BlitzkriegJerman ke Polandia ; Pembukaan Perang Dunia II

Bentara.Asia| Serangan ‘blietzkrieg’ Jerman-Nazi ke Polandia di tahun 1939 menandai pembukaan Perang Dunia II pada umumnya dan Front Eropa pada khususnya. Serangan ini dimulai pada tanggal 1 September 1939. Satu minggu setelah Jerman-Nazi mengadakan perjanjian Pakta Molotov-Ribbentrop. Pakta ini membahas pembagian Polandia oleh Uni Soviet – Jerman.  Uni Soviet dua minggu kemudian , membokong Polandia dari belakang. Polandia bagai pelanduk yang terjepit di antara dua raksasa militer pada masa itu.

Latar Belakang.

Perang Dunia I

Jerman kalah dalam Perang Dunia I dalam status yang “tidak benar-benar kalah”. Pasukan Jerman masih utuh sebagai satu kesatuan. Kelemahan diplomasi Jerman di Versailles menyebabkan kekalahan Jerman benar-benar tragis dan tidak sepadan dengan hukuman berat yang di derita Jerman , seperti ganti rugi yang harus di bayar Jerman kepada negara pemenang perang, pembatasan militer Jerman , dan menyusul kekacauan ekonomi global (great depression). Keadaan Jerman yang memprihatinkan ini membuka jalan politik bagi Hitler untuk berkuasa di Jerman. Dan mulailah Hitler memanfaatkan kelengahan Inggris dan Prancis dengan mencaplok satu demi satu Austri , Cekoslovakia dan berikutnya , Polandia?

Pembatasan Militer Jerman [Treaty of Versailles]

1. Angkatan bersenjata Jerman tidak boleh lebih dari 100 ribu tentara , dan wajib militer di hapuskan.

2. Angkatan laut Jerman di batasi hingga 15 ribu personil, 6 kapal perang dan tidak boleh lebih dari 10 ribu ton, 6 kapal penjelajah tidak boleh lebih dari 6 ribu ton, 6 kapal perusak tidak boleh lebih dari 800 ton, 12 kapal torpedo tidak boleh lebih dari 6 ribu ton. Kapal selam juga dilarang.

3. Pembuatan , impor dan ekspor senjata dan gas racun di larang.

4. Kendaraan lapis baja dan tank juga dilarang

5. Pembatasan pembuatan senapan

Tank

Tank justru kekuatan kunci Jerman di Perang Dunia II. Heinz Guderian saat Perang Dunia I masih berpangkat Mayor dan berusia 30 tahun memandang penting tank sebagai bagian dari senjata dan strategi perang modern. Pertimbangan Guderian berdasar pada kecepatan dan kekuatan tank yang memungkinkan suatu serangan kilat , dan tidak memakan waktu lama seperti Perang Dunia I yang bertele-tele.

Pembenahan Militer Jerman

Hitler merobek Perjanjian Versailles dan mulai mengembangkan persenjataan Jerman saat Hitler mulai naik ke tampuk kekuasaan. Hitler segera membentuk divisi Panzer dan mengembangkan Angkatan Udara (Luftwaffe). Hitler kemudian mencoba keandalan angkatan bersenjatanya dengan mencaplok Austria di tahun 1938 dan mencaplok Sudetenland (daerah Cekoslovakia yang beretnis Jerman) di tahun 1939. Bagi Hilter ini seperti “try me” buat PM Inggris Neville Chamberlain dan PM Prancis Edouard Daladier. September 1938 , Hitler memerintahkan angkatan bersenjata Jerman untuk menganekasi seluruh Cekoslovakia dan melanggar perjanjian Muenchen yang sudah di buat sebelumnya antara , Daladier , Chamberlain , Hitler dan Mussolini.

Kesalahan Prancis dan Inggris adalah membiarkan Jerman sampai ke tahap ini , dalam perkembangan militernya yang sudah mengerikan. Hitler selanjutnya menatap Polandia.  Dimana Polandia itu berada dalam jaminan perlindungan Inggris dan Prancis. Kasus Austria dan Cekoslovakia membuat Hitler semakin berani untuk menyerang Polandia.  Dengan asumsi , Inggris dan Prancis akan kembali membiarkan Jerman. Hitler meniadakan ancaman Uni Soviet dengan mengadakan “non aggresion pact’ Molotov – Ribbentrop dengan Stalin dan mendiskusikan pembagian Polandia menjadi dua pada tanggal 22 Agustus 1939.

Blietzkrieg

Pada tanggal 1 September 1939 , di pagi hari , Tentara Jerman mulai melancarkan serangan ke Polandia tanpa menyatakan perang. Inggris dua hari kemudian mengumumkan perang dengan Jerman. Dan menyusul Prancis yang juga menyatakan perang terhadap Jerman. Hal ini diluar dugaan Hitler sama sekali.

Serangan Jerman di dahului dengan serangan udara Luftwaffe yang menghancurkan pesawat Polandia yang sedang duduk manis di lapangan terbangnya. Kota Wielun juga di hancurkan oleh bombardir udara.  Akses kereta api Polandia juga di hancurkan dan pusat mobilisasi di bombardir dari udara. Serangan pendahuluan ini segera di susul dengan pasukan yang bergerak cepat memasuki daerah Polandia.

Polandia mengerahkan 39 divisi dan 10 brigade kavaleri sementara Jerman mengerahkan 60 divisi. Secara kuantitas , kekuatan kedua kubu hampir berimbang tetapi Jerman memiliki keunggulan strategi dan teknologi. Jerman dengan persenjataan yang baru , dan juga ujung tombak divisi panzer dan pimpinan jendral-jendral yang brilian menghadapi Polandia dengan persenjataan ala kadarnya , warisan Perang Dunia I. Perang Jerman melawan Polandia ini ibarat tank melawan kuda.

Keberanian bangsa Polandia sudah terkenal sepanjang sejarah , tapi keberanian saja tidak cukup. Polandia tidak memiliki kematangan dalam strategi , apalagi kali ini Polandia di kejutkan oleh serangan dadakan Jerman yang tidak mengumumkan perang. Polandia lantas mengerahkan semua divisinya menyebar ke perbatasan , membentuk barikade pertahanan yang merata sekaligus mudah di tembus.
Image hosting by IMGBoot.com
Jerman menjepit Polandia dengan manuver serangan dari dua arah. Army Group North dari Pommerania di bawah pimpinan Marsekal Feodor Von Bock bergerak bersamaan dengan Army Group South di bawah pimpinan Jendral Gerd Von Rundstedt. Dan Heinz Guderian dengan kendaraan lapis bajanya bergerak cepat menerobos ke dalam wilayah Polandia yang secara umum datar . Guderian bersama pasukannya sudah mencapai sungai Narew dua minggu setelah serangan.

Sebelumnya Jerman telah menganeksasi Cekoslovakia , dengan demikian perbatasan Jerman -Polandia semakin panjang dari sebelumnya , hal ini membuka kemungkinan bagi Jerman untuk menyerang dari tiga arah , termasuk selatan (perbatasan Slovakia). Pasukan Slovakia (Field Army “Bernolak”) melakukan serangan penunjang untuk mempermudah laju pasukan Jerman.Dalam sekejap pasukan Polandia luluh lantak oleh serangan kilat ini. Ini adalah praktek “blietzkrieg” dalam perang modern yang berhasil mengalahkan Polandia dalam waktu dua minggu. Polandia hanya bisa bertahan seadanya.Tentara Polandia itu terpisah menjadi fragmen yang tidak terkoordinasi, beberapa memilih mundur, sementara yang lainnya melakukan serangan sporadis. Perlawanan Polandia di udara juga lumpuh total.

Pasukan Polandia meninggalkan wilayah Pomerelia dan  Silesia pada minggu pertama. Rencana Polandia untuk pertahanan di sepanjang perbatasan gagal total. Pemimpin Tertinggi Polandia ,  Marsekal Edward Rydz-Śmigły, memerintahkan mundur ke arah tenggara.

Di Bzura , Warsawa , jalur mundur tentara Polandia di potong oleh serangan Lufttwaffe yang merusak jembatan . Pasukan Polandia menjadi terhimpit di tempat terbuka dan di bombardir serangan bergelombang pesawat Stuka , Heinkel dan Dornier.

Tentara Merah Soviet kemudian membokong Polandia dari Timur dalam serangan kejutan , hasil dari kesepakatan rahasia Pakta Molotov Ribbentrop. Delapan ratus ribu Tentara Merah membanjiri front Timur Polandia melanggar pakta non agresi Polandia-Soviet sebelumnya. Dibawah keroyokan dua raksasa ini , pertahanan Polandia yang gagah berani runtuh seketika. Tetapi Polandia tetap menolak untuk menyerah.Polandia kini terbagi dua seperti kue , dibawah kependudukan Jerman dan Uni-Soviet.

Kemana Gerangan Inggris dan Prancis?

Disaat Jerman melakukan serangan “blietzkrieg” ke Polandia , Prancis hanya melakukan “sitkrieg” di perbatasan mereka. Padahal Prancis dan Inggris sudah mengumumkan perang beberapa hari setelah Jerman menyerang Polandia. Sementara Hitler sukses bermain “poker” disini . Hitler menebar pasukan Jerman kelas dua di perbatasan Prancis , dan energi utama untuk sementara di alihkan untuk menganeksasi Polandia.

Dalam hal ini Prancis melakukan blunder dengan “menunggu gilirannya”. Karena setelah Polandia , front Eropa Barat adalah incaran Hitler. Prancis sebagai pemenang utama Perang Dunia I , masih memegang prinsip kolot dalam militernya. Sementara Jerman sudah menunjukkan taji saat menundukkan dengan mudah dan cepat.

Jaminan keamanan bagi Polandia ini seperti praktek omong kosong dari negara Sekutu (Barat) seperti Prancis dan Inggris. Dan merupakan salah satu bentuk “penghianatan” seperti halnya Barat mengorbankan Cekoslovakia untuk di mangsa Hitler.

Pendudukan Polandia

Semasa diduduki Jerman dan Uni Soviet , Polandia mengalami penderitaan yang luar biasa. Hampir setengah elite Polandia di bantai oleh Soviet , dikenal sebagai Katyn Massacre (Pembantaian Katyn). Sementara dibawah pendudukan Jerman-Nazi , hampir 6 juta penduduk Polandia tewas (20% populasi Polandia) dan sekitar 3.3 juta atau 90% dari populasi Yahudi di Polandia dilenyapkan Nazi. Aksi beberapa pemberontakan dan gerakan sporadis partisan Polandia juga di berantas dengan kejam oleh Jerman-Nazi.

Bentara.Asia | Perang Dunia II | Front Eropa |

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s