Red Cliff 赤壁
SINOPSIS
1. KAMPANYE MILITER CAO – CAO KE SELATAN.
Film ini dibuka ketika Cao Cao (Zhang Fengyi) berusaha membujuk kaisar dinasti Han untuk menyerang ke selatan yang diduduki oleh Sun Quan dan Liu Bei dengan dalih sebagai pemberontak. Kong Rong menentang Cao Cao terang-terangan dan menuduh balik bahwa Cao Cao lah sang penghianat itu sendiri dengan alasan bahwa marga Sun telah turun temurun menguasai wilayah selatan dan Liu Bei sendiri masih ada hubungan saudara dengan kaisar ( Dinasti Han didirikan oleh Marga Liu , Liu Bang). Upaya Cao Cao untuk membujuk kaisar akhirnya berhasil. (more…)
Mountain Patrol – Kekexili
![]()
Berdasarkan kisah nyata dari sukarerawan Tibet yang mempersenjatai diri , dengan biaya sendiri dan seadanya mereka bertempur dengan sekelompok pemburu illegal antelope Tibet yang mulai terancam punah. Kiprah para sukarelawan ini tercatat oleh seorang jurnalis dari Beijing yang mengikuti keseharian mereka dan bergabung dalam rombongan mereka sebagai jurnalis. Dapat disaksikan juga sikap kaum wanita setempat terhadap perjuangan kaum lelaki mereka , melepas kepergian mereka kedalam perjuangan membela lingkungan…….Berlatarbelakang pegunungan Tibet yang indah berhiaskan salju , temuan-temuan bangkai2 antelope sepanjang perjalanan sungguh mengenaskan. Ditambah wajah ramah dan ganas dari pegunungan Tibet yang muncul silih berganti membawa kesukaran tersendiri bagi perjuangan mereka. Dan bagaimana akhir perjuangan mereka?
Karakter2 dalam film ini diperankan sebagian besar oleh artis Tibet sendiri, karena itu film ini menawarkan keunikan , yang berbeda dari film-film Mandarin yang biasa kita lihat. Saya begitu takjub bagaimana di tengah kemiskinan, keterbatasan dana dan dukungan dari pemerintah, semangat mereka bisa menggelora, yang rela untuk mempertaruhkan nyawa bukan untuk kemerdekaan mereka , bukan untuk kebebasan mereka , melainkan untuk mempertahankan apa yang mereka warisi secara turun temurun , termasuk kekayaan alam berupa satwa2 khas Tibet ,
Joyeux Noel
Dari insiden di Sarajevo, Bosnia maka meletuslah Perang Dunia I. Bagaikan reaksi berantai , Autria – Hongaria menantang Serbia , Russia membela Serbia dan menantang Austria – Hongaria , Jerman lalu mengancam Russia dan Prancis , Inggris lalu mengancam Jerman dan seterusnya. Perang Dunia I ini adalah peperangan paling defensive (jika dibandingkan dengan “sekuelnya” , Perang Dunia II) . Peperangan di garis depan juga berlangsung statis, hanya permainan tembak menembak dari parit perlindungan di garis depan. Begitu seterusnya, sehingga korban jiwa justru lebih banyak di akibatkan tembakan artillery. Maka ada yang dinamakan masa “stale-mate” (seri) dalam tahun-tahun tertentu akibat perang yang bersifat defensive dan statis ini.
Di garis depan front barat , dekat perbatasan Prancis – Jerman. Satu peleton Jerman yang dipimpin letnan yang berdarah Yahudi berhadapan dengan satu peleton Skotlandia(Inggris) yang dipimpin Letnan Gordon dan Prancis yang dipimpin seorang letnan yang beristri Jerman. Sementara hari natal semakin dekat, medan perang di liputi salju dan suasana perang masih berlangsung walau masing-masing pihak hanya menunggu di parit masing-masing. Suatu keajaiban datang saat hari natal tiba, dimulai dengan tiupan musik skotlandia di kubu pasukan skotlandia.
(more…)
Welcome to Dong Mak Gol 웰컴 투 동막골
Pasca Perang Dunia II, dunia seperti kue yang diperebutkan antara negara pemenang perang. Militer Jepang yang masih bertahan di semenanjung Korea harus menyerahkan diri kepada negara pemenang. Garis demarkasi 38 derajat dibuat untuk menandai wilayah administrative penyerahan Jepang. Daerah selatan berada dalam pengawasan Amerika Serikat dan daerah utara berada dalam pengawasan Uni Sovyet. Dari sinilah bibit perbedaan ideology antar rakyat Korea semakin tajam. Atas “restu” Stalin , 28 Juni 1950 Korea Utara menyerbu Korea Selatan dan dengan secepat kilat pasukan Korea Utara menerobos wilayah selatan dan menghancurkan hampir seluruh kekuatan Korea Selatan. Keadaan berubah saat beberapa bulan kemudian pahlawan PD II , Douglas MacArthur memimpin operasi ampibi berbahaya di Inchon, dan operasi ini merupakan titik balik yang menghantam balik kekuatan Korea Utara. Ratusan ribu tentara Korea Utara terjebak dan ditangkap karena operasi ini ( Kelak, peristiwa inilah yang memaksa China untuk menyerbu semenanjung Korea dan berpihak pada Korea Utara. Pendaratan MacArthur itulah yang menjadi prolog dari film ini.
Kagemusha 影武者 – Akira Kurosawa
Film ini menceritakan tentang kisah seorang warlord besar dalam sejarah Jepang di era Ashikaga (Japan medieval) yang bernama Takeda Shingen. Sesaat sebelum kematiannya, Takeda telah menyiapkan orang pengganti (The Double) yang mirip dengan dirinya, dan saat itu Clan Takeda sedang berseteru melawan clan Oda(Nobunaga) dan clan Tokugawa(Ieyasu), persiapan si Shingen palsu ini dimaksudkan untuk menipu musuhnya agar tidak menyerang, hal itu akan terjadi kalau pihak musuh tidak mengetahui, atau ragu, dalam menyikapi benar tidaknya kematian Shingen yang asli. Daya tarik utama dari film ini adalah saat si Shingen palsu (Kagemusha), berusaha menggantikan peran dari Shingen yang asli. Sangat memukau, menyedihkan, mengharukan.
Untuk penggemar film-film epic, Kagemusha ini dianjurkan untuk ditonton, tapi jangan mengharapkan film-film Akira Kurosawa akan seglamour film2 Holywood. Film ini lebih menonjolkan kekuatan gambar, dan cenderung hening walau sepanjang filmnya banyak dijumpai pasukan samurai yang hilir-mudik. “Keheningan” khas Kurosawa menjadikan film ini lebih dramatis.
Menjadi orang lain ternyata tidaklah semudah menjadi diri sendiri, walau orang lain itu adalah raja dan anda hanya seorang proletar (rakyat jelata) …..
Takeda Shingen: Tokoh dalam film Kagemusha ini terkenal dengan slogan2 militer “Secepat Angin”Seanggun rimba belantara” Menjarah bagaikan api Kokoh bagaikan gunung.
Sekarang bandingkan dengan bait2 dari Sun Tsu ribuan tahun sebelumnya.
Dalam bergerak hendaknya secepat angin
Dalam gerakan lambat, hendaknya seanggun rimba belantara
Dalam menggerebek dan menjarah, mengganaslah seperti api.
Dalam bertahan, bertahanlah sekokoh gunung. Dan seterusnya
Cinderella Man
Setting waktu dari film ini adalah “Great Depression” yang melanda USA di era pemerintahan presiden Franklin Delano Roosevelt , menyusul kejatuhan bursa saham nasionalnya. Akibatnya angka pengangguran dan kelaparan melanda negri ini. Dan pada masa sulit-sulit seperti itu, tinju adalah salah satu dari jalan pintas untuk mendapatkan ketenaran dan kemakmuran. Dalam masa inilah James Braddock hidup bersama istri dan anak-anaknya dalam suasana memprihatinkan. Russel Crowe yang memerankan tokoh James Braddock dengan sangat baik, digambarkan sebagai ayah yang sangat bertanggung jawab terhadap keluarganya, melakukan apa saja demi keluarganya, mulai dari berkerja serabutan, mengemis-ngemis, hingga rela dibayar 50 dollar untuk pertandingan come back-nya. Dan perut yang berbunyi tanda kelaparan dalam pertandingan come-back pertamanya. Dan dari letih dan lesu seusai bertanding dengan “riang” dia memberikan uang “kecil” itu buat keluarganya. Hiks,
The Butterfly Effect
Film dengan kedalaman ide yang luar biasa. Film ini dibuka dengan kutipan “Chaos Theory”, contoh paling populer dari konsep ini adalah kibasan sayap kupu-kupu di Hawaii yang menjadi sebab utama badai di Karibia. Para praktisinya telah berhasil menangkap kupu-kupu tetapi mereka belum menangani semua aliran angin yang didorong oleh sayap kupu-kupu itu. Apakah ini cukup relevan dengan kelakar Archimedes, disaat dia menemukan pengungkit? “Beri saya tempat untuk berpijak, maka saya bisa menggerakan bumi.” Atau seinchi hidung Cleopatra dinilai turut menentukan sejarah dunia. Leibniz pernah berkata kepada Jacoub Bernoulli: “Alam telah menentukan pola menciptakan kejadian, tetapi hanya untuk sebagian besarnya saja.”
Sekedar intermezzo, Bernoulli dan Einstein adalah ilmuwan yang sangat memperdulikan perilaku didunia alamiah, namun manusia harus menghadapi perilaku sesuatu diluar pola alam, yaitu manusia itu sendiri. Mahasiswa pengikut teori “Kekacauan” (Chaos) menolak keseimbangan pada kurva lonceng sebagai deskripsi tentang realitas. Dunia ini terhadap penyimpangan terhadap norma yang tidak tersebar secara simetris di kedua sisi rata-rata, seperti yang diproyeksikan dalam distribusi normal Gauss. Dan sebelum review ini semakin condong pada jurnal ilmiah akan saya hentikan.
A Moment To Remember.
Awal dari film ini seperti umumnya film-film romantis lainnya. Choi Chul Soo(Jeong Woo-Seong) adalah pria yang memiliki lisensi arsitek tapi gagal dalam mewujudkan impiannya dan harus mengisi hari-harinya sebagai seorang “tukang kayu” disebuah proyek, berperangai kasar, impulsif dan kompulsif. Sementara Kim Su Jin (Sun Ye-Jin) memiliki status ekonomi dan sosial yang lebih tinggi, merupakan gadis yang lembut, sabar dan bisa memberikan pengaruh yang baik kepada Chul Soo. Akhirnya mereka menikah walaupun sebelumnya ditentang oleh orang tua Su Jin. Sepertinya cerita ini akan bergulir biasa, tapi perkembangan ceritanya begitu indah. Konflik pertama adalah hubungan antara Chul Soo dengan ibunya yang tidak harmonis, Su Jin menunjukkan kharakter bagaimana menjadi istri yang baik. “ Jika kamu itu seorang tukang kayu yang baik, tidak saja kamu dituntut untuk membangun sebuah rumah yang baik , tapi juga membangun ruang dalam hati. Memafkan adalah salah satunya cara untuk menyediakan ruang didalam hati.” Konflik kedua adalah saat Su Jin diketahui menderita Alzheimer, dengan kemungkinan terburuk kerusakan memori, termasuk memori akan keluarganya dan suaminya. Dan yang lebih parah lagi adalah memori yang terlebih dahulu “terhapus” adalah recently memori. Secara keseluruhan, film ini adalah gambaran sebuah hubungan cinta yang mendalam antar dua insan manusia. Menurut saya, ini film drama romantis Korea terbaik yang pernah saya tonton.
Memoirs of A Geisha
Chiyo (bakal Nitta Sayuri—Zhang Zhi Yi) adalah gadis kecil berusia sembilan tahun yang tinggal di kota kecil Yoroido di pinggir pantai yang penduduknya kebanyakan adalah nelayan. Wajahnya yang cantik dan matanya yang unik dan berwarna biru kelabu membuat dirinya menarik perhatian Tuan Tanaka. Dan akhirnya membuat Chiyo dan dan Satsu, kakaknya dibawa ke Kyoto , ke sebuah Okiya dikawasan Gion. Jika Chiyo dianggap layak menjadi bakal geisha, maka kakaknya langsung dipisahkan dan dijual ke rumah pelacuran. Di Okiya itu , Chiyo sebagai yang paling junior sering ditugaskan melakukan pekerjaan2 rumah seperti layaknya pembantu rumah tangga walaupun Chiyo mulai masuk sekolah bersama teman kecilnya yang dijuluki “Labu”. Hatsumomo (Gong Li)—geisha seniornya dan salah satu geisha yang tercantik di Kyoto pada masa itu—sering memperlakukannya dengan kejam dan memfitnahnya. Bahkan Hatsumomo dengan liciknya menyuruh Chiyo untuk merusak kimono saingannya, Mameha (Michelle Yeoh). Hutang Chiyo terus bertambah. Dan suatu ketika upaya Chiyo untuk kabur bersama kakaknya mengalami kegagalan. Nyonya Nitta (pengurus Okiya) menghukumnya menjadi pelayan seumur hidup dan tidak akan dijadikan sebagai geisha, akibatnya Chiyo mungkin akan berkerja seumur hidupnya untuk membayar hutangnya sebagai pelayan. Tetapi surat dari Tuan Tanaka yang menjelaskan bahwa kedua orang tua Chiyo sudah meninggal dan kakaknya telah kabur membuat Chiyo mulai memikirkan masa depannya sendiri karena tidak bisa mengandalkan siapa2 lagi. Pertemuannya dengan Tuan Iwamura Ken (Ken Watanabe) menjadi titik balik dalam kehidupannya, Chiyo merasakan bahwa dunia ini masih menyisakan sedikit kebaikan bagi dirinya, dia terpesona kehangatan dengan pria yang jauh lebih tua, dan sejak saat itu Chiyo memutuskan untuk menjadi Geisha. Harapannya ini terwujud saat Mameha mendatangi nyonya Nitta dan menawarkan diri menjadi kakak angkatnya, suatu tawaran yang sulit ditolak oleh nyonya Nitta, mengingat reputasi Mameha sebagai geisha nomor satu di Gion. Dan daya tarik utama dari kisah ini adalah intrik-intrik diantara kedua geisha papan atas ini untuk saling menjatuhkan.
(more…)
The Exorcist Of Emily Rose
Film ini mengisahkan kisah nyata seorang gadis muda yang tiba-tiba dirasuki enam roh jahat saat dia kuliah. Kasus ini lantas bergulir kemasalah hukum, Father More yang bertanggungjawab atas gadis itu didakwa dengan tuduhan mencegah larangan medis yang dinilai dapat menyelamatkan nyawa anak itu. Pertanyaannya adalah: Kenapa gadis yang taat beribadah bisa dirasuki roh-roh jahat seperti LEGION –yang menurut pengakuan roh jahat itu sendiri telah merasuki pula Kain (Anak Adam yang membunuh adiknya sendiri Habel) dalam kitab GENESIS, Yudas Iskariot yang menghianati gurunya dan juga NERO kaisar ROMA gila yang karena hobi dalam kegiatan seksual dan hobby membakar, lantas namanya diabadikan dalam salah satu program ‘dapur rekaman” paling populer saat ini, yaitu NERO.
Yang menarik, pengacara wanita yang membela Father More ini justru berpandangan agnostic—yang tentu saja tidak percaya akan eksistensi roh-roh jahat. Setelah bergumul dalam kasus ini, pengacara wanita ini akhirnya mengalami sendiri sebuah EKSISTENSI –apa yang semula tidak ia yakini. Dan singkat saja – dalam sidang pengadilan ternyata terungkap, sebuah dialog saat proses “exorcism” of Emily Rose, dialog antara roh jahat dengan father More dalam bahasa Latin, Father More yang bersikeras ingin mengetahui jati diri/ nama roh2 jahat tersebut, menjadi benang merah utama dalam film ini , si roh jahat akhirnya menyebut : one, two, three, four, five, six ……….i’m the one who dwelling with (cmiiw) CAIN (Kain) , Yudas dan Nero.





leave a comment