Ritual Pengorbanan Manusia Pada Kebudayaan Indian Aztec

Bentara.Asia | Pengorbanan manusia terjadi karena alasan agama dan politik. Rakyat diizinkan untuk menyaksikan upacara korban, mereka akan menerima pesan jelas: jangan menantang kekuatan penguasa Aztec. Teori lain berpendapat bahwa suku Aztec di paksa membunuh manusia dalam skala masif untuk memakan daging mereka (Harner 1977). Mereka akan memakan daging manusia untuk memenuhi kebutuhan protein hewani. Suku Aztec tidak memiliki akses untuk kebutuhan protein ke hewan-hewan buruan. Mereka memenuhi kebutuhan protein melalui pasokan jagung dan kacang (Smith 1996).
Image hosting by IMGBoot.com
Suku Aztec juga memandang pengorbanan manusia untuk kelangsungan alam semesta. Tenochtitlan adalah pusat alam semesta mereka dan juga awal kisah penciptaan. David Carrasco berpendapat “tidak hanya sebagai pusat alam semesta, tetapi juga sekaligus imago mundi , gambaran arsitektural tatanan kosmik mereka. Dalam pemikiran penguasa Aztec pengorbanan manusia juga semacam tribut yang dilaksanakan untuk mereka harus lebih intens dari tempat manapun.

Prajurit Aztec yang menangkap tawanan tanpa bantuan siapapun berhak untuk tubuh tawanan setelah pengorbanan. Ketika seorang prajurit menangkap tawanan dengan bantuan prajurit lain , prajurit yang satu akan menerima badan dan paha kanan, prajurit kedua akan mendapatkan paha kiri , prajurit ketiga akan memperoleh lengan kanan , prajurit keempat akan menerima bagian atas lengan kiri, prajurit kelima akan menerima lengan kanan bawah dan prajurit ke enam akan menerima lengan kiri bawah. (Hassig 1998)

Tapi para penangkap tidak di ijinkan untuk makan bagian tubuh dari yang mereka dapat , karena suatu hari mereka juga bisa menjadi tawanan. Pada saat prajurit di tangkap oleh musuh akan mengucapkan “Apakah aku akan memakan diriku sendiri?”. Hubungan antara prajurit dan tawanan lebih aneh dari sekedar stockholm syndrome. Seorang prajurit yang menangkap musuh akan berkata “Dia sebagai putra tercinta” , dan sang tawanan akan menjawab terhadap penculiknya .”Dia adalah kekasihku , ayah (Carrasco 1999)

Dengan demikian teori Smith yang mengatakan Aztec memakan daging manusia untuk kebutuhan protein itu gugur. Jika benar untuk memenuhi kebutuhan protein , maka mereka akan memakan keseluruhan tubuh manusia , bukan bagian-bagian tubuh.

Diperkirakan ada 25 juta orang di masa Pre-Columbian kawasan Meksiko Tengah, dan di perkirakan ada 250 ribu pengorbanan manusia (1%). Ada sekitar 15 ribu pengorbanan manusia setiap tahun (Ortiz de Montellano 1990). Estimasi ini di tolak Ortiz dengan argumen bahwa estimasi populasi untuk Meksiko Tengah terlalu tinggi.

Darah merupakan aspek paling fundamental dalam masyarakat Aztec. Darah memegang peran yang rumit dalam taraf kesalehan mereka. Darah bisa berasal dari tawanan , dari manusia lain yang di korbankan atau mengorbankan diri sendiri. Para arkeolog menemukan kerangka jenazah anak-anak selama penelitian mereka di Tlatelolco. Beberapa anak ini cenderung masih bayi dan mereka di temukan sebagai bagian dari persembahan (Roman Berrelleza 1991). Pengorbanan anak dinilai karena masih murni sehingga dianggap terbaik buat dewa mereka. Masyarakat Aztec sering menggunakan pisau yang terbuat dari obsidian, pisau itu akan menembus lidah mereka , menusuk lengan , kaki dan telinga mereka. Ketika mengorbankan seorang budak, mereka akan mengumpulkan darah dengan cangkir dan mengunjungi berbagai kuil dan menggunakan kertas untuk mengolesi wajah para patung (Bandelier 1932)

Ketika kami datang untuk memahami budaya Aztec yang lebih baik, kami menyadari bahwa ini adalah bukan budaya yang didedikasikan hanya untuk kekejaman dan agresi. Ada banyak referensi dalam tulisan-tulisan kolonial-periode awal bahwa orang yang berbahasa Nahuatl bekerja secara kolektif pada pertanian, dan mengembangkan kerajinan seni yang luar biasa , mereka sangat tertarik¬† pada puisi.¬† Seorang rohaniwan, yang menghabiskan 20 tahun dengan Meksika, menulis “tidak ada orang yang begitu mencintai anak-anak mereka seperti orang-orang ini “(Carrasco 2003: 135).
Tidak ada wawasan yang lebih baik dari ini yang untuk mengakhiri buku ini.

by shinmen takezo

Bentara.Asia | Bentara Pustaka

Sumber Buku : Aztech – The New Perspectives

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s