<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Indonesian-Chinese History Study Group</title>
	<atom:link href="http://parahyangan.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://parahyangan.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sun, 18 Mar 2012 11:23:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='parahyangan.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Indonesian-Chinese History Study Group</title>
		<link>http://parahyangan.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://parahyangan.wordpress.com/osd.xml" title="Indonesian-Chinese History Study Group" />
	<atom:link rel='hub' href='http://parahyangan.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Lee Kuan Yew : &#8220;Confucian Ethics&#8221; &amp; &#8220;Welfare State&#8221;</title>
		<link>http://parahyangan.wordpress.com/2012/03/11/lee-kuan-yew-confucian-ethics-welfare-state/</link>
		<comments>http://parahyangan.wordpress.com/2012/03/11/lee-kuan-yew-confucian-ethics-welfare-state/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Mar 2012 16:49:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>parahyangan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Adat & Tradisi]]></category>
		<category><![CDATA[Diaspora Tionghoa]]></category>
		<category><![CDATA[Figur & Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[Hubungan Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[confucian]]></category>
		<category><![CDATA[singapura]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parahyangan.wordpress.com/?p=1813</guid>
		<description><![CDATA[Golden Horde &#124; Dalam buku riwayat hidupnya (autobiography) Lee Kuan Yew membahas dalam salah satu tema tulisannya tentang nilai-nilai Asia (Asian value) atau etika Kong Hu Cu (Confucian ethics) yang menekankan kewajiban moral atau pengabdian seorang anak (piety) terhadap orang tuanya didalam sistim kekeluargaan di Asia pada umumnya dan orang Tionghoa pada khususnya. Lee menyebutkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parahyangan.wordpress.com&amp;blog=1759200&amp;post=1813&amp;subd=parahyangan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Golden Horde | </strong>Dalam buku riwayat hidupnya (autobiography) Lee Kuan Yew membahas dalam salah satu tema tulisannya tentang nilai-nilai Asia (Asian value) atau etika Kong Hu Cu (Confucian ethics) yang menekankan kewajiban moral atau pengabdian seorang anak (piety) terhadap orang tuanya didalam sistim kekeluargaan di Asia pada umumnya dan orang Tionghoa pada khususnya.</p>
<p>Lee menyebutkan bahwa tradisi kekeluargaan yang telah menjadi warisan peradaban orang Tionghoa ini dipandang sebagai nilai-nilai kebudayaan yang penting yang harus dipertahankan atau dilestarikan didalam jaman Globlisasi dan Modernisasi ini, karena nilai-nilai ini dapat berfungsi sebagai salah satu bentuk jaring pengaman sosial didalam struktur masyarakat Singapura.</p>
<p>Didalam konsep kekeluargaan orang Tionghoa ini seorang anak berkewajiban secara moral untuk menunjang kehidupan orang tuanya yang lanjut usia yang tidak dapat mencari nafkaf atau penghasilan lagi dan sekiranya orang tuanya sakit maka tugas si anak untuk merawat dan mengurusnya. Jarang dijumpai dalam keluarga di Asia seorang anak mengirim orang tuanya yang sudah lanjut usia (lansia) dan lemah ke rumah panti jompo.</p>
<p>Oleh Lee Kuan Yew konsep dan tradisi Asia ini dinilai mempunyai keunggulan dibandingkan dengan sisitim &#8220;welfare state&#8221; (negara kesejahteraan) yang banyak dipraktekkan oleh negara-negara industri Barat yang sudah maju terutama negara-negara yang parlemennya dikuasai oleh partai-partai politik yang berhaluan Sosial Demokrat yang pro kaum pekerja.||| <strong><a href="http://web.budaya-tionghoa.net/religi-filosofi/filsafat-ruism/1768-lee-kuan-yew-qconfucian-ethicsq-a-qwelfare-stateq" target="_blank">READ MORE</a></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/parahyangan.wordpress.com/1813/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/parahyangan.wordpress.com/1813/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/parahyangan.wordpress.com/1813/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/parahyangan.wordpress.com/1813/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/parahyangan.wordpress.com/1813/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/parahyangan.wordpress.com/1813/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/parahyangan.wordpress.com/1813/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/parahyangan.wordpress.com/1813/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/parahyangan.wordpress.com/1813/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/parahyangan.wordpress.com/1813/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/parahyangan.wordpress.com/1813/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/parahyangan.wordpress.com/1813/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/parahyangan.wordpress.com/1813/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/parahyangan.wordpress.com/1813/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parahyangan.wordpress.com&amp;blog=1759200&amp;post=1813&amp;subd=parahyangan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parahyangan.wordpress.com/2012/03/11/lee-kuan-yew-confucian-ethics-welfare-state/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8109209dab6aa452a3c9e7259c2b27e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">shinmen takezo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sejarah Hubungan Tionghoa Dan Timor Timur</title>
		<link>http://parahyangan.wordpress.com/2012/03/11/sejarah-hubungan-tionghoa-dan-timor-timur/</link>
		<comments>http://parahyangan.wordpress.com/2012/03/11/sejarah-hubungan-tionghoa-dan-timor-timur/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Mar 2012 16:45:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>parahyangan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diaspora Tionghoa]]></category>
		<category><![CDATA[timor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parahyangan.wordpress.com/?p=1811</guid>
		<description><![CDATA[Golden Horde  &#124; Sebelum tahun 1975 (ketika Indonesia menginvasi Timor Timur) Timor Timur terdapat hampir sekitar 20.000 warga Tionghoa, sekarang hanya tersisa tak sampai 3000 orang dan ini adalah para warga yang kembali lagi ke Timor Timur setelah negeri ini mencapai kemedekaannya pada tahun 2002. Seiring dengan perjalanan sejarah Timtim warga Tionghoa juga  mengalami berbagai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parahyangan.wordpress.com&amp;blog=1759200&amp;post=1811&amp;subd=parahyangan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Golden Horde  | </strong> Sebelum tahun 1975 (ketika Indonesia menginvasi Timor Timur) Timor Timur terdapat hampir sekitar 20.000 warga Tionghoa, sekarang hanya tersisa tak sampai 3000 orang dan ini adalah para warga yang kembali lagi ke Timor Timur setelah negeri ini mencapai kemedekaannya pada tahun 2002.</p>
<p>Seiring dengan perjalanan sejarah Timtim warga Tionghoa juga  mengalami berbagai macam penderitaan dan kekerasan , namun mereka masih tetap percaya akan masa depan Timor Leste maka banyak yang kembali lagi ketika sesudah Timtim merdeka, tetapi kali ini mereka sekali lagi harus menyelamatkan diri dan keluar dari Dili. Warga Tionghoa sudah hidup berdampingan secara damai dan harmonis dengan penduduk asli Timor Leste sejak ratusan yang lalu dan banyak yang telah menikah menikah dengan penduduk setempat serta tidak pernah terjadi dalam sejarahnya timbul sentimen atau kerusuhuan anti Tionghoa disana.</p>
<p>Pulau Timor sejak abad ke 13 sudah dikunjung oleh pedagang Tionghoa  dan tercatat dalam sejarah didalam kronik Tiongkok yaitu buku Cu-Fan Shih karangan Chao Yu Kua yang ditulis pada tahun 1225 (periode Dinasti Sung) disebutkan bahwa Pulau Tiwu (Timor) terletak di sebelah timur Tiongkalo (Madura) dan tanahnya sangat subur serta ini adalah catatan sejarah yang tertua yang tercatat mengenai Pulau Timor.</p>
<p>Pada jaman Dinasti Ming terdapat laporan yang ditulis pada tahun  1436 (Hsing Cha Sheng Lan ) tentang hubungan perdagangan yang lebih jelas mengenai hubungan antara Tiongkok dengan Pulau Timor, dimana disebutkan bahwa ada 12 pelabuhan dapat dikunjungi untuk mendapatkan kayu Cendana. Kayu Cendana ini diperdagangkan oleh penduduk setempat dengan cara menukarnya dengan barang-barang keramik , sutera dari Tiongkok dll, hingga kini banyak dijumpai keramik- keramik kuna yang ditemukan di Pulau Timor kronik-kronik Tiongkok juga menyebutkan bahwa raja-raja di Jawa dan Sumatera mengirim utusan ke Tiongkok sambil mempersembahkan kayu cendana .</p>
<p>Pedagang-pedagang Tionghoa yang datang berkunjung Timor untuk  berdagang dan mencari kayu Cendana Putih (Sandalwood) akhirnya menetap di Timor dan menikah dengan penduduk setempat , salah satu pengaruh kebudayaan Tionghoa di Timor adalah cara menghitung dengan menggunakan simpul-simpul tali dan berkas anak panah yang masih dipertahankan di Timor. |||<a href="http://web.budaya-tionghoa.net/tokoh-a-diaspora/sejarah-tionghoa/1771-sejarah-hubungan-tionghoa-dan-timor-http://" target="_blank"><strong> READ MORE</strong></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/parahyangan.wordpress.com/1811/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/parahyangan.wordpress.com/1811/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/parahyangan.wordpress.com/1811/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/parahyangan.wordpress.com/1811/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/parahyangan.wordpress.com/1811/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/parahyangan.wordpress.com/1811/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/parahyangan.wordpress.com/1811/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/parahyangan.wordpress.com/1811/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/parahyangan.wordpress.com/1811/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/parahyangan.wordpress.com/1811/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/parahyangan.wordpress.com/1811/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/parahyangan.wordpress.com/1811/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/parahyangan.wordpress.com/1811/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/parahyangan.wordpress.com/1811/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parahyangan.wordpress.com&amp;blog=1759200&amp;post=1811&amp;subd=parahyangan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parahyangan.wordpress.com/2012/03/11/sejarah-hubungan-tionghoa-dan-timor-timur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8109209dab6aa452a3c9e7259c2b27e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">shinmen takezo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Auw Tjoei Lan [1889-1965] : Lima Puluh Tahun Menyelamatkan Kaum Perempuan</title>
		<link>http://parahyangan.wordpress.com/2012/03/02/auw-tjoei-lan-1889-1965-lima-puluh-tahun-menyelamatkan-kaum-perempuan/</link>
		<comments>http://parahyangan.wordpress.com/2012/03/02/auw-tjoei-lan-1889-1965-lima-puluh-tahun-menyelamatkan-kaum-perempuan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Mar 2012 01:56:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>parahyangan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Figur & Tokoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parahyangan.wordpress.com/?p=1804</guid>
		<description><![CDATA[Budaya-Tionghoa.Net &#124; Korban senantiasa berjatuhan ketika meletusnya peperangan ,  bukan saja nyawa yang dapat terenggut tetapi juga kehormatan , seperti  kasus Nanking 1937 dengan tragedi pemerkosaan yang memakan korban ratusan ribu wanita. Jumlah ini masih menjadi kontroversi dari kedua belah pihak , Jepang dan Tiongkok. Tetapi dari tragedi ini lahir pahlawan kemanusiaan seperti Minnie Vautrin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parahyangan.wordpress.com&amp;blog=1759200&amp;post=1804&amp;subd=parahyangan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a><strong>Budaya-Tionghoa.Net | </strong></a></strong><a>Korban senantiasa berjatuhan ketika meletusnya peperangan ,  bukan saja nyawa yang dapat terenggut tetapi juga kehormatan , seperti  kasus Nanking 1937 dengan tragedi pemerkosaan yang memakan korban ratusan ribu wanita. Jumlah ini masih menjadi kontroversi dari kedua belah pihak , Jepang dan Tiongkok. Tetapi dari tragedi ini lahir pahlawan kemanusiaan seperti Minnie Vautrin , seorang wanita asing yang menyelamatkan banyak wanita di Nanjing pada masa itu. </a>Di masa damai , semper eadem . Masih ada anak yang terbuang , terlantar bahkan melata dijalanan. Masih ada gadis-gadis belia yang tercerabut dari kampung halamannya , siap untuk disajikan kepada pria-pria hidung belang . Masih ada yang belum  mendapat pendidikan yang layak untuk masa depan. Karena itu di di masa damai , dunia , paling tidak disini , di Indonesia , masih tetap memerlukan pahlawan seperti Auw Tjoei Lian.</p>
<p>Pada saatPerang Dunia I meletus dan terus berkecamuk , di nusantara ,  seorang ibu muda berusia dua puluh lima tahun , Auw Tjoei Lan atau Nyonya Lie Tjian Tjoen terbersit ide untuk mendirikan satu lembaga sosial. Sebagai seorang anak Kapitan , dia mendapat pendidikan yang baik dari guru-guru Belanda , dan juga mempunyai pergaulan yang luas termasuk dilingkungan petinggi-petinggi Belanda. Lembaga sosial itu bernama Perkoempoelan Ati Soetji [Perkumpulan Hati Suci] atau Po Liong Kiok atau Po Leung Keuk ,  yang didirikan di tahun 1914 bersama teman-temannya .</p>
<p>Lembaga sosial ini bertujuan untuk menjunjung derajat kebangsaan , memajukan onder wijs [pengajaran] dan membantu ekonomi bumiputera. [Iskandar Nugraha , 2001] Langkah konkritnya adalah memajukan kehidupan kaum wanita dan usaha-usaha sosial lainnya.  mengurusi orang yang serba kekurangan dari yatim piatu , anak terlantar sampai para pelacur yang terpaksa melacurkan diri , karena kesulitan ekonomi dan bahkan beberapa perempuan yang didatangkan dari Tiongkok dan dipaksa menjadi pelacur [Chambert-Loir , Ambary , 1999] ||| <strong><a href="http://web.budaya-tionghoa.net/tokoh-a-diaspora/sejarah-tionghoa/1747-auw-tjoei-lan-1889-1965" target="_blank">READ MORE</a></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/parahyangan.wordpress.com/1804/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/parahyangan.wordpress.com/1804/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/parahyangan.wordpress.com/1804/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/parahyangan.wordpress.com/1804/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/parahyangan.wordpress.com/1804/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/parahyangan.wordpress.com/1804/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/parahyangan.wordpress.com/1804/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/parahyangan.wordpress.com/1804/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/parahyangan.wordpress.com/1804/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/parahyangan.wordpress.com/1804/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/parahyangan.wordpress.com/1804/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/parahyangan.wordpress.com/1804/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/parahyangan.wordpress.com/1804/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/parahyangan.wordpress.com/1804/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parahyangan.wordpress.com&amp;blog=1759200&amp;post=1804&amp;subd=parahyangan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parahyangan.wordpress.com/2012/03/02/auw-tjoei-lan-1889-1965-lima-puluh-tahun-menyelamatkan-kaum-perempuan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8109209dab6aa452a3c9e7259c2b27e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">shinmen takezo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Timbangan Dacing Dan Sejarah Perdagangan Di Nusantara</title>
		<link>http://parahyangan.wordpress.com/2012/03/02/timbangan-dacing-dan-sejarah-perdagangan-di-nusantara/</link>
		<comments>http://parahyangan.wordpress.com/2012/03/02/timbangan-dacing-dan-sejarah-perdagangan-di-nusantara/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Mar 2012 01:52:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>parahyangan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diaspora Tionghoa]]></category>
		<category><![CDATA[dacin]]></category>
		<category><![CDATA[dacing]]></category>
		<category><![CDATA[timbangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parahyangan.wordpress.com/?p=1802</guid>
		<description><![CDATA[Era baru ekonomi global menggunakan kayu ukuran &#8211; menggunakan dacing timbangan di peringkat global. [Abdullah Ahmad Badawi , 2005] Huang Dada &#124; Timbangan adalah salah satu bagian terpenting dari perdagangan . Ketika orang Tionghoa merantau ke daerah jauh dan ada yang terjun ke perdagangan , timbangan yang sekarang sudah dianggap sebagai timbangan  adalah instrumen vital [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parahyangan.wordpress.com&amp;blog=1759200&amp;post=1802&amp;subd=parahyangan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Era baru ekonomi global menggunakan kayu ukuran &#8211; menggunakan dacing timbangan di peringkat global. [Abdullah Ahmad Badawi , 2005]</p></blockquote>
<p><strong>Huang Dada |</strong> Timbangan adalah salah satu bagian terpenting dari perdagangan . Ketika orang Tionghoa merantau ke daerah jauh dan ada yang terjun ke perdagangan , timbangan yang sekarang sudah dianggap sebagai timbangan  adalah instrumen vital dalam perdagangan.</p>
<p>Orang Tionghoa memang sudah memainkan peranan penting dalam perdagangan internasional . Mereka sudah hadir lebih awal dari bangsa Barat di Nusantara. Mereka sedemikian pandai berdagang sehingga Fernand Braudel dalam &#8220;Civilization And Capitalism&#8221; menyebutkan bahwa orang Tionghoa sudah berkeliling ke berbagai negri , dengan timbangan di tangan, membeli semua rempah yang ditemui . Setelah menimbang mereka dapat menentukan kuantitas seperti berat dan kemudian menawarkan pembayaran . Banyaknya tergantung pada kebutuhan si penjual . Dengan cara ini orang Tionghoa dapat mengakumulasi komoditas yang diperlukan dengan kapasitas kapal yang datang dari Tiongkok dan menjualnya senilai lima puluh ribu caixas [sapekes] padahal modalnya hanya 12 ribu. Tak kurang dari Marcopolo sendiri memperkirakan bahwa konsumsi Tiongkok terhadap rempah-rempah dimasanya ratusan kali daripada Eropa. [Braudel , p130]</p>
<p>Dalam buku &#8220;Jaringan Asia&#8221; [Dennys Lombard] , disebutkan bahwa para pedagang membawa dua alat yang khas , yaitu timbangan bernampan satu dan sipoa . Yang satu perannya untuk menimbang , satu lagi untuk menghitung.</p>
<p>Timbangan bernampan satu itu disebut dacing [Dacheng] yang tercatat hadir di nusantara sejak abad 16. Frederick de Houtman menyebut alat untuk menimbang lada di Aceh pada tahun 1588 , saat itu di Tiongkok sedang memasuki akhir masa Dinasti Ming.||| <a href="http://web.budaya-tionghoa.net/home/1722-timbangan-dacing-dan-sejarah-perdagangan-di-nusantara" target="_blank"><strong>READ MORE</strong></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/parahyangan.wordpress.com/1802/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/parahyangan.wordpress.com/1802/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/parahyangan.wordpress.com/1802/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/parahyangan.wordpress.com/1802/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/parahyangan.wordpress.com/1802/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/parahyangan.wordpress.com/1802/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/parahyangan.wordpress.com/1802/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/parahyangan.wordpress.com/1802/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/parahyangan.wordpress.com/1802/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/parahyangan.wordpress.com/1802/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/parahyangan.wordpress.com/1802/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/parahyangan.wordpress.com/1802/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/parahyangan.wordpress.com/1802/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/parahyangan.wordpress.com/1802/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parahyangan.wordpress.com&amp;blog=1759200&amp;post=1802&amp;subd=parahyangan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parahyangan.wordpress.com/2012/03/02/timbangan-dacing-dan-sejarah-perdagangan-di-nusantara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8109209dab6aa452a3c9e7259c2b27e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">shinmen takezo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Injo Beng Goat [1904-1962] Dan Keng Po</title>
		<link>http://parahyangan.wordpress.com/2012/02/25/injo-beng-goat-1904-1962-dan-keng-po/</link>
		<comments>http://parahyangan.wordpress.com/2012/02/25/injo-beng-goat-1904-1962-dan-keng-po/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Feb 2012 02:04:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>parahyangan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diaspora Tionghoa]]></category>
		<category><![CDATA[Figur & Tokoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parahyangan.wordpress.com/?p=1807</guid>
		<description><![CDATA[Budaya-Tionghoa.Net &#124; Injo Beng Goat  lahir pada 1904 di Bengkulu. [1]Ia berpendidikan sekolah Belanda. Setamat SMA, ia masuk RHS [Rechtshogeschool] sampai mencapai tingkat kandidat I di Batavia. Pada 1926 ia kemudian menjadi anggota pengurus Ta Hsieh Seng Hwee. Sebelum Perang Dunia II, ia menjadi anggota Thian Ti Hwee [T’ien-ti Hui] . Pada 1930 ia menjadi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parahyangan.wordpress.com&amp;blog=1759200&amp;post=1807&amp;subd=parahyangan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Budaya-Tionghoa.Net | </strong>Injo Beng Goat  lahir pada 1904 di Bengkulu. <a href="http://web.budaya-tionghoa.net/tokoh-a-diaspora/tokoh-tionghoa/1739-injo-beng-goat-1904-1962#_ftn1">[1]</a>Ia berpendidikan sekolah Belanda. Setamat SMA, ia masuk RHS [Rechtshogeschool] sampai mencapai tingkat kandidat I di Batavia. Pada 1926 ia kemudian menjadi anggota pengurus Ta Hsieh Seng Hwee.</p>
<p>Sebelum Perang Dunia II, ia menjadi anggota Thian Ti Hwee [T’ien-ti Hui] . Pada 1930 ia menjadi editor dan akhirnya menjadi kepala editor Keng Po.</p>
<p>Keng Po didirikan pada tahnun 1923 oleh bekas direktur Sin Po , Hauw Tek Kong. Setelah Hauw mundur , suksesi berturut-turut adalah Nio Joe Lan , Saoroen  , Thio Tjin Lie dan akhirnya Injo Beng Goat.<a href="http://web.budaya-tionghoa.net/tokoh-a-diaspora/tokoh-tionghoa/1739-injo-beng-goat-1904-1962#_ftn2">[2]</a></p>
<p>Keng Po adalah media untuk wong cilik seperti kaum buruh , semacam “Daily Herald” , untuk kepentingan buruh. Injo Beng Goat suka humor dan tulisannya segar.<a href="http://web.budaya-tionghoa.net/tokoh-a-diaspora/tokoh-tionghoa/1739-injo-beng-goat-1904-1962#_ftn3">[3]</a>. Karenanya Injo Beng Goat punya pandangan agar disaat menulis harus menyesuaikan juga dengan tingkat pendidikan pembacanya , yang dimasanya sebagian besar masyarakat masih berpendidikan rendah.</p>
<p>Injo Beng Goat sempat  menyokong Tiongkok dalam Sino Japanese War II [1937-1945] dalam bentuk bantuan dana. Saat Jepang masuk , Injo Beng Goat ditangkap pada tahun 1943 di Purwokerto sampai akhirnya di internir di Cimahi.  Di dalam tahanan Injo bertemu dengan Khoe Wan Sioe , dimana pandangan-pandangan Khoe banyak dipengaruhi oleh Injo.<a href="http://web.budaya-tionghoa.net/tokoh-a-diaspora/tokoh-tionghoa/1739-injo-beng-goat-1904-1962#_ftn4">[4]</a></p>
<p>Pada awal revolusi , Injo terjun dalam bidang kewartawanan . Pada saat Belanda menerbitkan Uitzicht , seminggu kemudian pada tanggal 16 Januari 1946 terbit pula “Het Inzicht” . Nama Het Inzicht diberikan oleh Jacques de Kadt yang di masa pendudukan Jepang di internir. Majalah Het Inzicht pro kemerdekaan . Injo Beng Goat sendiri masuk daftar team redaksi bersama Ida Nasution , Jacques Kadt , Beb Vuyk dan Akky Djoehana etc. <a href="http://web.budaya-tionghoa.net/tokoh-a-diaspora/tokoh-tionghoa/1739-injo-beng-goat-1904-1962#_ftn5">[5]</a> ||| <a href="http://web.budaya-tionghoa.net/tokoh-a-diaspora/tokoh-tionghoa/1739-injo-beng-goat-1904-1962" target="_blank"><strong>READ MORE</strong></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/parahyangan.wordpress.com/1807/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/parahyangan.wordpress.com/1807/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/parahyangan.wordpress.com/1807/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/parahyangan.wordpress.com/1807/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/parahyangan.wordpress.com/1807/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/parahyangan.wordpress.com/1807/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/parahyangan.wordpress.com/1807/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/parahyangan.wordpress.com/1807/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/parahyangan.wordpress.com/1807/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/parahyangan.wordpress.com/1807/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/parahyangan.wordpress.com/1807/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/parahyangan.wordpress.com/1807/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/parahyangan.wordpress.com/1807/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/parahyangan.wordpress.com/1807/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parahyangan.wordpress.com&amp;blog=1759200&amp;post=1807&amp;subd=parahyangan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parahyangan.wordpress.com/2012/02/25/injo-beng-goat-1904-1962-dan-keng-po/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8109209dab6aa452a3c9e7259c2b27e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">shinmen takezo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Film : The Road Home [1999] – Debut Zhang Zhiyi , Masterpiece Zhang Yimou</title>
		<link>http://parahyangan.wordpress.com/2011/12/18/film-the-road-home-1999-debut-zhang-zhiyi-masterpiece-zhang-yimou-2/</link>
		<comments>http://parahyangan.wordpress.com/2011/12/18/film-the-road-home-1999-debut-zhang-zhiyi-masterpiece-zhang-yimou-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Dec 2011 23:46:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>parahyangan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni & Literature]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[zhang yimou]]></category>
		<category><![CDATA[zhang zhiyi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parahyangan.wordpress.com/?p=1797</guid>
		<description><![CDATA[Author // Yan Widjaya &#38; Rinto Jiang Budaya-Tionghoa.Net &#124; Film The Road Home [1999] diangkat dari novel “Remembrance” yang ditulis oleh Bao Shi yang mempunyai judul lain “Wo De Fu Qin Mu Qin” yang artinya “Ayah dan Ibuku”. Setting sejarah novel ini adalah menjelang masa Revolusi Kebudayaan Mao di tahun 1966. Dalam novelnya , penulis [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parahyangan.wordpress.com&amp;blog=1759200&amp;post=1797&amp;subd=parahyangan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Author // Yan Widjaya &amp; Rinto Jiang</strong></p>
<p><strong>Budaya-Tionghoa.Net |</strong> Film The Road Home [1999] diangkat dari novel “Remembrance” yang ditulis oleh Bao Shi yang mempunyai judul lain “Wo De Fu Qin Mu Qin” yang artinya “Ayah dan Ibuku”. Setting sejarah novel ini adalah menjelang masa Revolusi Kebudayaan Mao di tahun 1966. Dalam novelnya , penulis terlihat ingin menyorot segi lain menjelang revolusi , masa dimana tiada hari tanpa revolusi dengan mengupas kisah romantis ringan yang kontras dengan beban-beban revolusi yang berat.</p>
<p>Inti cerita bersetting medio tahun 1960an menjelang Revolusi Kebudayaan. Tokoh utamanya adalah pemuda bernama Luo Yusheng , seorang pengusaha dari kota yang pulang kampung halamannya di Tiongkok utara untuk melayat pemakaman ayahandanya. Mendiang ayahnya , Luo Changyu adalah seorang guru yang sangat dihormati oleh penduduk setempat.</p>
<p>Ibunda Yusheng menghendaki upacara tradisional dalam pemakaman . Sang anak demi menghormati keinginan ibunya , kemudian menyetujui kehendak ibunya kendati jaman dibawah rejim komunis telah berubah. Ternyata pada hari pemakaman , lebih dari seratus pria , para mantan murid Luo Changyu , secara bergantian memberikan penghormatan untuk menggotong peti mati gurunya tanpa mau menerima bayaran sedikitpun uang yang disediakan Yusheng. Demi menghormati ayahnya , Yusheng mengajar di sekolah desa selama sehari. Ternyata pengalaman sehari itu sangat membekas dalam hatinya. Apakah Yusheng akan meninggalkan desa untuk melanjutkan bhakti kepada mendiang ayahnya dengan menjadi guru desa ? Film drama bermutu tinggi ini diproduksi oleh Guang Xi Film Studio bekerja sama dengan Beijing New Pictures. Untuk distribusi global ditangani oleh Columbia Pictures Film Production Asia. Sayangnya film ini tidak beredar di bioskop-bioskop Indonesia tetapi masih bisa dinikmati karena terdistribusi dalam bentuk disc film.</p>
<div><img src="https://lh3.googleusercontent.com/-XBqCsFyxk3I/TuLCHXfvhSI/AAAAAAAACOA/2rBoQKy6dQw/s800/The%252520Road%252520Home%252520-%252520Zhang%252520Zhiyi.jpg" alt="" width="720" border="0" /></div>
<p><strong>NILAI BUDAYA</strong></p>
<p>Zhang Yimou adalah seorang sineas besar dari kelompok sutradara yang kerap disebut sutradara generasi kelima. Zhang sering dituduh oleh pemerintahnya sendiri sebagai pembangkang sehingga filmnya sulit beredar di negaranya sendiri. Sejak film debutnya dalam “Red Sorghum” [1998] disusul “Ju Dou” , “Raise the Red Lantern” , “Not One Less” , <a href="http://web.budaya-tionghoa.net/seni-dan-hobby/sinematografi/1361-film-the-story-of-qiu-ju-seberapa-tionghua-sebuah-film-bagi-masyarakat-amerika">“Story of Qiu Ju</a>” , sampai film “Hero” dan “House of Flying Dagger”, secara lihai dia menyusupkan kekhasan budaya Tionghua. ||| <a href="http://web.budaya-tionghoa.net/seni-dan-hobby/sinematografi/1310-film-the-road-home-1999-debut-zhang-zhiyi-" target="_blank"><strong>READ MORE</strong></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/parahyangan.wordpress.com/1797/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/parahyangan.wordpress.com/1797/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/parahyangan.wordpress.com/1797/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/parahyangan.wordpress.com/1797/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/parahyangan.wordpress.com/1797/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/parahyangan.wordpress.com/1797/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/parahyangan.wordpress.com/1797/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/parahyangan.wordpress.com/1797/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/parahyangan.wordpress.com/1797/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/parahyangan.wordpress.com/1797/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/parahyangan.wordpress.com/1797/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/parahyangan.wordpress.com/1797/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/parahyangan.wordpress.com/1797/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/parahyangan.wordpress.com/1797/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parahyangan.wordpress.com&amp;blog=1759200&amp;post=1797&amp;subd=parahyangan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parahyangan.wordpress.com/2011/12/18/film-the-road-home-1999-debut-zhang-zhiyi-masterpiece-zhang-yimou-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8109209dab6aa452a3c9e7259c2b27e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">shinmen takezo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://lh3.googleusercontent.com/-XBqCsFyxk3I/TuLCHXfvhSI/AAAAAAAACOA/2rBoQKy6dQw/s800/The%252520Road%252520Home%252520-%252520Zhang%252520Zhiyi.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Seni Sebagai Seorang Guru</title>
		<link>http://parahyangan.wordpress.com/2011/12/18/seni-sebagai-seorang-guru/</link>
		<comments>http://parahyangan.wordpress.com/2011/12/18/seni-sebagai-seorang-guru/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Dec 2011 23:43:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>parahyangan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah & Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[confucius]]></category>
		<category><![CDATA[kisah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parahyangan.wordpress.com/?p=1795</guid>
		<description><![CDATA[Xie Zheng Ming  &#124; Guru adalah sebuah profesi yang mulia. Tanpa guru kita semua tidak akan memiliki hari ini. Sebagai seorang guru, beliau memiliki dua tugas utama yaitu: mengajar dan mendidik. Dianta ra dua  tugas ini, tugas mendidiklah yang paling berat. Mengajar hanyalah sebatas pada materi pelajaran, sedangkan mendidik menyangkut akhlak dan moralitas. Mengajar hasilnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parahyangan.wordpress.com&amp;blog=1759200&amp;post=1795&amp;subd=parahyangan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Xie Zheng Ming  |</strong> Guru adalah sebuah profesi yang mulia. Tanpa guru kita semua tidak akan memiliki hari ini. Sebagai seorang guru, beliau memiliki dua tugas utama yaitu: mengajar dan mendidik. Dianta ra dua  tugas ini, tugas mendidiklah yang paling berat. Mengajar hanyalah sebatas pada materi pelajaran, sedangkan mendidik menyangkut akhlak dan moralitas. Mengajar hasilnya bisa dirasakan dalam waktu singkat, sebaliknya hasil didikan seorang guru baru bisa dirasakan ketika siswa tersebut memasuki kehidupan dalam bermasyarakat. Untuk dapat mendidik seorang siswa dengan baik,seorang guru harus benar-benar memahami karakter setiap muridnya. Untuk memberitahukan satu hal yang sama seorang guru harus menyiapkan banyak cara.</p>
<p>Kisah berikut menceritakan bagaimana cara Confucius dalam mendidik setiap siswanya. Confucius memiliki banyak sekali murid,diantaranya adalah Zi Lu dan Zai Qiu.Suatu hari Zi Lu bertanya kepada sang guru: “Guru jika kita mendengar ada sebuah hal yang harus segera dikerjakan, bolehkah kita langsung mengerjakannya? Confucius menjawab: “Tidak boleh.Kita harus mendengarkan pendapat orang yang lebih tua terlebih dahulu. Jika masih memiliki orang tua, mintalah mereka untuk memberikan pendapatnya terhadap hal tersebut.Sesudahnya barulah kita boleh bertindak.”</p>
<p>Pada kesempatan lain Zai Qiu menanyakan hal yang sama kepada sang guru. Kali ini Confucius memberikan jawaban lain: “Segera laksanakanlah.” ||| <strong><a href="http://web.budaya-tionghoa.net/religi-filosofi/konghucu-confucian/1251-seni-sebagai-seorang-guru-">READ MORE</a></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/parahyangan.wordpress.com/1795/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/parahyangan.wordpress.com/1795/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/parahyangan.wordpress.com/1795/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/parahyangan.wordpress.com/1795/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/parahyangan.wordpress.com/1795/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/parahyangan.wordpress.com/1795/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/parahyangan.wordpress.com/1795/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/parahyangan.wordpress.com/1795/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/parahyangan.wordpress.com/1795/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/parahyangan.wordpress.com/1795/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/parahyangan.wordpress.com/1795/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/parahyangan.wordpress.com/1795/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/parahyangan.wordpress.com/1795/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/parahyangan.wordpress.com/1795/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parahyangan.wordpress.com&amp;blog=1759200&amp;post=1795&amp;subd=parahyangan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parahyangan.wordpress.com/2011/12/18/seni-sebagai-seorang-guru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8109209dab6aa452a3c9e7259c2b27e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">shinmen takezo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Film : The Joy Luck Club [1993] – Film Spesial Untuk Wanita Tionghoa</title>
		<link>http://parahyangan.wordpress.com/2011/12/18/film-the-joy-luck-club-1993-film-spesial-untuk-wanita-tionghoa/</link>
		<comments>http://parahyangan.wordpress.com/2011/12/18/film-the-joy-luck-club-1993-film-spesial-untuk-wanita-tionghoa/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Dec 2011 23:41:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>parahyangan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ragam & Peristiwa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parahyangan.wordpress.com/?p=1793</guid>
		<description><![CDATA[Yan Widjaya &#124; Film drama “The Joy Luck Club” (1993) ini bukanlah karya Oliver Stone . Oliver Stone disini hanya menjabat sebagai produser eksekutif bersama Amy Tan, sang novelis yang karya novelnya diadaptasi menjadi film ini. Filmnya dibintangi Wen Ming Na , Kieu Chinh, Tsai Chin, France Nuyen, Lisa Lu, Tamlyn Tomita, Rosalind Chao, Andrew [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parahyangan.wordpress.com&amp;blog=1759200&amp;post=1793&amp;subd=parahyangan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><strong>Yan Widjaya | </strong>Film drama “The Joy Luck Club” (1993) ini bukanlah karya Oliver Stone . Oliver Stone disini hanya menjabat sebagai produser eksekutif bersama Amy Tan, sang novelis yang karya novelnya diadaptasi menjadi film ini. Filmnya dibintangi Wen Ming Na , Kieu Chinh, Tsai Chin, France Nuyen, Lisa Lu, Tamlyn Tomita, Rosalind Chao, Andrew McCarthy, dll.</p>
<p><img class="alignleft" style="border:8px solid black;margin:8px;" src="https://lh3.googleusercontent.com/-MwDNJKut81Y/TuQFthfEUGI/AAAAAAAACOg/wcmPUZ8X_Wo/s327/The_Joy_Luck_Club_%252528film%252529.jpg" alt="" width="220" height="327" border="0" />Sutradaranya adalah, Wayne Wang <big>王颖</big>, seorang sutradara Tionghua asal Amerika. Sebelumnya Wang telah membuat film-film mengenai imigran Tionghua di Amerika seperti “Dim Sum: A Little of Bit Heart” (1985) , “Dimsum Take Out” (1998) dan “Eat a Bowl of Tea” (1989) dan sempat mengarahkan Jennifer Lopez dalam “Maid in Manhattan” (2002).</p>
<div>Ada pun “The Joy Luck Club” dibuat tahun 1993 yang diadaptasi berdasarkan novel laris karangan Amy Tan. Filmnya tak pernah ditayangkan di bioskop-bioskop Indonesia. Namun laser disc dan vcd originalnya pernah beredar kira-kira sepuluh tahun lalu. Bukunya pun sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia, diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama, kira-kira pada tahun 1995.</div>
<div>Diceritakan June (diperani Wen Ming-Na ), seorang wanita muda Tionghua -Amerika, yang menggantikan kedudukan ibunya yang baru meninggal, dalam permainan kartu mahjong. Permainan tersebut selalu dimainkan empat orang. Tiga wanita tua yang sudah puluhan tahun memainkannya bareng mendiang ibu June, semuanya berasal dari China Daratan. Mereka kelahiran era feodal sebelum berdirinya Republik Rakyat Tiongkok tahun 1949 ||| <strong><a href="http://web.budaya-tionghoa.net/seni-dan-hobby/sinematografi/1205-film-the-joy-luck-club-1993-film-spesial-untuk-wanita-tionghoa" target="_blank">READ MORE</a></strong></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/parahyangan.wordpress.com/1793/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/parahyangan.wordpress.com/1793/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/parahyangan.wordpress.com/1793/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/parahyangan.wordpress.com/1793/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/parahyangan.wordpress.com/1793/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/parahyangan.wordpress.com/1793/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/parahyangan.wordpress.com/1793/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/parahyangan.wordpress.com/1793/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/parahyangan.wordpress.com/1793/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/parahyangan.wordpress.com/1793/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/parahyangan.wordpress.com/1793/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/parahyangan.wordpress.com/1793/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/parahyangan.wordpress.com/1793/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/parahyangan.wordpress.com/1793/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parahyangan.wordpress.com&amp;blog=1759200&amp;post=1793&amp;subd=parahyangan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parahyangan.wordpress.com/2011/12/18/film-the-joy-luck-club-1993-film-spesial-untuk-wanita-tionghoa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8109209dab6aa452a3c9e7259c2b27e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">shinmen takezo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://lh3.googleusercontent.com/-MwDNJKut81Y/TuQFthfEUGI/AAAAAAAACOg/wcmPUZ8X_Wo/s327/The_Joy_Luck_Club_%252528film%252529.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Dinasti Sui (581 &#8211; 618 M) : Re-unifikasi</title>
		<link>http://parahyangan.wordpress.com/2011/12/18/dinasti-sui-581-618-m-re-unifikasi/</link>
		<comments>http://parahyangan.wordpress.com/2011/12/18/dinasti-sui-581-618-m-re-unifikasi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Dec 2011 23:27:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>parahyangan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dinasti Sui]]></category>
		<category><![CDATA[seri sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[sui wendi]]></category>
		<category><![CDATA[sui yangdi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parahyangan.wordpress.com/?p=1791</guid>
		<description><![CDATA[Budaya-Tionghoa.Net &#124; Tiongkok baru dapat bersatu kembali di bawah pemerintahan Dinasti Sui (581-618) yang didirikan oleh Yang Jian dengan gelarnya Sui Wendi (581-604). Beliau merupakan seorang raja berkemampuan tinggi, yang sanggup memulihkan perdamaian setelah masa kacau selama ratusan tahun. Untuk membantunya dalam memerintah ia juga menunjuk menteri-menteri yang pandai serta berusaha untuk meningkatkan pertanian. Artikel [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parahyangan.wordpress.com&amp;blog=1759200&amp;post=1791&amp;subd=parahyangan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a><strong>Budaya-Tionghoa.Net </strong></a>| Tiongkok baru dapat bersatu kembali di bawah pemerintahan Dinasti Sui (581-618) yang didirikan oleh Yang Jian dengan gelarnya Sui Wendi (581-604). Beliau merupakan seorang raja berkemampuan tinggi, yang sanggup memulihkan perdamaian setelah masa kacau selama ratusan tahun. Untuk membantunya dalam memerintah ia juga menunjuk menteri-menteri yang pandai serta berusaha untuk meningkatkan pertanian.<span id="more-1791"></span></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="1" align="left" bgcolor="#f3f3f3">
<tbody>
<tr>
<td>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="1" align="left" bgcolor="#c1cddb">
<tbody>
<tr>
<td width="229">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="5" bgcolor="#fffde8">
<tbody>
<tr>
<td colspan="3"><strong>Artikel Terkait :</strong></p>
<ul>
<li><a href="http://web.budaya-tionghoa.net/the-history-of-china/the-history-of-zhou-dynasty/211-dinasti-zhou-1122-256-sm-dan-lahirnya-para-filosof-besar-ba1"> Dinasti Zhou [1122-256 SM] : Lahirnya Para Filsuf Besar</a></li>
<li><a href="http://web.budaya-tionghoa.net/the-history-of-china/the-history-of-qing-dynasty/267-serial-sejarah-dinasti-qing-1644-1912"> Dinasti Qing (1644 – 1912) : Melampaui &#8220;China Proper&#8221;</a></li>
<li><a href="http://web.budaya-tionghoa.net/the-history-of-china/the-history-of-ming-dynasty/268-serial-sejarah-dinasti-ming-1368-1644-"> Dinasti Ming (1368 &#8211; 1644M ) : Pelayaran Samudera </a></li>
<li><a href="http://web.budaya-tionghoa.net/the-history-of-china/the-history-of-yuan-dynasty/269-serial-sejarah-dinasti-yuan-1279-1368"> Dinasti Yuan (1279 – 1368 M) : Toleransi Agama </a></li>
<li><a href="http://web.budaya-tionghoa.net/the-history-of-china/the-history-of-song-dynasty/270-serial-sejarah-dinasti-song-960-1268"> Dinasti Song (960 – 1268 M) : &#8220;Revolusi Industri dan Lompatan Teknologi&#8221; </a></li>
<li><a href="http://web.budaya-tionghoa.net/the-history-of-china/the-history-of-tang-dynasty/271-serial-sejarah-dinasti-tang-618-906"> Dinasti Tang (618 – 906 M) : Megapolitan Chang&#8217;an </a></li>
<li><a href="http://web.budaya-tionghoa.net/the-history-of-china/the-history-of-han-dynasty/273-serial-sejarah-dinasti-han-206-sm-221m"> Dinasti Han (206 SM – 221M) : Interaksi Timur Dan Barat </a></li>
<li><a href="http://web.budaya-tionghoa.net/the-history-of-china/the-history-of-qin-dynasty/274-serial-sejarah-dinasti-qin-221-206-sm"> Dinasti Qin : (221 – 206 SM) : Unifikasi Dan Pencapaian Yang Singkat</a></li>
<li><a href="http://web.budaya-tionghoa.net/budaya-tionghoa/mythology-of-china/357-erlang-shen"> Erlang Shen</a></li>
</ul>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pengganti Yang Jian, Kaisar Sui Yangdi (604 – 617) sayangnya bukan kaisar yang cakap dan lebih mementingkan bermewah-mewah ketimbang mengurus masalah kenegaraan. Dengan mengabaikan protes para menterinya, Yangdi memerintahkan pembangungan ibu kota kedua, Luoyang. Dua juta pekerja telah diperintahkan untuk membangun istana megah serta danau buatan di kota tersebut lengkap dengan tamannya yang memiliki luas 155 km2.</p>
<p>Kala musim dingin tiba, pada pohon-pohon di taman tersebut digantungkan daun dan bunga-bungaan dari sutra. Kaisar Yangdi melanjutkan pembangunan terusan yang telah dimulai oleh Kaisar Sui Wendi yang menghubungkan utara dan selatan, mulai dari lembah Sungai Yangzi hingga mencapai daerah Beijing sekarang. Terusan sepanjang kurang lebih 2000 km tersebut dapat dikatakan merupakan salah satu mahakarya Bangsa Tionghoa, karena dibangun sekitar 12 abad lebih dahulu dibandingkan dengan pembangungan Terusan Suez oleh bangsa Barat.</p>
<p>Kejatuhan Yangdi dipercepat oleh usahanya yang gagal untuk menaklukkan Korea, dimana hal tersebut sangat menghabiskan sumber daya negara. Pada masa akhir pemerintahannya Sungai Huanghe meluap yang mengakibatkan penderitaan di kalangan rakyat. Kerusuhan terjadi di mana-mana. Li Yuan seorang tokoh militer dari Utara menaklukkan ibu kota Chang’an dan Yangdipun melarikan diri ke selatan, di mana ia dicekik sampai mati oleh putera seorang menteri yang pernah dipermalukannya.</p>
<p>Li Yuan kemudian mengangkat cucu Yangdi sebagai Kaisar Gongdi (617-618) dan ia sendiri menjadi walinya, tetapi setahun kemudian diturunkannya dari tahta dan ia sendiri mengangkat dirinya sebagai kaisar dengan gelar Tang Gaozong (618 – 626). Dengan demikian berakhirlah Dinasti Sui dan masa kekuasaan Dinasti Tangpun mulailah.</p>
<p>***</p>
<p>Tulisan ini adalah bagian dari Serial Sejarah , yang bisa anda ikuti melalui link dibawah ini .</p>
<p>[<a href="http://web.budaya-tionghoa.net/the-history-of-china/san-huang-wu-di-/62-tiga-raja-dan-lima-kaisar">San Huang Wudi</a>] [Xia] [<a href="http://web.budaya-tionghoa.net/the-history-of-china/the-history-of-shang-dynasty">Shang</a>] [<a href="http://web.budaya-tionghoa.net/the-history-of-china/the-history-of-zhou-dynasty/211-dinasti-zhou-1122-256-sm-dan-lahirnya-para-filosof-besar-ba1">Zhou</a>] [<a href="http://web.budaya-tionghoa.net/the-history-of-china/the-history-of-qin-dynasty/274-serial-sejarah-dinasti-qin-221-206-sm">Qin</a>] [<a href="http://web.budaya-tionghoa.net/the-history-of-china/the-history-of-han-dynasty/273-serial-sejarah--dinasti-han-206-sm--221m">Han</a>] [Samkok] [Jin] [<a href="http://web.budaya-tionghoa.net/the-history-of-china/the-history-of-sui-dynasty/272-serial-sejarah--dinasti-sui-581-618">Sui</a>] [<a href="http://web.budaya-tionghoa.net/the-history-of-china/the-history-of-tang-dynasty/271-serial-sejarah--dinasti-tang-618--906">Tang</a>][<a href="http://web.budaya-tionghoa.net/the-history-of-china/the-history-of-song-dynasty/270-serial-sejarah--dinasti-song-960--1268">Song</a>] [<a href="http://web.budaya-tionghoa.net/the-history-of-china/the-history-of-yuan-dynasty/269-serial-sejarah--dinasti-yuan-1279--1368">Yuan</a>] <a href="http://web.budaya-tionghoa.net/the-history-of-china/the-history-of-ming-dynasty">[Ming</a>] [Qing]</p>
<p><a><strong>Budaya-Tionghoa.Net </strong></a>|<strong><a href="http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/message/16127">Mailing-List Budaya Tionghua</a></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/parahyangan.wordpress.com/1791/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/parahyangan.wordpress.com/1791/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/parahyangan.wordpress.com/1791/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/parahyangan.wordpress.com/1791/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/parahyangan.wordpress.com/1791/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/parahyangan.wordpress.com/1791/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/parahyangan.wordpress.com/1791/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/parahyangan.wordpress.com/1791/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/parahyangan.wordpress.com/1791/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/parahyangan.wordpress.com/1791/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/parahyangan.wordpress.com/1791/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/parahyangan.wordpress.com/1791/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/parahyangan.wordpress.com/1791/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/parahyangan.wordpress.com/1791/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parahyangan.wordpress.com&amp;blog=1759200&amp;post=1791&amp;subd=parahyangan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parahyangan.wordpress.com/2011/12/18/dinasti-sui-581-618-m-re-unifikasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8109209dab6aa452a3c9e7259c2b27e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">shinmen takezo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah Zhuangzi : Katak Dibawah Sumur Yang Dangkal</title>
		<link>http://parahyangan.wordpress.com/2011/12/18/kisah-zhuangzi-katak-dibawah-sumur-yang-dangkal/</link>
		<comments>http://parahyangan.wordpress.com/2011/12/18/kisah-zhuangzi-katak-dibawah-sumur-yang-dangkal/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Dec 2011 23:11:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>parahyangan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah & Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[zhuangzi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parahyangan.wordpress.com/?p=1787</guid>
		<description><![CDATA[Budaya-Tionghoa.Net &#124; Pada suatu waktu , hiduplah seekor katak di sumur yang dangkal . Suatu hari , seekor kura-kura yang datang berkelana dari Laut Timur sampai disana dan melihat sang katak. Sang katak dengan bangga berkata kepada tamunya , &#8221; Saya begitu bahagia . Ketika saya pergi , saya melompat pagar sumur. Ketika saya kembali [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parahyangan.wordpress.com&amp;blog=1759200&amp;post=1787&amp;subd=parahyangan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Budaya-Tionghoa.Net | </strong>Pada suatu waktu , hiduplah seekor katak di sumur yang dangkal . Suatu hari , seekor kura-kura yang datang berkelana dari Laut Timur sampai disana dan melihat sang katak.</p>
<p>Sang katak dengan bangga berkata kepada tamunya , &#8221; Saya begitu bahagia . Ketika saya pergi , saya melompat pagar sumur. Ketika saya kembali ke rumah , saya beristirahat di lubang pada tembok sumur yang retak. Ketika saya melompat . Ketika saya berjalan di lumpur , terlindungi oleh kaki saya. Saya melihat sekeliling , cacing , kepiting , jentik dan tidak ada yang sebanding dengan saya. Saya adalah penguasa dua dunia , air dan darat . Kebahagian saya luar biasa , tuan kura-kura kenapa anda tidak turun dan  mampir kerumah saya yang menakjubkan ini.</p>
<p>Sang kura-kura mencoba untuk memaksakan diri turun ke bawah sumur. Tetapi sebelum itu lutut kanannya cidera , dan hendak mengurungkan niatnya. Menyadari betapa kecilnya sumur ini , sang kura-kura mulai menjelaskan Laut Timur kepada si kodok.</p>
<p>&#8220;Ukuran dari Laut Timur diluar imajinasi terliar anda. Bahkan sebuah jarak ribuan mil tidak bisa memberikan anda betapa luasnya lautan. Bahkan gambaran ribuan kaki tidak bisa |||<strong> <a href="http://web.budaya-tionghoa.net/budaya-tionghoa/kisah-renungan/1180-kisah-zhuangzi-katak-dibawah-sumur-yang-dangkal-" target="_blank">READ MORE</a></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/parahyangan.wordpress.com/1787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/parahyangan.wordpress.com/1787/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/parahyangan.wordpress.com/1787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/parahyangan.wordpress.com/1787/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/parahyangan.wordpress.com/1787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/parahyangan.wordpress.com/1787/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/parahyangan.wordpress.com/1787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/parahyangan.wordpress.com/1787/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/parahyangan.wordpress.com/1787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/parahyangan.wordpress.com/1787/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/parahyangan.wordpress.com/1787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/parahyangan.wordpress.com/1787/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/parahyangan.wordpress.com/1787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/parahyangan.wordpress.com/1787/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parahyangan.wordpress.com&amp;blog=1759200&amp;post=1787&amp;subd=parahyangan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parahyangan.wordpress.com/2011/12/18/kisah-zhuangzi-katak-dibawah-sumur-yang-dangkal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8109209dab6aa452a3c9e7259c2b27e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">shinmen takezo</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
