Writing And Being

Tionghoa dan Hubungan Antar Etnis

Posted in Journal by Dada on August 22, 2008

(cuplikan posting saya di mailing list tionghoa net) http://groups.yahoo.com/group/tionghoa-net/message/65752

Penggolongan Tionghoa

Cie Eva mengemukakan tentang penggolongan tionghoa. Tionghoa Merah Putih yang pro RI , Tionghoa yang berkiblat pada Tiongkok seiring dengan kemajuan RRT, Tionghoa yang pro barat yang lahir di Indonesia dan merasa nyaman tinggal di negara-negara Barat. Sikap Tionghoa juga ada yang antipati terhadap pribumi, ada yang toleran dan lain sebagainya. Lanjutnya lagi , pribumi pun bersikap sama, ada yang toleran, ada yang merah putih, ada yang pro terhadap mayoritas (muslim) sehingga timbul wacana hukum syariah atau negara Islam. Ini tidak sepenuhnya
kutipan bulat-bulat dari apa yang Cie Eva sampaikan , ada juga yang saya tambahkan. Menurut saya pribadi. Sikap anti itu tentu ada , tidak perlu kita tutup-tutupi dan tidak perlu dibesar-besarkan pula. Negara modern seperti USA
pun tidak luput dari kerusuhan rasial. Begitu juga isu rasial yang terjadi di Prancis. Secara natural , manusia cenderung berkelompok, mencari pasangan, berorgarnisasi berdasarkan kesamaan , baik agama , etnis, ideologi dan domisili.

Setelah berkelompokpun tetap saja ada perbedaan. Sifat eksklusif, antipati satu sama lain itu berjenjang. Dalam Tionghoa sendiri terbagi – bagi kedalam beberapa perbedaan pandangan seperti yang Cie Eva sampaikan. Belum lagi ada Tionghoa Bangka , Tionghoa Medan , Tionghoa Pontianak , dan Tionghoa Jawa (Bandung – Surabaya). Menurut asalnya Tionghoa pun terbagi-bagi lagi, ada yang hokkian , tio ciu , hakka dan lain sebagainya. Masing-masing sub memandang dirinya lebih tinggi dan saling memberi stigma satu sama lain. Stigma bahwa Tionghoa Medan (“cimed”) itu ulet , pekerja keras , tp sekaligus binatang ekonomi , tukang tipu. Stigma bahwa Tionghoa Jawa itu ibarat “pseudo fankui” karena dianggap sudah tidak menghargai kebudayaan tionghoa (leluhur) dan juga tidak bisa berdialek.
Jadi kesimpulan lainnya , dalam tubuh Tionghoa pun ada perpecahan. Dan di hierarki yang lebih atas, antara suku2 di Indonesia juga ada sekat-sekat. Friksi-friksi yang terjadi ini akan menghambat roda pembangunan negara ini yang
sarat dengan permasalahan. Ibaratnya, bagaimana seorang anak remaja bisa belajar kalau seisi rumah sibuk bertikai satu sama lain. Begitu kental semangat kedaerahan , sehingga kepala daerah haruslah putra daerah. Ini adalah pertanda bahwa prasangka antar etnis belum lagi tertuntaskan. (more…)

Tagged with:

Red Cliff 赤壁

Posted in Movie by Dada on August 14, 2008

SINOPSIS

1. KAMPANYE MILITER CAO – CAO KE SELATAN.

Film ini dibuka ketika Cao Cao (Zhang Fengyi) berusaha membujuk kaisar dinasti Han  untuk menyerang ke selatan yang diduduki oleh Sun Quan dan Liu Bei dengan dalih sebagai pemberontak. Kong Rong menentang Cao Cao terang-terangan dan menuduh balik bahwa Cao Cao lah sang penghianat itu sendiri dengan alasan bahwa marga Sun telah turun temurun menguasai wilayah selatan dan Liu Bei sendiri masih ada hubungan saudara dengan kaisar ( Dinasti Han didirikan oleh Marga Liu , Liu Bang). Upaya Cao Cao untuk membujuk kaisar akhirnya berhasil. (more…)