<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments for Writing And Being</title>
	<atom:link href="http://parahyangan.wordpress.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://parahyangan.wordpress.com</link>
	<description>Anything</description>
	<lastBuildDate>Thu, 08 Oct 2009 08:50:02 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Comment on Memoirs of A Geisha by Dada</title>
		<link>http://parahyangan.wordpress.com/2006/01/05/memoirs-of-a-geisha/#comment-24</link>
		<dc:creator>Dada</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Oct 2009 08:50:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://parahyangan.wordpress.com/2008/01/08/memoirs-of-a-geisha/#comment-24</guid>
		<description>setuju dengn jimmy</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>setuju dengn jimmy</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Memoirs of A Geisha by jimmy germato</title>
		<link>http://parahyangan.wordpress.com/2006/01/05/memoirs-of-a-geisha/#comment-23</link>
		<dc:creator>jimmy germato</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Sep 2009 02:39:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://parahyangan.wordpress.com/2008/01/08/memoirs-of-a-geisha/#comment-23</guid>
		<description>Kecantikan,KeiNdahan,dan KeBudayaan yang MenariK dan MengagumKan,,,,</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kecantikan,KeiNdahan,dan KeBudayaan yang MenariK dan MengagumKan,,,,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Kontroversi Revolusi Kebudayaan 无产阶级文化大革命 by Dada</title>
		<link>http://parahyangan.wordpress.com/2008/01/16/kontroversi-revolusi-kebudayaan/#comment-19</link>
		<dc:creator>Dada</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Jun 2009 01:58:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://parahyangan.wordpress.com/2008/01/16/kontroversi-revolusi-kebudayaan/#comment-19</guid>
		<description>comment yang baik dari bang &quot;jeli&quot; 
ini notification wordpress ke email saya kok rada ngaco yah , sehingga saya baru sadar ada comment anda , sekarang. 

Korban memang berjatuhan selama revolusi. Tetapi karena ukuran RRT yang serba raksasa, termasuk dari segi populasi, maka kesan kebrutalannya tampak begitu gigantic. Di negri kita yang selama ini mengekor pada sumber-sumber barat melihatnya hanya dari segi &quot;kebrutalannya&quot; saja. Tanpa memandang sikon yang ada pada masa itu. sikon perang dingin , sikon RRT yang terpojok dikurung USA dari semenanjung Korea , Jepang , Filipina , Vietnam (nyaris) , hingga India dan Tibet. Dan juga konteks sejarah panjang bangsa Tiongkok yang mudah tercerai berai dan sering terjadi perang saudara. Jadi persatuan bangsa menjadi hal yg paling utama ketimbang HAM dan demokrasi yang selalu dinyanyikan di negara2 barat. Padahal dengan hipokritnya senang mengobok2 negara lain. 

Jadi saya sepakat dengan anda , mengelola komunitas rakyat membutuhkan strategi yang tepat dan tegas tanpa perlu mengekor trend dari negara2 kuat. Jadinya negara kita secara premature mengadopsi demokrasi dan terjebak pada ilusi HAM. Demokrasi yang terlalu di paksakan bagi mayoritas penduduk yang mudah goyah hanya oleh sebuah nasi bungkus , serangan fajar dengan nilai rupiah yang ala kadarnya , dan tingkat pendidikan masyarakat yang masih rendah . 

Negara kita yang alamnya kaya ini mustinya menempatkan sektor pertanian dan perikanan sebagai ujung tombak. bukan terburu2 melompat ke sektor industri , dimana secara teknologi kita cuman konsumen setia , bukan pencipta teknologi2 tinggi.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>comment yang baik dari bang &#8220;jeli&#8221;<br />
ini notification wordpress ke email saya kok rada ngaco yah , sehingga saya baru sadar ada comment anda , sekarang. </p>
<p>Korban memang berjatuhan selama revolusi. Tetapi karena ukuran RRT yang serba raksasa, termasuk dari segi populasi, maka kesan kebrutalannya tampak begitu gigantic. Di negri kita yang selama ini mengekor pada sumber-sumber barat melihatnya hanya dari segi &#8220;kebrutalannya&#8221; saja. Tanpa memandang sikon yang ada pada masa itu. sikon perang dingin , sikon RRT yang terpojok dikurung USA dari semenanjung Korea , Jepang , Filipina , Vietnam (nyaris) , hingga India dan Tibet. Dan juga konteks sejarah panjang bangsa Tiongkok yang mudah tercerai berai dan sering terjadi perang saudara. Jadi persatuan bangsa menjadi hal yg paling utama ketimbang HAM dan demokrasi yang selalu dinyanyikan di negara2 barat. Padahal dengan hipokritnya senang mengobok2 negara lain. </p>
<p>Jadi saya sepakat dengan anda , mengelola komunitas rakyat membutuhkan strategi yang tepat dan tegas tanpa perlu mengekor trend dari negara2 kuat. Jadinya negara kita secara premature mengadopsi demokrasi dan terjebak pada ilusi HAM. Demokrasi yang terlalu di paksakan bagi mayoritas penduduk yang mudah goyah hanya oleh sebuah nasi bungkus , serangan fajar dengan nilai rupiah yang ala kadarnya , dan tingkat pendidikan masyarakat yang masih rendah . </p>
<p>Negara kita yang alamnya kaya ini mustinya menempatkan sektor pertanian dan perikanan sebagai ujung tombak. bukan terburu2 melompat ke sektor industri , dimana secara teknologi kita cuman konsumen setia , bukan pencipta teknologi2 tinggi.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Kontroversi Revolusi Kebudayaan 无产阶级文化大革命 by jeli</title>
		<link>http://parahyangan.wordpress.com/2008/01/16/kontroversi-revolusi-kebudayaan/#comment-18</link>
		<dc:creator>jeli</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Mar 2009 21:07:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://parahyangan.wordpress.com/2008/01/16/kontroversi-revolusi-kebudayaan/#comment-18</guid>
		<description>Berdasarkan hasil penelitian WIM F WERTHEM  dalam bukunya &quot; THIRD WORLD WHENCE AND WITHERE&quot;  ternyata selama revolusi kebudayaan itu , China berhasil meningkatkan produksi pertanian tertinggi. Juga mampu membangun infrastructure pertanian yang tangguh, yang meliputi irigasi, industri pupuk, baja ,permesinan dan lain sebagainya. Andaikan tidak ada revolusi kebudayaan maka china akan selalu berhadapan dengan masalah kelaparan yang parah. Selama revolusi kebudayaan mesin politik komunis berkeja efektif untuk meredam segala pemikiran kanan dan mengarahkan semua potensi rakyat kepada satu titik , yaitu membangun landasan yang kokoh untuk lompatan china jauh kedepan. 

Deng , yang tampil sebagai proses suksesi dari Mao hanya meneruskan program pembangunan china. Deng , melesat dengan system sosialis kapitalis yang tidak mengalami distorsi terhadap komunisme karena landasan ekonomi sosialis yang berbasis kepada petani dan buruh china sudah tangguh semasa Mao. Justru semasa Deng, petani dan buruh mendapatkan berkah dari kompetisi pasar yang membutuhkan lapangan kerja dan komoditas pertanian. Keunggulan mereka yang mapan dan etos kerja yang punya value telah membuat mereka punya bargain dihadapan pasar. Beda dengan kita yang mengutamakan industri berjuis tampil didepan dengan petani sebagai pengekor,malah yang terjadi adalah petani tekor dan selalu diekor.

Setidaknya , Revolusi Kebudayaan China mengajarkan kepada sejarah bahwa mengelola komunitas rakyat membutuhkan strategi yang tepat dan tegas. Terlalu mahal harganya bila setiap kebijakan yang mengutamakan &quot;HAM&quot; hanya berputar putar ditangan elite yang tak berpihak kepada rakyat lemah. Justru kebijakan yang katanya bernilai &quot;HAM &quot; dan demokrasi itu telah menghasilkan gerombolan  berjuis yang menghisap darah rakyat secara systematis.APakah ini tidak lebih dahsyat daripada korban segelintir elite yang dibantai karena sebuah revolusi tegas yang membela mayoritas populasi?

Hidup menyangkut soal pilihan dan setiap pilihan tidak ada yang sempurna. Karena itulah kelemahan manusia. Tapi kita dituntut untuk memilih yang buruk diatara yang terburuk untuk mendapatkan yang terbaik diantara yang baik.Membiarkan gerombolan elite kapitalis hidup manja diruang parlemen dengan berbagai facilitas mewah adalah pilihan terburuk diantara yang buruk , ditengah situasi keadilan bagi rakyat banyak terabaikan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Berdasarkan hasil penelitian WIM F WERTHEM  dalam bukunya &#8221; THIRD WORLD WHENCE AND WITHERE&#8221;  ternyata selama revolusi kebudayaan itu , China berhasil meningkatkan produksi pertanian tertinggi. Juga mampu membangun infrastructure pertanian yang tangguh, yang meliputi irigasi, industri pupuk, baja ,permesinan dan lain sebagainya. Andaikan tidak ada revolusi kebudayaan maka china akan selalu berhadapan dengan masalah kelaparan yang parah. Selama revolusi kebudayaan mesin politik komunis berkeja efektif untuk meredam segala pemikiran kanan dan mengarahkan semua potensi rakyat kepada satu titik , yaitu membangun landasan yang kokoh untuk lompatan china jauh kedepan. </p>
<p>Deng , yang tampil sebagai proses suksesi dari Mao hanya meneruskan program pembangunan china. Deng , melesat dengan system sosialis kapitalis yang tidak mengalami distorsi terhadap komunisme karena landasan ekonomi sosialis yang berbasis kepada petani dan buruh china sudah tangguh semasa Mao. Justru semasa Deng, petani dan buruh mendapatkan berkah dari kompetisi pasar yang membutuhkan lapangan kerja dan komoditas pertanian. Keunggulan mereka yang mapan dan etos kerja yang punya value telah membuat mereka punya bargain dihadapan pasar. Beda dengan kita yang mengutamakan industri berjuis tampil didepan dengan petani sebagai pengekor,malah yang terjadi adalah petani tekor dan selalu diekor.</p>
<p>Setidaknya , Revolusi Kebudayaan China mengajarkan kepada sejarah bahwa mengelola komunitas rakyat membutuhkan strategi yang tepat dan tegas. Terlalu mahal harganya bila setiap kebijakan yang mengutamakan &#8220;HAM&#8221; hanya berputar putar ditangan elite yang tak berpihak kepada rakyat lemah. Justru kebijakan yang katanya bernilai &#8220;HAM &#8221; dan demokrasi itu telah menghasilkan gerombolan  berjuis yang menghisap darah rakyat secara systematis.APakah ini tidak lebih dahsyat daripada korban segelintir elite yang dibantai karena sebuah revolusi tegas yang membela mayoritas populasi?</p>
<p>Hidup menyangkut soal pilihan dan setiap pilihan tidak ada yang sempurna. Karena itulah kelemahan manusia. Tapi kita dituntut untuk memilih yang buruk diatara yang terburuk untuk mendapatkan yang terbaik diantara yang baik.Membiarkan gerombolan elite kapitalis hidup manja diruang parlemen dengan berbagai facilitas mewah adalah pilihan terburuk diantara yang buruk , ditengah situasi keadilan bagi rakyat banyak terabaikan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on China Remaking Europe by acai - monavie juice</title>
		<link>http://parahyangan.wordpress.com/2008/11/20/china-remaking-asia/#comment-17</link>
		<dc:creator>acai - monavie juice</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Nov 2008 19:43:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://parahyangan.wordpress.com/?p=101#comment-17</guid>
		<description>nice site.  Keep up the good work. Im going to add you to my rss feed.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>nice site.  Keep up the good work. Im going to add you to my rss feed.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Kontroversi Revolusi Kebudayaan 无产阶级文化大革命 by ady</title>
		<link>http://parahyangan.wordpress.com/2008/01/16/kontroversi-revolusi-kebudayaan/#comment-16</link>
		<dc:creator>ady</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Nov 2008 08:56:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://parahyangan.wordpress.com/2008/01/16/kontroversi-revolusi-kebudayaan/#comment-16</guid>
		<description>Yup...apalagi kalo kawan-kawan udah baca bukunya keluaran hasta mitra tentang Zhou En Lai. Kalian pasti mendapat perspektif yang berbeda tentang Mao Zedong, Revolusi Budaya, dan lain sebagainya.

Propaganda borjuis memang kejam bung....akan tetapi sosialisme harus terwujud...Dan RRT telah menemukan sosialismenya sendiri...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Yup&#8230;apalagi kalo kawan-kawan udah baca bukunya keluaran hasta mitra tentang Zhou En Lai. Kalian pasti mendapat perspektif yang berbeda tentang Mao Zedong, Revolusi Budaya, dan lain sebagainya.</p>
<p>Propaganda borjuis memang kejam bung&#8230;.akan tetapi sosialisme harus terwujud&#8230;Dan RRT telah menemukan sosialismenya sendiri&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Hakikat Pernikahan by venny trecia tanadi</title>
		<link>http://parahyangan.wordpress.com/2008/01/08/hakikat-pernikahan/#comment-15</link>
		<dc:creator>venny trecia tanadi</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Sep 2008 13:30:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://parahyangan.wordpress.com/2008/01/08/hakikat-pernikahan/#comment-15</guid>
		<description>jurnal pernikahan beda etnis donk. thank you</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>jurnal pernikahan beda etnis donk. thank you</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Komunis Anti Agama? by TheGembeL</title>
		<link>http://parahyangan.wordpress.com/2008/01/16/komunis-anti-agama/#comment-14</link>
		<dc:creator>TheGembeL</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 May 2008 21:28:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://parahyangan.wordpress.com/2008/01/16/komunis-anti-agama/#comment-14</guid>
		<description>Long Live and Love Communist!!!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Long Live and Love Communist!!!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Gulag &#8211; Aleksandr I. Solzhenitsyn by Dada</title>
		<link>http://parahyangan.wordpress.com/2008/01/14/gulag-aleksandr-i-solzhenitsyn/#comment-13</link>
		<dc:creator>Dada</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 May 2008 07:06:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://parahyangan.wordpress.com/2008/01/14/gulag-aleksandr-i-solzhenitsyn/#comment-13</guid>
		<description>boleh bung hendra , tetapi saya tidak yakin bahwa saya dapat memberi anda banyak hal. basic saya enginering , minat saya terhadap buku lebih ke sisi sejarahnya daripada sisi sastranya. 

thx atas tanggapaannya

email saya : wrw.hzh@gmail.com</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>boleh bung hendra , tetapi saya tidak yakin bahwa saya dapat memberi anda banyak hal. basic saya enginering , minat saya terhadap buku lebih ke sisi sejarahnya daripada sisi sastranya. </p>
<p>thx atas tanggapaannya</p>
<p>email saya : <a href="mailto:wrw.hzh@gmail.com">wrw.hzh@gmail.com</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Gulag &#8211; Aleksandr I. Solzhenitsyn by kaprisma</title>
		<link>http://parahyangan.wordpress.com/2008/01/14/gulag-aleksandr-i-solzhenitsyn/#comment-12</link>
		<dc:creator>kaprisma</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Apr 2008 03:58:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://parahyangan.wordpress.com/2008/01/14/gulag-aleksandr-i-solzhenitsyn/#comment-12</guid>
		<description>Halo Dada (Mba/Mas)..
Saya tertarik terhadap untaian kata2 anda yg mengutarakan ttg Gulag Arxipelag dan kalau bisa saya ingin bertukar pikiran dengan anda ttg Solzhenitsyn dan karyanya..Email saya: kaprisma_cccp@yahoo.com
Saat ini saya sedang menulis ttg Gulag Arxipelag dgn tinjauan hermeneutika (mudah2an lancar)..Tulisan saya ttg Gulag Arxipelag jg sudah terbit dalam Jurnal Glasnost, &quot;UNSUR RELIGIUSITAS SEBAGAI SIMBOL PENENTANG ARUS REALISME SOSIALIS: TINJAUAN SOSIOLOGI SASTRA&quot;
Semoga kita dapat berbagi pemikiran dalam kata, walau jarak memisahkan tatapan mata..
Tx..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Halo Dada (Mba/Mas)..<br />
Saya tertarik terhadap untaian kata2 anda yg mengutarakan ttg Gulag Arxipelag dan kalau bisa saya ingin bertukar pikiran dengan anda ttg Solzhenitsyn dan karyanya..Email saya: <a href="mailto:kaprisma_cccp@yahoo.com">kaprisma_cccp@yahoo.com</a><br />
Saat ini saya sedang menulis ttg Gulag Arxipelag dgn tinjauan hermeneutika (mudah2an lancar)..Tulisan saya ttg Gulag Arxipelag jg sudah terbit dalam Jurnal Glasnost, &#8220;UNSUR RELIGIUSITAS SEBAGAI SIMBOL PENENTANG ARUS REALISME SOSIALIS: TINJAUAN SOSIOLOGI SASTRA&#8221;<br />
Semoga kita dapat berbagi pemikiran dalam kata, walau jarak memisahkan tatapan mata..<br />
Tx..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
