Amish – The American "Baduy"

Bentara.Asia -Apa itu Amish? Kaum Amish berasal dari Jerman-Swiss , dan pengikut aliran Baptis. Terminologi Amish sendiri berasal dari nama pemimpin Aliran AnaBaptis yang memisahkan dari dari aliran Mennonite di Swiss , Jakob Ammann. AnaBaptis sendiri artinya terlahir kembali untuk kedua kali. Fenomena skisma dan menjamurnya begitu banyak denominasi adalah dampak dari terjadinya Reformasi Protestan di benua Eropa . Didorong oleh mencari kehidupan yang lebih baik , menghindari persekusi agama , Kaum Amish mengungsi ke benua Amerika di abad 18. Dan hidup berkelompok dengan sesama.  Jumlah populasi mereka sulit di perkirakan , tapi ada perkiraan sejumlah 200 ribu jiwa.  Tersebar di Pennsylvania , Kansas dan Kentucky. Bahasa yang di gunakan adalah Jerman , yang lantas berkembang dengan aksen yang khas.

Kaum Amish  setia pada ajaran alirannya dan terus mempertahankan tradisi budaya hingga saat ini. Mereka menjauhi teknologi tinggi  seperti orang Baduy di Indonesia. Tidak ada telepon genggam , televisi , dan piranti2 canggih lainnya. Sehingga eksistensi Amish di Amerika Modern seperti suatu pemandangan yang janggal. Keseharian mereka adalah dengan alam dan bagaimana mengolah alam dalam bentuk pertanian agar dapat mencukupi kebutuhan mereka. Amish juga terkenal sebagai pembuat furniture yang berkualitas dan tahan lama, dan tentunya di buat secara hand-made. Alat transportasi menggunakan kereta kuda. Penerangan menggunakan lilin dan storm-king. Inilah prinsip hidup kaum Amish , mereka setia pada aliran agamanya tapi tidak mengharamkan sesuatu yang modern.
Image hosting by IMGBoot.comImage hosting by IMGBoot.comImage hosting by IMGBoot.comImage hosting by IMGBoot.com

Kejanggalan yang terlihat purba ini sering menjadi olok-olokan atau bahan lelucon.Sehingga nasib Amish dalam budaya populer , hanya setingkat lebih tinggi dari Keluarga Flinstone.

Ross: Can’t we just use a pen?
Chandler : No, Amish boy.(Serial Komedi Friends”)

Barangkali utopia Marx malah terwujud dalam komunitas Amish . Semua di lakukan sama rasa dan merata , gotong royong dan kekeluargaan.  yang plain . Dalam keadaan menutup diri dari dunia modern tidak ada bedanya dengan terlahir di dunia yang baru. Berpikir tentang Amish , membuat kita semua berpikir , seakan tidak percaya , inikah superiotas kulit putih?.

@shinmen takezo 032010

Bentara.Asia | Bentara Geografi

About these ads

2 thoughts on “Amish – The American "Baduy"

  1. Sebuah posting yang sangat menarik, mengaitkan ‘baduy’ di Banten, Indonesia dengan ‘amish’ di belahan dunia Amerika. Cara hidup mereka sesungguhnya memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi peradaban modern dengan ciri ekplorasi sumber daya alam yang takterbarukan dengan kecepatan yang sungguh luar biasa, yang bisa jadi tidak menyisakan sedikitpun bagi generasi manusia di abad-abad yang akan datang. Fenomena mereka, di mata saya adalah sebuah tanda dari Sang Maha Kuasa agar manusia belajar lebih bijak mengendalikan ‘keserakahan.’

  2. hatur nuhun atas komentarnya pak tubagus rifky

    berbaur dengan alam adalah salah satu miniatur dunia dalam dunia. dan bukannya tanpa resiko. Baduy dan Amish adalah suatu “dunia” dalam dunia , dalam hal ini berada dalam induk negara , yaitu Indonesia dan Amerika. Tapi jika mereka berada dalam konteks negara , perilaku yang baik ini akan riskan terhadap “pemangsa” .

    Saya sebut perilaku yang baik karena ,
    1. mereka mengeksploitasi alam berdasarkan kebutuhan , untuk kebutuhan mereka , tidak lebih , tidak kurang , berbeda dengan “leviathan” pelahap minyak bumi yang menebar bencana di negara2 berkembang.
    2. mereka hidup dalam kebersamaan , dan semestinya , bukan saya mengatakan tidak ada sama sekali . Semestinya dalam perilaku kebersamaan seperti ini sifat2 buruk bisa di minimalisir , pembunuhan , kejahatan dan penyimpangan lain

    sedangkan saya setuju dengan pendapat anda , peradaban modern bagaikan monster pelahap SDA tak terbarukan , sehingga tidak ada yang tersisa lagi untuk generasi mendatang , mereka (peradaban modern) sedang merayakan ulang tahun , setiap tahun , dengan suka cita , tetapi tidak sadar bahwa setiap tahun usia mereka terus berkurang. mereka menimbun kekayaan yang bahkan melebihi kekayaan satu negara kecil , tapi mereka sedang menggali kuburannya sendiri. singkat kata , peradaban modern , sedang membunuh dirinya sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s