perhatian Li dengan dedikasi dan skillnya. Di tahun 1863 Li memperkenalkan Che kepada Dai Wenxiong untuk studi lebih lanjut. Dai menyukai Che Yizhai dan memberinya buku Xinyi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parahyangan.wordpress.com&amp;blog=1759200&amp;post=1778&amp;subd=parahyangan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Budaya-Tionghoa.Net | </strong>Chen Yizhai atau Chen Yonghong (1833-1914), dilahirkan di Provinsi Shanxi. Disaat muda dia mempelajari Xingyi Quan dari Master Li Luoneng. Che berlatih dengan keras dan menarik perhatian Li dengan dedikasi dan skillnya. Di tahun 1863 Li memperkenalkan Che kepada Dai Wenxiong untuk studi lebih lanjut. Dai menyukai Che Yizhai dan memberinya buku Xinyi Quan. Buku ini tidak pernah dipublikasi dan hanya ada dalam versi tulisan tangan.</p>
<p>Che kemudian kembali ke kampung halamannya. Kemampuan kungfu Che Yizhai mulai dikenal luas. Salah satu jurus spesialnya adalah memukul 14 bagian tubuh (shi er chu dafa).</p>
<p>Che mengembangkan Xingyiquan menjadi aliran sendiri , Xingyi gaya Che. Dia sempat berkerja sebagai pengawal disebuah rumah mewah selama tiga belas tahun sambil melatih terus menerus kemampuannya dengan para muridnya.</p>
<p>Che memiliki murid seperti Li Fuzhen , Lu Xielong , Wang Fenggao , Meng Xide , Fan Yongqing , Guo Yushen , Bu Xiekuan dan Liu Jian. Che dan kelompok muridnya menciptakan berbagai jurus baru.</p>
<p>Di tahun 1988 , Che pergi ke Tianjin . Pada saat itu perwira militer Jepang telah bermarkas disana. Salah satunya adalah Sakazaki Santarou atau Itayama Tarou mendengar kemashuran Che Yifai dan memintanya untuk berduel. <a href="http://web.budaya-tionghoa.net/budaya-tionghoa/seni-bela-diri-chinese-martial-art/1142-para-pesilat-melawan-penghinaan-8-negara">Merasa bahwa tantangan itu merupakan tugas patriotik , Che menerima tantangan itu</a>. |||<strong><a href="http://web.budaya-tionghoa.net/tokoh-a-diaspora/tokoh-tionghoa/1474-che-yifai-chen-yonghong-sekilas-duel-melawan-petarung-jepang"> READ MORE</a></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/parahyangan.wordpress.com/1778/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/parahyangan.wordpress.com/1778/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/parahyangan.wordpress.com/1778/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/parahyangan.wordpress.com/1778/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/parahyangan.wordpress.com/1778/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/parahyangan.wordpress.com/1778/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/parahyangan.wordpress.com/1778/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/parahyangan.wordpress.com/1778/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/parahyangan.wordpress.com/1778/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/parahyangan.wordpress.com/1778/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/parahyangan.wordpress.com/1778/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/parahyangan.wordpress.com/1778/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/parahyangan.wordpress.com/1778/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/parahyangan.wordpress.com/1778/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parahyangan.wordpress.com&amp;blog=1759200&amp;post=1778&amp;subd=parahyangan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parahyangan.wordpress.com/2011/12/18/che-yifai-chen-yonghong-sekilas-duel-melawan-petarung-jepang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8109209dab6aa452a3c9e7259c2b27e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">shinmen takezo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wawancara Dengan Jackson Leung Sze Mau</title>
		<link>http://parahyangan.wordpress.com/2011/12/14/wawancara-dengan-jackson-leung-sze-mau/</link>
		<comments>http://parahyangan.wordpress.com/2011/12/14/wawancara-dengan-jackson-leung-sze-mau/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Dec 2011 14:30:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>parahyangan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Figur & Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[marga leung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parahyangan.wordpress.com/?p=1770</guid>
		<description><![CDATA[Author // Wang Lili &#38; Zhang Li (Via Chan CT) Senantiasa berupaya balas budi , dengan pemikiran dan pandangan luas , bertekad untuk berbakti pada tanah air Budaya-Tionghoa.Net&#124; Pada masa anak muda, atas nama bangsa beliau menyampaikan karangan bunga menyambut hangat Perdana Menteri Zhou Enlai, saat Konferensi Asia-Afrika Bandung tahun 1955. Ternyata anak muda itu, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parahyangan.wordpress.com&amp;blog=1759200&amp;post=1770&amp;subd=parahyangan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Author // Wang Lili &amp; Zhang Li (Via Chan CT)</p>
<p>Senantiasa berupaya balas budi ,<br />
dengan pemikiran dan pandangan luas ,<br />
bertekad untuk berbakti pada tanah air</p>
<p><strong>Budaya-Tionghoa.Net|</strong> Pada masa anak muda, atas nama bangsa beliau menyampaikan karangan bunga menyambut hangat Perdana Menteri Zhou Enlai, saat Konferensi Asia-Afrika Bandung tahun 1955. Ternyata anak muda itu, sejak dimulai reformasi-ekonomi di Tiongkok, bekerja keras dalam usaha menghemat devisa asing demi negara. Seorang pengusaha muda berhasil dengan fasih berfilsafat dialektika dan kontradiksi. Dialah seorang pemimpin masyarakat yang peduli pada pembangunan, serta bencana-alam yang terjadi di Tiongkok dan Indonesia. Sebagai seorang diplomat sipil yang menjalin hubungan dan perkembangan ekonomi multilateral antara Tiongkok, Indonesia dan banyak negara lain.Menjelang musim panas bulan Juni ini, kami datang ke Hong Kong yang indah permai dan berhasil menemui Jackson Leung Sze Mau, Ketua Golden Island Cable Company, Hong Kong. Wartawan pergi jauh ke Pulau Mutiara di Timur, untuk menemui Jackson Leung. Bulan Juni, menjelang Ulang Tahun ke-90 berdirinya Partai Komunis Tiongkok. Hati kami tersentuh oleh semangat patriotisme dan kreatifitasnya dalam cerita pengalaman hidup dan kisah mengelola usahanya sampai sukses.</p>
<p><strong>Ketulusan Hati, Dipupuk Sejak Pemuda</strong><br />
Ketika Li Haifeng, kepala Kantor Urusan Huakiao Dewan Negara Tiongkok, mengunjungi Hong Kong Federasi Asosiasi Perantau Tiongkok (HKFOCA, Hong Kong Federation of Overseas Chinese Associations) pada tahun 2009, berkenan menyampaikan pesan dari Presiden Hu Jintao, menyatakan terima kasih pada Huakiao dan Perantau Tionghoa yang telah memberikan sumbangan besar pada pembangunan tanahair, dan menekankan pentingnya pendidikan di masa kanak-kanak. Sedang Leung adalah teladan yang sangat baik, ia dengan tulus melaksanakannya dan meneruskan tradisi cinta tanah air dalam perbuatan nyata.</p>
<p>Jackson Leung lahir di Jawa Barat, Indonesia pada tahun 1940, adalah Huakiao generasi ketiga. Untuk hidup yang lebih baik, Kakeknya di akhir abad ke-19 merantau sampai ke Indonesia. Sebagaimana Huakiao umumnya, keluarga Leung juga memiliki keuletan, hidup sederhana dan berhemat. Dengan jangka waktu tidak lama, akumulasi modal yang dilakukan membawa bisnis tumbuh cepat dan lancar.</p>
<p>Dengan tradisi yang kuat mencintai tanah airnya, Leung menerima pendidikan di sekolah Tionghoa. Leung jelas ingat bahwa pada akhir 1949 saat klas 2 Sekolah Dasar, setelah liburan, nampak sekolah baru dicat, di dinding tergantung foto-foto Mao Zedong, Liu Shaoqi, Zhou Enlai dan Zhu De. Dari kepala sekolah dan guru, ia mengetahui Republik Rakyat Tiongkok telah berdiri. Dan timbul kejakinan bahwa perantau Tionghoa dengan demikian akan mendapatkan perlindungan dari pemerintah dan rakyat Tiongkok.</p>
<p>Konferensi Bandung diselenggarakan di Indonesia pada tahun 1955 adalah hasil dari perubahan situasi di Asia dan Afrika, dengan gerakan kemerdekaan nasional yang sedang berkembang setelah Perang Dunia II. Ini merupakan awal dari kerjasama antara negara-negara Asia dan Afrika, dan merupakan tonggak sejarah Tiongkok di panggung dunia. Pada saat sejarah yang sangat penting ini, Leung yang nilai-sekolahnya saat itu terbaik, dipilih untuk menyampaikan karangan-bunga pada Perdana Menteri Zhou, dan mendapatkan kasih-sayang dan dorongan dari Ali Sastroamidjojo, Perdana Menteri Indonesia waktu itu. Pengalaman ini tertanam akar patriotisme yang dalam dibenak Leung.</p>
<p>Bersama dengan sejumlah besar pemuda Huakiao lainnya, Leung kembali ke negeri leluhur Tiongkok dan mulai belajar di Sekolah Pendidikan Huakiao Beijing, selama dua setengah tahun.</p>
<p>Tahun 1960 adalah tahun paling sulit setelah Republik Rakyat Tiongkok berdiri. Penderitaan berat dan kekurangan sandang pangan tidak hanya akibat blokade Amerika Serikat, Uni Soviet dan negara-negara Barat lain, tapi juga adanya bencana alam yang menimpa, seluruh rakyat harus &#8220;mengencangkan ikat pinggang&#8221;. Meskipun bagi murid-murid Huakiao dikecualikan dari pembatasan bahan-pangan, tetapi Leung dan siswa lain secara sukarela mengurangi konsumsi bahan makanan untuk bersama mengatasi bencana rakyat seluruh negeri. Sekalipun kelaparan dan hidup tidak nyaman, mereka sedikitpun tidak mengeluh.</p>
<p>Pada waktu itu, rakyat seluruh negeri digerakan untuk mempelajari filsafat. Leung mengatakan, &#8220;Dua tahun setengah ini adalah titik balik dalam hidup saya, yang membentuk nilai-nilai kehidupan pribadi saya dan menegakkan pandangan dunia. Saya belajar banyak hal yang tidak bisa saya dapatkan di luar negeri.|||  <strong><a href="http://web.budaya-tionghoa.net/tokoh-a-diaspora/tokoh-tionghoa/1184-wawancara-dengan-jackson-leung-sze-mau?start=1">READ MORE &gt;&gt;</a></strong></p>
<table cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<th>Article Index</th>
</tr>
<tr>
<td><a href="http://web.budaya-tionghoa.net/tokoh-a-diaspora/tokoh-tionghoa/1184-wawancara-dengan-jackson-leung-sze-mau">Wawancara Dengan Jackson Leung Sze Mau</a></td>
</tr>
<tr>
<td><a href="http://web.budaya-tionghoa.net/tokoh-a-diaspora/tokoh-tionghoa/1184-wawancara-dengan-jackson-leung-sze-mau?start=1">Belajar Filsafat Mensukseskan Bisnis</a></td>
</tr>
<tr>
<td><a href="http://web.budaya-tionghoa.net/tokoh-a-diaspora/tokoh-tionghoa/1184-wawancara-dengan-jackson-leung-sze-mau?start=2">Bekerja keras untuk Menghemat Devisa negara</a></td>
</tr>
<tr>
<td><a href="http://web.budaya-tionghoa.net/tokoh-a-diaspora/tokoh-tionghoa/1184-wawancara-dengan-jackson-leung-sze-mau?start=3">Dermawan Besar Yang Suka Membantu</a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<div>Page 1 of 4</div>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/parahyangan.wordpress.com/1770/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/parahyangan.wordpress.com/1770/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/parahyangan.wordpress.com/1770/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/parahyangan.wordpress.com/1770/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/parahyangan.wordpress.com/1770/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/parahyangan.wordpress.com/1770/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/parahyangan.wordpress.com/1770/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/parahyangan.wordpress.com/1770/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/parahyangan.wordpress.com/1770/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/parahyangan.wordpress.com/1770/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/parahyangan.wordpress.com/1770/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/parahyangan.wordpress.com/1770/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/parahyangan.wordpress.com/1770/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/parahyangan.wordpress.com/1770/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parahyangan.wordpress.com&amp;blog=1759200&amp;post=1770&amp;subd=parahyangan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parahyangan.wordpress.com/2011/12/14/wawancara-dengan-jackson-leung-sze-mau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8109209dab6aa452a3c9e7259c2b27e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">shinmen takezo</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
