Hou Yi Fan – The Next Judit Polgár ?

Women in general haven’t been nearly as good at chess as men, and the world’s top women are mostly ranked well below the top men — but Ms. Hou could be an exception. She is the only female chess player today considered to have a shot at becoming one of the top few players in the world, male or female. (Kristoff – NY Times)

Huang Dada | Menarik masalah opini Nicholas Kristoff tentang Hou Yi Fan  侯逸凡 sang prodigy catur remaja ini. Hou Yi Fan baru berumur 17 tahun , kelahiran tahun 1994.  Dia tidak secantik Gao Jing Jing , ratu loncat indah ,  cabang dimana Tiongkok senantiasa mendominasi. Tetapi barangkali nona Hou ini  akan menjadi the next Judith Polgar, salah satu grand master super  yang enggan bermain dikelas wanita dan lebih memilih bermain dengan grand master super pria. Hou Yi Fan memiliki ELO rating 2602 yang artinya , Hou adalah pemain wanita nomer tiga dunia , dan sekaligus nomer tiga dunia diantara pecatur junior dibawah 16 tahun , apapun gendernya. Adalah hal yang menarik lainnya juga bahwa catur india ini grand master super  sudah dikalahkan oleh super komputer. Kasparov bertekuk lutut dihadapan Deep Blue. Sementara catur wei qi , komputer belum berhasil mengalahkan master (barangkali ada ahli weiqi disini yang bisa kasih catatan kaki). Yah tentu saja , juara dunia catur hanya sebagai salah satu facet kehidupan  . Bisa menjadi bagian dari perang dingin USSR vs USA , seperti antara Fischer vs Spasky . (Di masa lampau , catur didominasi oleh Soviet , dan bisa dianggap sebagai Soviet vs Sisa Dunia) Fischer kemudian mengakhiri dominasi Soviet  .

Artikel Terkait:

Bisa menjadi tragedi kalau satu bangsa hanya mengandalkan satu faset kehidupan yang paling lama akan bertahan di headlines koran setempat satu dua minggu . Tetapi jika ada banyak Hou Yifan yang lain, maka sudah seperti statistik , bukan lagi seperti keberuntungan pemula. Jika ada lima puluh satu orang seperti Hou Yifan inilah yang membuat dominasi Russia -USA tergeser di Olimpiade Beijing. Nyaris 100 tahun sesudah Boxer dan 150 tahun sesudah Perang Candu.  Sebuah tulisan di Newsweek beberapa tahun silam mengaitkan hebohnya Tiongkok dalam Olimpiade ini dengan peristiwa tersebut (Schell , China’s Agony Defeat), tepatnya sejarah penghinaan 100 tahun , bai nian guo chi. Jadi memang betul sekali , akan sulit memahami apa arti kegemilangan Tiongkok ini tanpa memahami sejarah penghinaan mereka. Tidak heran pula saat Mao Zedong mengatakan bahwa Tiongkok tidak akan lagi menjadi sebuah bangsa yang menjadi objek penghinaan. Kristoff ini mungkin nanti akan lebih heran lagi dengan banyaknya prodigy cilik , tidak terbatas di Tiongkok , tapi juga di Korea , di Jepang. Tidak terbatas di catur , tetapi juga di musik , dan bidang akademis lainnya.   Tabel Lynn dan Vanhanen menjelaskan bahwa sebenarnya bangsa Barat memiliki tingkat dibawah bangsa-bangsa Asia Timur yang mendominasi 10 besar . Tetapi , tentu saja masalah statistik yang ada di Tabel ini cukup dijadikan intermezzo saja. Nona Hou bisa jadi the next Judith Polgar , dan sementara itu di Amerika saya melihat barusan tabel ELO rating , ada nama keturunan Jepang di Amerika , Hikaru Nakamura , sepertinya bisa jadi the Next Fischer . Sebelumnya 1 dekade lalu  ada Viswanathan Anand , salah satu fenomena Asia di sejarah catur. Jadi tajuknya apa ? Fenomena Asia Prodigy ? *** Permainan menakjubkan Hou adalah saat dalam posisi memegang bidak hitam , mengalahkan Gabriel Sargisian [Elo Rating 2676], dengan pembukaan Queen Indian Defense ,: Fianchetto. Nimzowitsch Variation . 1. d4 e6 2. c4 Nf6 3. Nf3 b6 4. g3 Ba6 5. Qc2 Bb4+ 6. Bd2 Be7 7. e4 d5 8. cxd5 Bxf1 9. Kxf1 exd5 10. e5 Ne4 11. Nc3 Nxd2+ 12. Nxd2 Qd7 13. Kg2 Nc6 14. Qa4 O-O 15. Rac1 f6? 16.Nd1  16. f4 fxe5 17. dxe5 Bb4 18. Rhf1 Rac8 19. Ne2 Nxe5 20. Qxb4 Nd3 21. Qb3 Nxc1 22. Nxc1 Rce8 23. Nf3 Qf5 24. Rf2 c5 25. Qd3 Qe4 26. Rd2 d4 27. Qxe4 Rxe4 28. Nd3 Re6 29. h4 Rc8 30. a4 a6 31. Nfe5 b5 32. a5 g6 33. Rc2 c4 34. Nb4 Rf8 35. b3 d3 36. Rd2 Rc8 37. Rd1 Rd6 38. Kf3 d2 39. bxc4 bxc4 40. Nc2 c3 41. Ke2 Rd5 42. Ng4 Rxa5 43. Nge3 Rd8 44. Rb1 Ra2 45. Kd1 Rb2 46. Ra1 Rdb8 47. Rxa6 Rb1+ 48. Ke2 Rc1 49. Rc6 Re8 0-1 Salam Dada Budaya-Tionghoa.Net | TAUTAN INTERNAL : http://web.budaya-tionghoa.net/budaya-tionghoa/seni-permainan/542-hou-yi-fan-the-next-judit-polgar

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s